fbpx
Apakah Semua Jenis Kanker Perlu Dilakukan Pembedahan?

Apakah Semua Jenis Kanker Perlu Dilakukan Pembedahan?

Bagi sebagian besar penderita yang baru saja mengetahui bahwa dirinya terkena kanker, tentu hal pertama yang paling ditakutkan adalah operasi. Khususnya perempuan yang terkena kanker payudara, ketika mendengar kata operasi hal yang dibayangkan adalah pengangkatan payudara sehingga menimbulkan efek kurang percaya diri. Permasalahannya, apakah semua jenis kanker ini perlu dilakukan pembedahan atau operasi?

Baca Juga: Apa Itu Kemoterapi? Kapan Anda Harus Melakukan Kemoterapi?

Hampir sebagian besar jenis kanker memerlukan tindakan pembedahan untuk mengangkat dan membersihkan sel kanker. Tetapi ternyata ada beberapa hal yang membuat penderita tidak memerlukan operasi atau bahkan tidak boleh melakukan operasi. Apa saja jenis kanker atau kapan tindakan pembedahan ini harus dilakukan?

Diagnosis kanker

Sebelum masuk ke dalam inti permasalahan, Anda harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana besarnya potensi kanker, jenis kanker, sampai lokasinya. Semua hal tersebut bisa dilihat dari diagnosis kanker dengan cara yang beragam. Mulai dari CT Scan, USG, mamografi, MRI, rontgen, sampai biopsi. Setelah melalui prosedur tersebut, baru muncul diagnosis bagaimana cara menyembuhkan kanker, apakah harus segera dioperasi atau bahkan tidak perlu operasi.

Beberapa jenis kanker yang tidak memerlukan pembedahan atau operasi

Ternyata tidak semua jenis kanker harus melalui proses operasi, semua tergantung jenis kanker, tingkat stadium, sampai lokasi. Contohnya adalah kanker limfoma atau kelenjar getah bening. Seperti dilansir dari cnnindonesia.com, konsultan hematologi-onkologi medik Andhika Rachman menjelaskan bahwa kanker limfoma tidak akan sembuh jika melalui proses pembedahan atau operasi.

Jikalau harus melalui operasi, itu ketika kanker limfoma menyerang organ tubuh lain yang menghalangi metabolisme tubuh. Misalnya kanker limfoma sudah menyerang paru-paru atau usus, itu harus segera dioperasi. Kemudian penyembuhan kanker limfoma yang tepat adalah dengan kemoterapi atau radioterapi secara teratur.

Selain kanker limfoma, ada juga kanker payudara yang masih berada di stadium 0 ataupun 1. Di stadium ini, kanker payudara masih bersifat jinak dan belum menyebar ke seluruh jaringan payudara. Jadi untuk Anda yang tidak ingin melakukan prosedur operasi saat terkena kanker payudara, mulai sekarang ubah pola hidup sehat dan lakukan SADARI.

Jenis kanker yang harus melalui proses pembedahan atau operasi

Selain beberapa jenis kanker di atas, ada juga kanker yang harus melalui proses pembedahan atau operasi. Misalnya kanker payudara stadium 3 atau 4 yang sel jaringan tumornya tidak berada terlalu dalam atau menempel pada organ tubuh vital. Kemudian ada juga kanker tulang yang harus segera dilakukan operasi agar tidak menyebar dan memperburuk keadaan. Walaupun begitu, kanker tulang ataupun kanker payudara bisa tidak melalui proses operasi secara langsung, tetapi melalui kemoterapi atau radioterapi.

Sekarang Anda sudah mengetahui bahwa sebenarnya titik utama dari boleh tidaknya tindakan operasi ini ada pada diagnosis dokter. Jika ternyata diagnosis dokter mengatakan Anda harus segera melakukan operasi dalam waktu dekat. Begitu juga sebaliknya, ada kanker yang memang tidak membutuhkan operasi jadi cukup melakukan kemoterapi atau radioterapi. Seperti dijelaskan sebelumnya, bahwa semakin awal Anda mengetahui gejala atau tanda-tanda kanker itu akan semakin baik dan bisa disembuhkan tanpa melalui prosedur pembedahan atau operasi.

Mamografi, Cara Mendeteksi Kanker Payudara Paling Efektif

Mamografi, Cara Mendeteksi Kanker Payudara Paling Efektif

Tahun 2018 data dari data Global Cancer Observatory bagian dari World Health Organization menyebutkan setidaknya 16,7% kasus kanker di Indonesia adalah kanker payudara. Kemudian Kementerian Kesehatan juga mengatakan bahwa 42,1 orang dari 100 ribu penduduk di Indonesia terkena kanker payudara. Itulah mengapa Anda sangat sering melihat tips bagaimana cara mendeteksi dini kanker payudara sampai cara mencegahnya.

Untuk mendukung gerakan tersebut, kami akan mencoba sedikit membahas tetangan mamografi. Ini adalah satu dari beberapa cara mendeteksi kanker payudara paling efektif. Penasaran apa itu mamografi, apakah bisa melakukan mamografi walaupun tidak mengidap kanker? Atau kapan sebenarnya Anda harus menggunakan mamografi?

Sejarah mamografi

Mamografi pertama kali digunakan setelah x-rays ditemukan oleh Wilhelm Rontgen di tahun 1895. Perbedaan mamografi dengan rontgen ataupun radioterapi adalah penggunaan dosis sinar-x yang sangat rendah. Di tahun 1958, paper tentang mamografi pertama diluncurkan dan diikuti peluncuran buku 1964 dengan judul Mammography. Di tahun 60an, mamografi berhasil mendeteksi 250an pasien kanker payudara tanpa menggunakan biopsi. Penemuan mamografi ini sangat bersejarah karena bisa menekan angka kematian diakibatkan kanker payudara.

Jenis mamografi

Ada dua jenis mamografi, yaitu screening mammography dan diagnostic mammography.

  • Mamografi skrining

Mamografi skrining ini dilakukan untuk mendeteksi kelainan yang ada payudara, walaupun pasien tidak merasakan tanda atau gejala apapun. Mamografi skrining sangat dianjurkan kepada wanita yang berusia di atas 40 tahun ataupun terkena risiko kanker payudara.

  • Mamografi diagnostik

Selanjutnya ada mamografi diagnostik yang dilakukan untuk mengidentifikasi adanya perubahan terhadap payudara akibat keluhan nyeri, benjolan atau perubahan warna kulit. Biasanya mamografi diagnostik ini akan dilakukan lebih dari satu kali setelah melakukan mamografi skrining.

Manfaat mamografi

Mamografi sangat penting untuk wanita yang berusia 40 tahun ke atas, karena bisa membantu mendeteksi kanker payudara lebih dini. Seperti diketahui wanita berusia 40 tahun ke atas lebih rentan terkena kanker payudara, oleh karena itu dokter menganjurkan selain mendeteksi secara mandiri, wanita berusia 40 tahun ke atas bisa melakukan mamografi setidaknya setahun sekali.

Selain mendeteksi secara dini kanker payudara, mamografi mempunyai manfaat lain yaitu mengetahui perubahan yang terjadi pada payudara. Misalnya ketika Anda curiga dengan perubahan bentuk putting, Anda bisa melakukan tes mamografi. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir lagi dengan segala perubahan di sekitar payudara Anda.

Cara kerja mamografi 

Sebelum melakukan mamografi, Anda diminta untuk tidak memberikan parfum, deodoran, atau produk apapun ke tubuh Anda karena akan mengganggu proses mamografi. Pada saat melakukan proses mamografi, payudara Anda akan ditempelkan ke sebuah alat yang sudah terdapat sinar radiasi. Dalam beberapa kasus, pasien akan merasa tidak nyaman akibat proses mamografi ini.

Setelah melalui proses mamografi, hasilnya bisa langsung Anda lihat kurang dari 24 jam. Dari situ akan terlihat apakah ada perubahan yang terjadi pada payudara, mulai dari lokasi tumor sampai jenis stadium. Sekarang Anda sudah mengetahui apa itu fungsi mamografi dan kapan sebaiknya Anda melakukan mamografi. Semoga Anda diberi kesehatan.

Manfaat dan Jenis Radioterapi Pada Kasus Kanker

Manfaat dan Jenis Radioterapi Pada Kasus Kanker

Seperti dijelaskan pada artikel-artikel sebelumnya, bahwa penyembuhan kanker ini tidak sertamerta hanya dilakukan dengan operasi atau kemoterapi saja. Dengan majunya perkembangan teknologi, radioterapi sudah bisa digunakan untuk menyembuhkan kanker. Jangan bandingan di tahun 50an, terapi radiologi masih cukup berbahaya karena alasan keamanan. Sekarang, terapi radioterapi benar-benar aman digunakan.

Untuk Anda yang tertarik dengan radioterapi atau ingin mengetahui mengenai perkembangan radioterapi, kali ini akan dibahas serba-serbi mengenai radioterapi. Mulai dari bagaimana sejarahnya, jenis kanker aja yang bisa menggunakan terapi radioterapi, sampai bagaimana jenis radioterapi sekarang.

Manfaat radioterapi

Mungkin Anda sudah bosan dengan beberapa penjelasan mengenai sejarah radioterapi dan perkembangannya. Oleh karena itu kita langsung saja masuk ke dalam manfaat radioterapi.

  • Bisa menjadi cara utama untuk sembuh dari kanker

Setelah diagnosis kanker sudah selesai dilakukan, dokter akan mulai memberikan opsi untuk penyembuhan kanker. Dalam beberapa kasus kanker yang masih berada di stadium awal, penyembuhan kanker bisa menggunakan hanya radioterapi. Dengan penanganan yang tepat, kanker bisa berkurang atau hilang dengan radioterapi.

  • Menjadi kombinasi pengobatan kanker

Manfaat kedua dari radioterapi adalah menjadi kombinasi untuk pengobatan kanker. Ada banyak sekali jenis kanker yang harus melalui proses radioterapi, misalnya pasien kanker prostat yang selesai melakukan operasi. Biasanya sel kanker akan tersisa atau tertinggal dan berpotensi untuk tumbuh. Dengan radioterapi, sel kanker bisa hilang sempurna.

  • Membantu mengurangi ukuran kanker sebelum operasi

Radioterapi lazim dilakukan ketika pasien akan menjalani operasi pengangkatan sel tumor. Dengan kondisi sel tumor yang terlalu besar, tentu riskan jika dipaksakan operasi, jadi harus dilakukan pengecilan sel tumor dengan radioterapi.

  • Meringankan gejala kanker untuk stadium akhir

Ketika pasien mengalami kanker stadium akhir, tentu gejala yang dirasakan akan semakin berat. Oleh karena itu, radioterapi bisa mengurangi dampak tersebut.

Jenis Radioterapi

Bagi sebagian besar dari Anda yang sering melihat film box office, hal yang ada di pikiran Anda adalah pasien radioterapi akan diberikan sinar yang sangat terang. Tidak sepenuhnya salah, tetapi prosedur radioterapi ini bisa bermacam-macam. Simak 3 jenis radioterapi.

  • Radioterapi eksternal

Radioterapi eksternal ini dilakukan dengan cara memancarkan sinar energi ke dalam tubuh yang terkena sel kanker kurang lebih 30 menit. Tujuannya untuk membunuh dan menghentikan pertumbuhan sel kanker.

  • Radioterapi implan

Radioterapi implan ini digunakan ketika posisi sel kanker sangat ke dalam atau terhalang bagian organ tubuh lain, jadi tubuh pasien akan ditanam implan dengan materi radioaktif. Biasanya ini dilakukan kepada pasien kanker rahim, serviks, ataupun leher.

  • Radioisotop

Terakhir adalah radioisotop, atau radioterapi dengan bantuan cairan atau iodin radioaktif. Pasien akan minum cairan radioisotop yang nantinya akan masuk ke dalam aliran darah yang kemudian akan mengumpulkan sel kanker dan menghancurkannya. Biasanya ini terjadi pada pasien kanker tiroid.

Proses radioterapi ini tidak dilakukan hanya sekali atau dua kali. Dalam beberapa kasus setelah operasi, penghilangan sisa sel kanker ini bisa dilakukan 8-10 kali radioterapi, tergantung besarnya sel kanker. Untuk efek samping, radioterapi bisa mengakibatkan diare pembengkakan pada kaki/tangan, sariawan, dan rontoknya rambut di sekitar tubuh yang terkena radioterapi. Sekarang Anda telah mengetahui serba-serbi radioterapi. Semoga Anda terus diberi kesehatan.

Mengenal Stadium Pada Kanker, Apa yang Mempengaruhinya?

Mengenal Stadium Pada Kanker, Apa yang Mempengaruhinya?

Mungkin Anda sering mendengar bagaimana penyakit kanker ini memiliki stadium atau stage. Semakin tinggi stadium yang dialami oleh penderita, berarti semakin parah. Begitu juga sebaliknya, jika penderita masih terjangkit kanker stadium 0 atau 1 itu berarti kanker masih kecil dan belum menyebar. Di balik informasi tingkatan setiap stadium, ternyata diagnosis stadium ini juga sangat mempengaruhi terhadap tindakan yang akan dilakukan oleh dokter onkologi.

Untuk membantu Anda memahami bagaimana sebenarnya tingkatan stadium pada kanker, kali ini akan dibahas apa saja stadium beserta detail setiap tingkatannya. Selain itu juga akan dibahas apa saja yang mempengaruhi tingkatan stadium.

Tingkatan stadium pada kanker

Sebelum masuk ke pokok bahasan, Anda harus tahu bahwa sejatinya stadium ini ditujukan kepada penderita kanker atau tumor ganas. Sedangkan untuk penderita tumor jinak tidak mengenal stadium, tetapi jika dibiarkan tumor jinak bisa menjadi ganas dan bisa naik stadium menjadi berbahaya. Sekarang simak tingkatan stadium pada kanker:

  • Stadium 0

Pada kanker stadium 0, sel kanker baru mulai tumbuh di tempat asalnya. Selain itu sel kanker juga belum menyebar ke jaringan atau organ tubuh lain. Kelebihan jika Anda mengetahui kanker stadium 0 adalah tingkat kesembuhan bisa sangat tinggi. Jika kanker stadium 0 berada di lokasi yang tidak sulit, dokter akan menyarankan untuk operasi atau radioterapi.

  • Stadium I

Kanker stadium 1 adalah sel kanker yang sudah mulai tumbuh tetapi berukuran sangat kecil, biasanya kanker stadium 1 bisa disebut sebagai kanker stadium awal. Hampir sama seperti kanker stadium 0, kanker stadium 1 hampir tidak memperlihatkan gejala. Untuk mengetahui apakah Anda terkena kanker stadium 1 atau tidak adalah dengan cara melihat tanda fisik, seperti kanker payudara apakah terjadi benjolan. Kanker stadium 1 ini bisa dilakukan penyembuhan secara operasi, radioterapi, ataupun kemoterapi.

  • Stadium II

Kemudian untuk kanker stadium II, perbedaannya adalah sel kanker tumbuh lebih besar daripada sebelumnya. Di kanker stadium II ini, sel kanker masih belum menyebar dan masih berada di posisi semula. Saat penderita mengalami kanker stadium II, ada kemungkinan besar kanker akan menyebar dan harus segera mengambil tindakan penyembuhan atau pencegahan.

  • Stadium III

Untuk kanker stadium III, sel kanker akan mulai menyebar ke dalam jaringan tubuh. Misalnya mulai menyerang sel saraf atau kelenjar getah bening. Pada intinya, penderita sel kanker stadium III ini penyebarannya hanya sebatas ke kelenjar getah bening atau otot di sekitar lokasi kanker dan belum menyebar ke organ tubuh lain.

  • Stadium IV

Kanker stadium IV atau stadium akhir ini, sel kanker sudah menyebar atau menyerang organ tubuh lain. Misalnya kanker payudara stadium IV, biasanya sudah langsung menyerang paru-paru, hati, atau bahkan lambung. Ketika sudah divonis kanker stadium IV, hal yang harus dilakukan adalah tindakan pencegahan, penghentian, atau memperlambat tumbuhnya kanker.

Di dunia medis, juga ada beberapa sebutan seperti Kanker Payudara Stadium 3A atau 3B. Perbedaannya adalah ukuran tumor dan tingkat penyebarannya. Ini juga berlaku di jenis kanker yang lain, tergantung ukuran dan tingkat keganasan.

Itulah kelima stadium tumor yang bisa Anda ketahui. Lebih dini Anda mengetahui kemungkinan terkena kanker stadium awal, tentu lebih bagus bagi Anda. Semoga mencerahkan.

Apa Itu Kemoterapi? Kapan Anda Harus Melakukan Kemoterapi?

Apa Itu Kemoterapi? Kapan Anda Harus Melakukan Kemoterapi?

Salah satu pengobatan kanker yang paling umum bagi orang awam adalah kemo atau kemoterapi. Padahal sejatinya ada banyak sekali cara penyembuhan kanker, mulai dari operasi sampai radiasi. Salah kaprah terhadap kemoterapi ini juga muncul ketika pasien mengalami rambut rontok atau kebotakan, ini diakibatkan kemoterapi yang sangat panas. Padahal pasien kemo yang mengalami rambut rontok atau kebotakan ini terjadi karena terhambatnya beberapa sel sehat.

Di dalam artikel kali ini, akan coba membahas sebenarnya apa itu kemoterapi. Apakah kemoterapi adalah jalan terbaik untuk mengobati penyakit kanker? Atau ada cara lain? Dan pertanyaan yang paling penting adalah kapan sebenarnya Anda harus melakukan kemoterapi?

Sejarah kemoterapi

Kemoterapi pertama kali muncul setelah sebelum perang dunia pertama, ketika itu banyak peneliti yang mulai mencoba mengobati kanker. Salah satu percobaan yang dilakukan untuk pengobatan kanker adalah ke hewan, sayang hasilnya tidak begitu bagus. Kemudian sejarah besar muncul saat perang dunia kedua, penelitian senjata kimia ternyata berdampak luar biasa terhadap manusia. Senjata kimia tidak sengaja terhirup oleh manusia dan ternyata mampu mengobati beberapa penyakit.

Butuh sekitar 15 tahun setelah perang dunia kedua, obat untuk kanker benar-benar sukses dilakukan. Penyakit seperti leukemia dan penyakit Hodgkin berhasil disembuhkan hampir 90%. Di tahun 70an, obat kanker berhasil dikembangkan dan sampai sekarang setidaknya setiap tahun ada sekitar 1-2 obat kanker. Obat kanker lebih akrab disebut dengan kemoterapi.

Fungsi kemoterapi

Manfaat besar kemoterapi ini ada secara garis besar dibagi menjadi 3, pertama adalah untuk meringankan gejala. Biasanya kemoterapi untuk meringankan gejala dilakukan sebelum operasi, agar saat operasi tumor menjadi lebih kecil dan lebih mudah diambil. Manfaat kedua kemoterapi adalah untuk mengendalikan penyebaran tumor. Biasanya kemoterapi dengan manfaat mengendalikan penyebaran tumor adalah ketika tumor berada di lokasi yang sulit dan sudah mencapai stadium tinggi.

Fungsi kemoterapi terakhir adalah menyembuhkan. Nah biasanya kemoterapi dengan fungsi ini dilakukan ketika sudah selesai melakukan operasi. Ketika operasi pengangkatan tumor selesai, setidaknya masih ada kemungkinan kanker masih tertinggal. Dengan kemoterapi, sel tumor yang tertinggal bisa disembuhkan.

Efek kemoterapi

Cara kerja dari kemoterapi adalah menghancurkan sel jahat yang mengakibatkan kanker. Tetapi ketika penyembuhan mulai dilakukan secara kemoterapi, terkadang sel-sel baik yang ada di sekitar kanker ikut “terserang”. Jadi efek samping penggunaan kemoterapi ini dikarenakan ikut rusaknya sel baik yang ada di sekitar tumor.

Secara fisik, seseorang yang melakukan kemoterapi ini biasanya akan lebih lemah dan mudah lelah. Selain itu, rambut Anda akan mulai rontok yang disebabkan sel yang mengakibatkan rambut tumbuh ini sudah rusak. Selain itu, efek samping kemoterapi ini antara lain nyeri para perut, kehilangan nafsu makan, mulut mudah sariawan, sulit tidur, dan bahkan stres. Oleh karena itu, dokter onkologi biasanya membatasi kemoterapi hanya 1 bulan sekali atau bahkan 2 bulan sekali tergantung kondisi pasien.

Waktu tepat untuk kemoterapi 

Pertanyaan besar muncul, sebenarnya kapan waktu yang tepat untuk melakukan kemoterapi. Biasanya kemoterapi dilakukan ketika dokter onkologi sudah mendapatkan diagnosis final mengenai lokasi kanker, jenis kanker, dan tingkat stadium. Dokter onkologi kemudian akan memberikan pengobatkan kemoterapi yang dibagi menjadi bermacam-macam tergantung jenis kanker. Misalnya kemoterapi topikal dalam bentuk krim untuk pengidap kanker kulit. Kemudian ada oral dan suntik untuk pengobatan kanker dari dalam.

Sampai sekarang kemoterapi adalah salah satu cara penyembuhan yang sangat ampuh dilakukan bagi penderita kanker. Entah sebelum operasi, sesudah operasi, atau bahkan 3-4 tahun sesudah operasi kemoterapi masih relevan untuk dilakukan. Bagaimana Anda sudah mengerti tentang serba-serbi kemoterapi?

Apa Beda Kanker dengan Tumor?

Apa Beda Kanker dengan Tumor?

Salah kaprah terhadap informasi mengenai penyakit merupakan hal paling mendasar yang mengakibatkan kekhawatiran secara berlebih. Contoh sederhana adalah membedakan antara kanker dengan tumor, yang ternyata terdapat perbedaan yang cukup mencolok. Mungkin sebagian besar dari Anda mengira bahwa tumor adalah step awal dari kanker, atau bahkan sebaliknya? Padahal kanker dan tumor itu dua hal yang berbeda.

Di dalam artikel kali ini, Anda akan kami ajak untuk mengenal apa sebenarnya arti, perbedaan, dan persamaan antara kanker dengan tumor. Penasaran?

Apa itu tumor dan kanker? 

Tumor adalah pertumbuhan sel yang berlebihan di dalam suatu jaringan dan membentuk sebuah benjolan. Nah tumor sendiri dibagi menjadi 2 tipe, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Untuk tumor jinak umumnya tidak mengganggu jaringan di sekitar alias tidak menyebar. Selain itu tumor jinak juga sangat lambat berkembang biak atau menyebar ke bagian tubuh lain. Jadi pada dasarnya tumor jinak ini dianggap tidak terlalu berbahaya.

Kemudian untuk tumor ganas, tumor ini akan menyebar ke bagian tubuh lain dengan cepat, bahkan bisa merusak sel-sel yang sehat. Dengan begitu tumor ganas ini bisa membentuk tumor lain yang bisa merusak bagian tubuh lain. Jadi untuk tumor ganas perlu penanganan khusus untuk mencegah dan mengobati. Bisa dibilang, tumor ganas bisa juga disebut dengan kanker.

Apakah semua benjolan termasuk kanker? 

Sekarang Anda sudah tahu perbedaan antara tumor dan kanker. Lalu muncul pertanyaan apakah semua benjolan ini termasuk kanker? Pertanyaan ini biasanya keluar ketika Anda tidak mempunyai wawasan tentang penyakit kanker kemudian khawatir yang berakibat stres. Padahal tidak semua benjolan yang ada di tubuh kita ini termasuk kanker.

Misalnya benjolan yang ada bagian lengan atau tangan, tidak otomatis Anda terkena kanker tulang atau kanker kulit. Ciri-ciri benjolan yang termasuk kanker atau tumor ganas adalah benjolannya terasa kaku, keras, dan sulit digerakkan. Pasalnya kanker atau tumor ganas ini cenderung berusaha menyatu ke dalam bagian tubuh, jadi mereka akan menjadi keras. Jika ternyata benjolan ini lunak dan mudah digerakkan, kemungkinan besar ini adalah tumor jinak dan tidak berbahaya.

Penanganan kanker dan tumor

Lalu apa yang harus Anda lakukan? Pertama Anda harus ke dokter dan melakukan CT Scan atau penanganan pertama untuk melihat jenis tumor. Jika memang tidak mengganggu aktivitas, Anda bisa melakukan operasi untuk mengambil jaringan tumor. Terkadang dalam suatu kasus dokter onkologi akan memberikan beberapa pantangan makanan serta perubahan kebiasaan aktivitas yang harus Anda lakukan. Jangan remehkan tumor jinak jika itu terjadi di dalam otak. Tumor jinak di dalam otak ini perlahan-lahan akan membunuh sel otak dan bisa membahayakan Anda.

Kemudian jika Anda terkena tumor ganas atau kanker, Anda harus memilih dokter onkologi yang tepat. Mereka harus mempunyai alat untuk diagnosis yang sangat baik, ini akan memudahkan dokter untuk mengambil keputusan. Beberapa tindakan seperti operasi, kemoterapi, dan radiasi harus segera dilakukan.

Mulai sekarang Anda sudah mengetahui apa itu perbedaan antara kanker dengan tumor. Pada dasarnya tidak semua kanker itu tumor, dan tidak semua tumor itu kanker. Anda harus melihat setiap karakteristik dan diagnosis dokter untuk mengetahui bagaimana tingkat penyebaran dan jenis tumor/kankernya.