fbpx
Mari Kenali Sarkoma Ewing

Mari Kenali Sarkoma Ewing

Barangkali ada banyak orang yang belum mengetahui apa itu kanker sarkoma ewing, jenis-jenisnya, gejala apa saja yang muncul maupun cara pengobatannya. Adi Husada Cancer Center (AHCC) sebagai pusat penanganan kanker di Surabaya memberi perhatian khusus pada jenis kanker ini dan mengajak kita untuk lebih tahu tentang kanker sarkoma ewing.

Kenali Jenis Kanker Sarkoma Ewing

Kanker sarkoma ewing adalah salah jenis kanker yang tumbuh dan berkembang pada jaringan ikat seperti tulang rawan, saraf, lemak, tendon, otot serta pembuluh darah pada kaki dan lengan. Kebanyakan kanker jenis ini menyerang kelompok usia 10-20 tahun dan umum ditemukan pada anak-anak.

Ada beberapa jenis kanker sarkoma ewing berdasarkan lokasi di mana sel kanker tersebut pertama kali terbentuk.

1. Kanker Tulang Ewing
Dari kasus yang sering terjadi, sebanyak 87% kanker sarkoma ewing ditemui di tulang seperti tulang panggul, paha, tulang rusuk maupun belikat.

2. Kanker Jaringan Lunak
Beberapa bagian pada jaringan lunak seperti otot dan tulang rawan menjadi titik lokasi sel kanker sarkoma tumbuh. Jenis kanker ini juga dapat ditemukan di jaringan lunak sekitar tangan, kaki, kepala, leher dan perut.

3. Peripheral Primitive Neuroectodermal Tumor (pPNET)
Jenis kanker ini terjadi pada jaringan saraf dan juga terdeteksi pada bagian organ tubuh yang lain.

4. Tumor Askin
Tumor ini merupakan jenis pPNET yang terjadi di bagian dada.

Waspadai Gejala Kanker Sarkoma Ewing

Kewaspadaan dan antisipasi pada setiap penyakit adalah hal yang patut kita lakukan. Begitu juga mewaspadai terjadinya kanker sarkoma ewing dengan memahami gejala-gejala yang muncul. Berikut beberapa gejala kanker sarkoma ewing yang penting untuk kita ketahui :

  1. Mengalami pembengkakakan, nyeri dan kaku pada daerah munculnya tumor. Hal itu dirasakan dalam waktu yang cukup lama, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.
  2. Munculnya benjolan di kulit yang terasa hangat dan lunak saat disentuh.
  3. Mengalami suhu tubuh rendah beserta demam yang konstan.
  4. Kaki akan mulai sulit digerakkan bahkan terasa berat saat berjalan akibat rasa nyeri.
  5. Nyeri tulang akan semakin bertambah parah jika digunakan berolahraga atau saat malam hari.
  6. Patah tulang tanpa penyebab yang jelas.
  7. Penurunan berat badan yang siginifikan.
  8. Mudah lelah.
  9. Kelumpuhan atau kehilangan kontrol pada kandung kemih jika tumor berada di dekat tulang belakang.

Pengobatan Kanker Sarkoma Ewing

Walau terbilang jenis kanker yang langka dan sangat berbahaya namun kanker sarkoma saat ini memiliki tingkat kesembuhann yang tinggi. Sebelum dilakukan pengobatan, dokter spesialis Adi Husada Cancer Center Surabaya Jawa Timur (AHCC) akan melakukan evaluasi terlebih dahulu. Hal tersebut agar pasien dapat menerima pengobatan yang tepat dan efektif.

Jenis pengobatan yang diberikan akan berdasar pada ukuran dan stadium kanker, daerah penyebaran kanker, kesehatan pasien secara umum dan preferensi pengobatan yang diinginkan oleh pasien. Metode pengobatan yang digunakan oleh Adi Husada Cancer Center Surabaya pun beragam. Berikut macam-macam metode tersebut :

1. Kemoterapi

Kemoterapi adalah penggunaan obat untuk membunuh atau memperlambat pertumbuhan sel kanker. Metode kemoterapi paling umum digunakan sebagai salah satu medote pengobatan kanker sarkoma ewing. Kemoterapi dilakukan dengan menginjeksikan obat-obatan kimia yang menargetkan dan menghancurkan sel kanker secara berkala.

2. Radioterapi

Terapi radiasi atau radioterapi adalah pengobatan kanker yang sering pada pengobatan kanker sarkoma ewing. Cara kerjanya adalah dengan menggunakan sinar X energi tinggi untuk menghancurkan dan membunuh sel kanker. Radiasi dapat diberikan melalui alat radiasi eksternal ataupun alat radiasi yang dipasang di dalam tubuh.

3. Pembedahan

Sekitar 60% pasien menjalani beberapa jenis pembedahan untuk mengobati kanker. Pembedahan dilakukan untuk mengangkat sel-sel kanker. Pembedahan juga dikombinasikan dengan pengobatan kemoterapi atau radiasi sebagai bagian dari keseluruhan rencana perawatan.

Adi Husada Cancer Center Surabaya Jawa Timur (AHCC) sebagai pusat penanganan kanker siap mendampingi setiap tahapan pengobatan untuk kanker sarkoma ewing. Apabila pengobatan pada pasien berhasil mengangkat sel-sel kanker tersebut, dokter spesialis kami akan tetap melakukan monitoring secara berkala. Hal itu penting untuk dilakukan supaya dapat memantau kondisi pasien setelah pengobatan.

Referensi :
American Cancer Society. Ewing Tumors.
Cancer Research UK. About Cancer. Stages of Cancer
alodokter.com

IGRT Sebagai Teknik Radioterapi Unggulan Adi Husada Cancer Center

IGRT Sebagai Teknik Radioterapi Unggulan Adi Husada Cancer Center

Adi Husada Cancer Center (AHCC) sebagai pusat ayanan kanker kebanggaan Arek-arek Suroboyo berkomitmen untuk memberikan pengobatan yang cepat, akurat dan efektif bagi pasien. Untuk mewujudkan komitmen tersebut, AHCC memiliki tim dokter spesialis dan staf multidisiplin medis bersertifikasi. AHCC juga ditunjang dengan teknologi mutakhir dan fasilitas modern berstandar Internasional, menjadikan AHCC sebagai institusi medis penanganan kanker terintegrasi dalam satu atap terpercaya di Indonesia timur.

Sebagai layanan kanker terintegrasi swasta pertama di Indonesia  Timur, Adi Husada Cancer Center senantiasa mengutamakan kenyamanan dan keamanan pasien dalam penanganan kanker dengan menghadirkan layanan radioterapi dengan teknik Image Guided Radiation Therapy (IGRT). Teknik IGRT merupakan teknik radioterapi menggunakan metoda pemantauan atau scanning sesaat sebelum radiasi. Teknik radioterapi ini menghasilkan gambaran pasti dan akurat mengenai perubahan posisi tumor terhadap organ pasien di sekitarnya ketika pasien berada di atas meja penyinaran. IGRT juga dapat memungkinkan penyesuaian lapangan penyinaran terhadap kondisi tumor secara aktual setiap kali radiasi.

Pada tahap awal radiasi, pasien perlu menjalani simulasi CT sebelum terapi radiasi dilakukan. Gambar CT yang dihasilkan dari simulasi CT akan digunakan untuk merumuskan rencana perawatan yang disesuaikan untuk setiap pasien. Setelah itu, terapi radiasi diberikan secara eksternal melalui akselerator linier dengan dosis yang teratur. Selama perawatan, pasien ditempatkan dengan nyaman di sofa perawatan. Pengobatannya, yang berlangsung sekitar 15 menit, tidak menimbulkan rasa sakit. Terapi radiasi sendiri diberikan 5 hari seminggu sedangkan keseluruhan pengobatan bervariasi dari 1 sampai 7 minggu tergantung ukuran, lokasi dan jenis kankernya.

3 Jenis Kanker yang Biasa Terjadi di Bagian Kepala dan Leher

3 Jenis Kanker yang Biasa Terjadi di Bagian Kepala dan Leher

Kanker kepala dan leher merupakan salah satu jenis kanker yang banyak diidap oleh masyarakat Indonesia. Kanker kepala biasanya menyerang bagian mulut dan hidung. Sedangkan kanker leher menyerang area tenggorokan, laring, sinus, dan kelenjar liur. Penyebab utama kanker kepala dan leher ini adalah 80% karena tembakau dan alhokol, di samping makanan dengan zat pengawet dan gaya hidup tidak sehat.

Baca Juga: Jenis Kanker yang Harus Segera Dilakukan Tindakan Pembedahan

Menurut beberapa ahli kesehatan, pasien yang mengalami kanker leher dan kepala biasanya datang dengan stadium yang sudah tinggi. Kalau sudah begini, perawatan suportif untuk meningkatkan harapan hidup dan membuat pasien merasa lebih baik dengan kondisinya, perlu dilakukan. Berikut jenis kanker kepala dan leher yang patut Anda waspadai.

Kanker nasofaring

Kanker leher yang sering diidap oleh masyarakat Indonesia adalah pada bagian nasofaring. Sebanyak 30% kanker nasofaring terjadi di tahun 2012. Jumlah ini semakin meningkat dari tahun ke tahun, disebabkan oleh makanan dengan zat pengawet yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Gaya hidup yang menuntut makanan cepat saji lebih banyak dikonsumsi sebenarnya tidak hanya meningkatkan risiko kanker leher dan kepala, tapi juga kanker lainnya.

Untuk menurunkan risiko terjadinya kanker ini, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan. Salah satu yang utama adalah mulai mengonsumsi buah dan sayur segar, memperbanyak minum air putih, hindari penyedap rasa dan makanan yang diasap. Di samping itu, lakukan medical checkup secara rutin.

Kanker tiroid

Gejala awal terjadinya kanker tiroid adalah adanya benjolan yang muncul pada area leher, sakit tenggorokan, kesulitan menelan, suara serak, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Secara umum memang sedikit mirip dengan sakit gondok. Wanita lebih rentan terkena kanker tiroid daripada laki-laki karena adanya perubahan hormon yang biasa terjadi saat menstruasi atau kehamilan. Namun, untuk lebih pastinya Anda bisa ke dokter untuk memastikan.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya adalah dengan mulai mengurangi konsumsi alhokol dan meningkatkan konsumsi berserat dan bergizi tinggi. Perhatikan juga bagaimana pengolahan makanan agar tidak merusak kandungan di dalamnya.

Kanker mulut

Tidak banyak orang yang menyadari bahwa ia terkena kanker mulut karena menganggapnya sebagai seriawan biasa. Padahal, angka terjadinya kanker mulut di dunia sudah memasuki posisi ke-6. Untuk membedakannya dengan seriawan biasa, Anda bisa mendeteksinya dengan cara berikut:

  • Seriawan lama dan hanya ada di satu titik

Untuk jenis seriawan yang bisa sembuh dengan mengonsumsi vitamin C, akan sembuh setelah satu hingga dua minggu. Letaknya pun biasanya menyebar di beberapa titik area mulut seperti langit-langit belakang, bibir bagian dalam, dan pipi bagian dalam. Namun, jika seriawan hanya di satu titik dan tidak sembuh dalam dua minggu lebih, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter.

  • Tidak terasa sakit

Beberapa seriawan dalam mulut terjadi karena adanya trauma yang dirasa seperti tergigit, gesekan pada karies gigi, dan lain hal. Anda juga akan merasakan sakit jika mengalami seriawan. Tapi, jika ada luka di dalam rongga mulut dengan ukuran yang cukup lebar, dengan tidak menimbulkan rasa sakit, bisa jadi itu adalah gejala kanker.

  • Susah berbicara

Seriawan sudah pasti akan membuat Anda malas membuka mulut dan berbicara, namun jika itu gejala kanker, maka Anda akan lebih merasa kesulitan berbicara. Untuk melakukan pengecekan, coba raba area di pinggir seriawan. Jika ada lapisan keras, bisa jadi itu bukan seriawan biasa.

Meski kanker leher dan kepala lebih jarang Anda dengar daripada kanker payudara dan serviks, namun segala jenis kanker patut diwaspadai. Jika Anda mengalami sakit yang tidak biasa hingga tak kunjung sembuh dalam beberapa hari, pergilah ke dokter untuk melakukan pemeriksaan.

Penyebab dan Gejala Kanker Otak yang Perlu Diwaspadai

Penyebab dan Gejala Kanker Otak yang Perlu Diwaspadai

Penyakit kanker hingga saat ini menjadi salah satu penyebab kematian terbesar seseorang. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2016 yang dikutip oleh Katadata, Indonesia masuk daftar lima besar negara dalam hal kematian yang disebabkan oleh kanker di ASEAN. Termasuk di dalamnya disebabkan kanker otak. Lalu, apa saja penyebab dan gejala kanker otak yang perlu diwaspadai? Berikut ulasannya.

Penyebab Kanker Otak

Gejala kanker otak disebabkan oleh beberapa hal. Untuk itu, agar Anda terhindar dari penyakit ini, sebaiknya Anda ketahui dulu penyebab utamanya. Pada dasarnya, kanker otak disebabkan karena perubahan sel maupun karakteristik normalnya. Jika sudah tumbuh, sel ini biasanya tidak terkendali. Meskipun penyebab pastinya belum bisa dipastikan, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang terkena gejala kanker otak. Beberapa di antaranya adalah:

  • Adanya radiasi pada bagian kepala yang dikarenakan seperti radioterapi maupun CT scan. Bila seseorang sering mendapatkan paparan radiasi ini, maka ia lebih berisiko terkena kanker otak, khususnya glioma.
  • Penyebab gejala kanker selanjutnya menurut onkologi juga bisa terjadi karena penyakit genetik. Contohnya saja pada sindrom Gorlin, sindrom Turner, Uberous Slerosis, atau Neurofibromatosis pada tipe 1-2.
  • Selain itu, apabila Anda memiliki riwayat kanker dalam keluarga, maka kemungkinan keluarga lainnya dapat mengalami penyakit serupa seperti gejala kanker otak.
  • Penderita HIV/AIDS juga dapat terkena gejala kanker otak. Hal ini dikarenakan HIV/AIDS dapat menurunkan sistem imunitas tubuh sehingga risiko terkena kanker termasuk gejala kanker otak semakin besar.
  • Beberapa kebiasaan buruk pun jika dibiarkan dapat menjadi salah satu penyebab gejala kanker otak. Semisalnya saja kebiasaan merokok dan hidup di daerah dengan tingkat polusi maupun pencemaran lingkungan tinggi.
  • Begitu juga dengan obesitas, di mana kondisi berat badan dengan indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 30 bisa meningkatkan risiko kanker otak.

Selain faktor di atas, penyebab lainnya dari gejala kanker otak bisa disebabkan oleh perubahan DNA. Terutama perubahan DNA yang dapat menghidupkan onkogen atau mematikan gen tumor. Perubahan gen bisa jadi disebabkan karena faktor keturunan yang sudah dijelaskan di atas.

Gejala Kanker Otak

Adanya tumor pada bagian otak dapat menyebabkan gangguan pada tulang tengkorak Anda, yakni berupa tekanan di dalam tengkorak tersebut. Dalam istilah medis terutama onkologi, tekanan ini biasa disebut dengan tekanan intrakranial. Penyebabnya adalah pertumbuhan tumor yang membengkak di area otak. Bisa juga karena adanya penyumbatan aliran cairan cerebrospinal. Peningkatan-peningkatan ini dapat menyebabkan beberapa gejala yang umum terjadi.

Semisalnya saja seperti sakit kepala, adanya rasa mual, muntah, masalah keseimbangan dalam sistem tubuh, hingga pengelihatan yang kabur. Dampak lainnya adalah adanya perubahan kepribadian maupun perilaku. Seseorang yang mengalami penyakit kanker otak ini biasanya akan kejang pada saat tertentu.

Hampir sebagian besar orang yang mengalami kanker otak akan mengalami kejang. Seberapa parah kejang ini tergantung di mana kondisi tumor itu berada. Beberapa orang terkadang merasa mengantuk hingga koma. Sementara itu, bila Anda merasakan sakit kepala yang cenderung semakin parah dari waktu ke waktu, ini bisa saja menjadi gejala kanker otak.

Bagaimana, kini Anda sudah tahu seperti apagejala kanker otak yang dapat mengancam keselamatan jiwa? Namun, Anda tak perlu khawatir sebab ini dapat dicegah dengan selalu menjaga pola hidup sehat dan selalu berkonsultasi dengan dokter ketika terjadi masalah tertentu, terutama dokter onkologi dengan pelayanan dan rekam jejak terbaik.

Hal-hal yang Membuat CT Scan Tidak Berbahaya Bagi Pengidap Kanker

Hal-hal yang Membuat CT Scan Tidak Berbahaya Bagi Pengidap Kanker

Untuk melihat organ dalam tubuh, dibutuhkan alat khusus yang membantu dokter untuk melakukan diagnosis lebih lanjut. Sejak tahun 1970an, dokter sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan radiologi dan sinar-x. Salah satu peralatan radiologi yang paling terkenal dan umum digunakan adalah CT Scan. Dengan menggunakan sinar-x dosis sangat rendah, CT Scan bisa cukup jelas mendeteksi kelainan atau penyakit yang ada di dalam tubuh.

Baca Juga: Beberapa Kanker yang Bisa Didiagnosis dengan CT Scan

Penggunaan sinar-x di dalam CT Scan ternyata menimbulkan pertanyaan, apakah CT Scan ini aman bagi pengidap kanker? Atau apakah CT Scan ini bisa membuat orang tiba-tiba terkena kanker? Simak penjelasannya di sini ya.

Efek sinar-x pada CT Scan pada manusia 

Paparan sinar-x jelas membahayakan bagi manusia, tentu dengan dosis yang cukup besar. Studi dari Radiology Info menjelaskan bahwa penggunaan sinar-x pada CT Scan sangat rendah, dan efek penggunaannya tidak berbahaya. Pada studi tersebut dijelaskan bahwa kemungkinan orang terkena kanker setelah menggunakan CT Scan adalah 1 banding 2000, tentu itu adalah perbandingan yang cukup kecil.

Oleh karena itu pemilihan dokter serta rumah sakit tentu sangat penting agar Anda semakin yakin dengan diagnosis serta meminimalisir risiko dari penggunaan CT Scan. Untuk pertanyaan mengenai diagnosis kanker dengan menggunakan CT Scan, Anda bisa menghubungi Adi Husada Cancer Center. 

Penggunaan CT Scan harus lewat anjuran dokter

Beberapa organ di dalam tubuh sangat sensitif dengan sinar-x seperti payudara, paru-paru, otak, dan tiroid. Oleh karena itu untuk mendeteksi kanker dengan menggunakan CT Scan harus hati-hati dan lewat anjuran dokter. Beberapa diagnosis seperti kanker paru, kanker payudara, atau kanker otak ini bisa dilakukan CT Scan satu kali dalam beberapa bulan. Jadi wajar Anda akan ditanya terlebih dahulu kapan riwayat terakhir menggunakan CT Scan.

Umur dan jenis kelamin juga mempengaruhi 

Dikutip dari HealthDay, Dr Rebecca Smith-Bindman dari Departemen Radiologi Universitas California menjelaskan bahwa risiko terkena kanker ketika menggunakan CT Scan ternyata berpengaruh pada umur dan jenis kelamin. Misalnya perempuan dengan umur 20 tahun ke atas ketika melakukan pengecekan menggunakan CT Scan bisa berisiko terkena kanker lebih tinggi daripada laki-laki. Risiko ini akan turun ketika seseorang sudah berumur 40 sampai 50 tahun.

CT Scan tidak perlu dilakukan berkali-kali

Ketika Anda pertama kali didiagnosis terkena penyakit kanker, Anda seharusnya sudah mengetahui tipe kanker, stadium, risiko, tindakan awal serta cara pengobatan. Macam-macam diagnosis tersebut sebenarnya sudah cukup untuk membantu dokter dalam membuat keputusan jangka pendek maupun jangka panjang. Jadi Anda tidak perlu terlalu penasaran, bagaimana kondisi kanker dan ingin dilakukan CT Scan 3 bulan atau bahkan 2 bulan sekali. Penggunaan CT Scan berulang kali, walaupun menggunakan dosis sinar-x sangat rendah tentu berbahaya bagi kanker Anda.

Walaupun secara garis besar CT Scan ini tidak berbahaya bagi Anda pengidap kanker atau orang yang tidak pernah terkena kanker sama sekali, CT Scan bukan tidak mempunyai risiko. Penggunaan sinar-x dalam dosis rendah sekalipun bisa membuat kulit Anda gatal, pusing, dan mual. Jadi sebelum Anda melakukan pemeriksaan CT Scan, terlebih dahulu Anda harus mengikuti petunjuk dokter.

Beberapa Kanker yang Bisa Didiagnosis dengan CT Scan

Beberapa Kanker yang Bisa Didiagnosis dengan CT Scan

Perkembangan sejarah CT Scan boleh dibilang salah satu yang paling maju dan berdampak sangat besar bagi dunia medis. Sekitar tahun 1970an, CT Scan menjadi ujung tombak untuk melihat apakah ada masalah pada bagian kepala. Tidak sampai 10 tahun, CT Scan berkembang menjadi alat untuk diagnosis banyak sekali penyakit, salah satunya kanker.

Baca Juga: Deteksi Kanker dengan CT SCAN

Jika Anda awam dengan CT Scan, mungkin Anda hanya berpikir bahwa CT Scan ini hanya bertugas untuk melakukan pengecekan ketika Anda patah tulang. Padahal lebih dari itu, CT Scan ini bisa mendeteksi apakah di dalam salah satu organ tubuh Anda terdapat benjolan kanker atau tidak. Di dalam artikel kali ini akan dibahas beberapa kanker yang bisa didiagnosis dengan CT Scan.

Kanker otak

Menurut situs cancer.org, setidaknya ada 40 jenis kanker otak yang sampai sekarang sudah terdeteksi. Tetapi secara umum kanker otak dibagi menjadi 2, kanker jinak seperti neuroma, tumor hipofisis, dan meningioma. Kemudian ada kanker ganas yang biasanya sudah menyebar ke organ tubuh lain, terutama sumsum tulang belakang yaitu glioblastoma, dan glioma campuran.

Untuk mencegah munculnya kanker ganas pada otak, tentu pasien harus lebih aware jika ada kelainan medis. Hal-hal sederhana seperti pusing tidak kunjung reda atau bahkan kepala berat yang berlangsung selama beberapa hari bisa membuat Anda terhindar dari kanker otak ganas. Salah satu diagnosis paling populer untuk kanker otak adalah CT Scan. Dengan teknologi terbaru, benjolan kurang dari 0,5 cm bisa terdeteksi dengan CT Scan.

Kanker paru

Selain untuk diagnosis kanker otak, CT Scan juga populer digunakan untuk mendeteksi kanker paru. Sebenarnya CT Scan ini bisa melihat paru-paru pasien secara keseluruhan, tidak hanya mendeteksi kelainan yang menyebabkan kanker, seperti benjolan ataupun bercak. Tetapi bisa melihat apakah paru-paru Anda terpapar yang menyebabkan virus covid-19 misalnya.

Biasanya CT Scan yang dilakukan untuk diagnosis kanker paru dilakukan setelah adanya kelainan sesudah dilakukan foto rontgen. CT Scan pada paru ini akan menghasilkan diagnosis yang lebih detail, mulai dari posisi tumor, besarnya tumor, sampai stadium tumor.

Kanker serviks

Selanjutnya adalah kanker serviks atau banyak yang disebut dengan kanker rahim. Sebenarnya kanker serviks ini bisa dicegah ketika berada pada stadium 1A, bahkan jika kelainan terdeteksi sebelum stadium tersebut maka kesembuhan bisa mencapai 100%. Itulah sebenarnya screening pre-cancer sekarang sedang digencarkan dengan cara tidak meremehkan gejala sekecil apapun yang muncul.

CT Scan sangat membantu untuk mendiagnosis apakan terjadi kanker serviks parah atau tidak. Biasanya pasien datang ke rumah sakit ketika sudah mempunyai keluhan seperti berdarah ketika berhubungan seks atau nyeri berkepanjangan.

Kanker usus besar

Jenis kanker terakhir yang bisa didiagnosis dengan CT Scan adalah kanker usus besar. Kanker jenis in biasanya membutuhkan diagnosis yang lebih detail selain menggunakan CT Scan. Misalnya endoskopi dan biopsi yang bisa mengenali jenis kanker usus besar dengan lebih detail. CT Scan akan membantu untuk diagnosis awal ketika adanya kelainan yang dialami pasien seperti benjolan atau nyeri ketika buang besar.

Itulah beberapa jenis kanker yang bisa dideteksi dengan menggunakan CT Scan. Semoga Anda sehat selalu dan terhindar dari penyakit kanker.