Apa Itu Kemoterapi? Kapan Anda Harus Melakukan Kemoterapi?

Apa Itu Kemoterapi? Kapan Anda Harus Melakukan Kemoterapi?

Salah satu pengobatan kanker yang paling umum bagi orang awam adalah kemo atau kemoterapi. Padahal sejatinya ada banyak sekali cara penyembuhan kanker, mulai dari operasi sampai radiasi. Salah kaprah terhadap kemoterapi ini juga muncul ketika pasien mengalami rambut rontok atau kebotakan, ini diakibatkan kemoterapi yang sangat panas. Padahal pasien kemo yang mengalami rambut rontok atau kebotakan ini terjadi karena terhambatnya beberapa sel sehat.

Di dalam artikel kali ini, akan coba membahas sebenarnya apa itu kemoterapi. Apakah kemoterapi adalah jalan terbaik untuk mengobati penyakit kanker? Atau ada cara lain? Dan pertanyaan yang paling penting adalah kapan sebenarnya Anda harus melakukan kemoterapi?

Sejarah kemoterapi

Kemoterapi pertama kali muncul setelah sebelum perang dunia pertama, ketika itu banyak peneliti yang mulai mencoba mengobati kanker. Salah satu percobaan yang dilakukan untuk pengobatan kanker adalah ke hewan, sayang hasilnya tidak begitu bagus. Kemudian sejarah besar muncul saat perang dunia kedua, penelitian senjata kimia ternyata berdampak luar biasa terhadap manusia. Senjata kimia tidak sengaja terhirup oleh manusia dan ternyata mampu mengobati beberapa penyakit.

Butuh sekitar 15 tahun setelah perang dunia kedua, obat untuk kanker benar-benar sukses dilakukan. Penyakit seperti leukemia dan penyakit Hodgkin berhasil disembuhkan hampir 90%. Di tahun 70an, obat kanker berhasil dikembangkan dan sampai sekarang setidaknya setiap tahun ada sekitar 1-2 obat kanker. Obat kanker lebih akrab disebut dengan kemoterapi.

Fungsi kemoterapi

Manfaat besar kemoterapi ini ada secara garis besar dibagi menjadi 3, pertama adalah untuk meringankan gejala. Biasanya kemoterapi untuk meringankan gejala dilakukan sebelum operasi, agar saat operasi tumor menjadi lebih kecil dan lebih mudah diambil. Manfaat kedua kemoterapi adalah untuk mengendalikan penyebaran tumor. Biasanya kemoterapi dengan manfaat mengendalikan penyebaran tumor adalah ketika tumor berada di lokasi yang sulit dan sudah mencapai stadium tinggi.

Fungsi kemoterapi terakhir adalah menyembuhkan. Nah biasanya kemoterapi dengan fungsi ini dilakukan ketika sudah selesai melakukan operasi. Ketika operasi pengangkatan tumor selesai, setidaknya masih ada kemungkinan kanker masih tertinggal. Dengan kemoterapi, sel tumor yang tertinggal bisa disembuhkan.

Efek kemoterapi

Cara kerja dari kemoterapi adalah menghancurkan sel jahat yang mengakibatkan kanker. Tetapi ketika penyembuhan mulai dilakukan secara kemoterapi, terkadang sel-sel baik yang ada di sekitar kanker ikut “terserang”. Jadi efek samping penggunaan kemoterapi ini dikarenakan ikut rusaknya sel baik yang ada di sekitar tumor.

Secara fisik, seseorang yang melakukan kemoterapi ini biasanya akan lebih lemah dan mudah lelah. Selain itu, rambut Anda akan mulai rontok yang disebabkan sel yang mengakibatkan rambut tumbuh ini sudah rusak. Selain itu, efek samping kemoterapi ini antara lain nyeri para perut, kehilangan nafsu makan, mulut mudah sariawan, sulit tidur, dan bahkan stres. Oleh karena itu, dokter onkologi biasanya membatasi kemoterapi hanya 1 bulan sekali atau bahkan 2 bulan sekali tergantung kondisi pasien.

Waktu tepat untuk kemoterapi 

Pertanyaan besar muncul, sebenarnya kapan waktu yang tepat untuk melakukan kemoterapi. Biasanya kemoterapi dilakukan ketika dokter onkologi sudah mendapatkan diagnosis final mengenai lokasi kanker, jenis kanker, dan tingkat stadium. Dokter onkologi kemudian akan memberikan pengobatkan kemoterapi yang dibagi menjadi bermacam-macam tergantung jenis kanker. Misalnya kemoterapi topikal dalam bentuk krim untuk pengidap kanker kulit. Kemudian ada oral dan suntik untuk pengobatan kanker dari dalam.

Sampai sekarang kemoterapi adalah salah satu cara penyembuhan yang sangat ampuh dilakukan bagi penderita kanker. Entah sebelum operasi, sesudah operasi, atau bahkan 3-4 tahun sesudah operasi kemoterapi masih relevan untuk dilakukan. Bagaimana Anda sudah mengerti tentang serba-serbi kemoterapi?

Apa Beda Kanker dengan Tumor?

Apa Beda Kanker dengan Tumor?

Salah kaprah terhadap informasi mengenai penyakit merupakan hal paling mendasar yang mengakibatkan kekhawatiran secara berlebih. Contoh sederhana adalah membedakan antara kanker dengan tumor, yang ternyata terdapat perbedaan yang cukup mencolok. Mungkin sebagian besar dari Anda mengira bahwa tumor adalah step awal dari kanker, atau bahkan sebaliknya? Padahal kanker dan tumor itu dua hal yang berbeda.

Di dalam artikel kali ini, Anda akan kami ajak untuk mengenal apa sebenarnya arti, perbedaan, dan persamaan antara kanker dengan tumor. Penasaran?

Apa itu tumor dan kanker? 

Tumor adalah pertumbuhan sel yang berlebihan di dalam suatu jaringan dan membentuk sebuah benjolan. Nah tumor sendiri dibagi menjadi 2 tipe, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Untuk tumor jinak umumnya tidak mengganggu jaringan di sekitar alias tidak menyebar. Selain itu tumor jinak juga sangat lambat berkembang biak atau menyebar ke bagian tubuh lain. Jadi pada dasarnya tumor jinak ini dianggap tidak terlalu berbahaya.

Kemudian untuk tumor ganas, tumor ini akan menyebar ke bagian tubuh lain dengan cepat, bahkan bisa merusak sel-sel yang sehat. Dengan begitu tumor ganas ini bisa membentuk tumor lain yang bisa merusak bagian tubuh lain. Jadi untuk tumor ganas perlu penanganan khusus untuk mencegah dan mengobati. Bisa dibilang, tumor ganas bisa juga disebut dengan kanker.

Apakah semua benjolan termasuk kanker? 

Sekarang Anda sudah tahu perbedaan antara tumor dan kanker. Lalu muncul pertanyaan apakah semua benjolan ini termasuk kanker? Pertanyaan ini biasanya keluar ketika Anda tidak mempunyai wawasan tentang penyakit kanker kemudian khawatir yang berakibat stres. Padahal tidak semua benjolan yang ada di tubuh kita ini termasuk kanker.

Misalnya benjolan yang ada bagian lengan atau tangan, tidak otomatis Anda terkena kanker tulang atau kanker kulit. Ciri-ciri benjolan yang termasuk kanker atau tumor ganas adalah benjolannya terasa kaku, keras, dan sulit digerakkan. Pasalnya kanker atau tumor ganas ini cenderung berusaha menyatu ke dalam bagian tubuh, jadi mereka akan menjadi keras. Jika ternyata benjolan ini lunak dan mudah digerakkan, kemungkinan besar ini adalah tumor jinak dan tidak berbahaya.

Penanganan kanker dan tumor

Lalu apa yang harus Anda lakukan? Pertama Anda harus ke dokter dan melakukan CT Scan atau penanganan pertama untuk melihat jenis tumor. Jika memang tidak mengganggu aktivitas, Anda bisa melakukan operasi untuk mengambil jaringan tumor. Terkadang dalam suatu kasus dokter onkologi akan memberikan beberapa pantangan makanan serta perubahan kebiasaan aktivitas yang harus Anda lakukan. Jangan remehkan tumor jinak jika itu terjadi di dalam otak. Tumor jinak di dalam otak ini perlahan-lahan akan membunuh sel otak dan bisa membahayakan Anda.

Kemudian jika Anda terkena tumor ganas atau kanker, Anda harus memilih dokter onkologi yang tepat. Mereka harus mempunyai alat untuk diagnosis yang sangat baik, ini akan memudahkan dokter untuk mengambil keputusan. Beberapa tindakan seperti operasi, kemoterapi, dan radiasi harus segera dilakukan.

Mulai sekarang Anda sudah mengetahui apa itu perbedaan antara kanker dengan tumor. Pada dasarnya tidak semua kanker itu tumor, dan tidak semua tumor itu kanker. Anda harus melihat setiap karakteristik dan diagnosis dokter untuk mengetahui bagaimana tingkat penyebaran dan jenis tumor/kankernya.

Kapan Harus ke Dokter Onkologi? Ini 4 Gejala Kanker yang Sering Diremehkan

Kapan Harus ke Dokter Onkologi? Ini 4 Gejala Kanker yang Sering Diremehkan

Apakah Anda tahu bahwa sebagian besar diagnosis kanker diketahui saat sudah masuk ke stadium 2? Itu adalah rata-rata yang dikeluarkan oleh prenuvo.com. Kemudian timbul pertanyaan, apakah gejala kanker ini memang tidak bisa diketahui sejak dini? Apakah tidak ada tindakan pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah tubuh agar tidak terkena kanker?

Dengan kemajuan teknologi, sebenarnya beberapa jenis kanker sudah mulai bisa terdeteksi sejak ini. Mungkin Anda sudah mengetahui bagaimana ciri-ciri sederhana bagaimana seorang wanita terkena kanker payudara. Di dalam artikel kali ini akan dibahas kapan sebenarnya Anda harus ke dokter onkologi dan bagaimana gejala-gejala kanker sederhana yang sangat sering diremehkan.

Benjolan atau pembengkakan di bagian tubuh mana pun

Gejala kanker pertama yang sering diremehkan adalah benjolan atau pembengkakan. Biasanya orang akan mulai aware ketika ada benjolan di tempat yang memang berbahaya, seperti benjolan pada testis untuk pria dan benjolan di payudara untuk wanita. Tetapi ketika ada benjolan di tangan dan ternyata tidak sakit, mereka malah abai dan menganggap remeh.

Padahal benjolan atau pembengkakan di bagian tubuh mana pun adalah gejala kanker pertama yang harus Anda waspadai. Anda wajib memeriksakan benjolan atau pembengkakan ketika sudah muncul lebih dari 3 minggu dan tidak ada tanda-tanda membaik ke dokter onkologi.

Suara serak atau batuk tidak kunjung sembuh

Batuk merupakan penyakit paling lazim di Indonesia. Dengan iklim yang tidak menentu, seseorang dengan mudah terkena batuk, pilek, hingga demam. Secara umum, batuk akan sembuh dalam jangka waktu seminggu dengan istirahat yang cukup. Hal yang paling berbahaya adalah ketika Anda mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh, apalagi ditambah suara menjadi serak.

Ada beberapa gejala kanker yang wajib Anda waspadai yang berhubungan dengan batuk dan suara serak. Pertama adalah kanker paru-paru, biasanya terjadi batuk disertai dada sakit. Lalu kanker tenggorokan yang dimulai dengan radang tenggorokan yang semakin parah. Segera periksa ke dokter jika batuk tidak sembuh lebih dari satu minggu ya.

Berat badan berkurang 

Jarang olahraga dan pola makan tidak berubah, tetapi berat badan tiba-tiba berkurang? Anda harus waspada karena itu bisa saja gejala kanker. Beberapa jenis kanker yang tidak terlihat dari luar seperti kanker hati, kanker darah, atau kanker ginjal bisa berdampak yang cukup berbahaya. Gejala awalnya adalah berat badan berkurang walaupun tidak ada perubahan pola makan.

Coba konsultasikan ke dokter dan sedikit ubah pola makan. Jika memungkinkan lakukan olahraga setidaknya seminggu 3 kali. Jika memang tidak ada perubahan dalam berat badan, coba konsultasi kepada dokter.

Terjadi nyeri yang tidak kunjung sembuh 

Gejala terakhir yang cukup berbahaya adalah nyeri yang tidak kunjung sembuh. Nyeri ini bisa terjadi karena masalah otot atau terjadi pembengkakan. Contoh nyeri yang wajar adalah ketika tangan Anda terbentur benda keras. Biasanya nyeri akan hilang dengan sendirinya kurang dari 1 minggu. Hal yang berbahaya adalah jika nyeri tiba-tiba datang sendiri dan tidak kunjung sembuh.

Sebenarnya gejala ini hampir sama dengan benjolan, tetapi bedanya adalah secara fisik nyeri tidak terlihat. Coba periksakan ke dokter umum untuk mengatasi masalah nyeri. Dari situ akan terlihat bagaimana diagnosis awal nyeri yang Anda alami.

Mulai mengubah pola makan dan sering berolahraga adalah hal utama untuk menghilangkan risiko terkena kanker. Jika memang ada gejala yang tidak beres seperti yang disebutkan di atas, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan ke dokter onkologi ya.

Gejala dan Tanda-tanda Kanker, dari Hal Sangat Sederhana Sampai Paling Ketara

Gejala dan Tanda-tanda Kanker, dari Hal Sangat Sederhana Sampai Paling Ketara

Onkologi 101 – Kami akan menuliskan seri artikel mengenai Onkologi. Temukan artikel menarik dan update terbaru seputar onkologi.

Sebagian besar orang yang didiagnosis terkena penyakit kanker ini terlambat menyadari tanda-tanda atau gejala yang diderita. Menurut cancer.org, untuk mendeteksi kanker secara dini setidaknya bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu melihat tanda-tanda dan gejala. Ada perbedaan antara tanda-tanda dan gejala yang disebabkan oleh kanker.

Tanda-tanda penyakit kanker ini biasanya bisa dilihat oleh penderita, keluarga, orang lain, ataupun dokter itu sendiri. Misalnya ada benjolan atau pembengkakan, demam, pernapasan yang berat, dan lain sebagainya. Kemudian untuk gejala kanker adalah hal yang bisa dirasakan oleh penderita. Tetapi sayangnya, terkadang gejala kanker ini sangat sulit untuk terdeteksi.

Baca Juga: Apa Itu Kanker? Sejarah dan Perkembangan Kanker di Era Modern

Sekarang kami akan mencoba membahas beberapa gejala dan tanda-tanda penyakit kanker. Mulai dari hal yang sangat sederhana, sampai hal yang paling ketara.

 

Kapan sebenarnya kanker bisa terdeteksi lewat tanda-tanda atau gejala?

Kanker kulit atau melanoma sangat mudah dikenali, karena berada di bagian luar tubuh. Tetapi kanker hati, pankreas, atau kanker lain yang berada di dalam tubuh terkadang sulit dikenali. Nah munculnya kanker ini tergantung dari ganas atau tidaknya sel kanker, seberapa besar, sampai bagaimana efeknya pada organ tubuh lain.

Seperti dijelaskan di awal, melanoma ini sangat mudah terdeteksi karena mereka menginfeksi dan mengganggu saraf yang ada di kulit. Beda halnya dengan kanker pankreas, terkadang orang yang terkena kanker ini tidak akan mengetahui kalau dirinya terjangkit sampai kanker pankreas tersebut menjadi besar. Ketika sel kanker sudah mulai membesar, lalu mulai mengganggu aliran darah dan aliran saraf, maka tanda-tanda dan gejala kanker akan mulai terlihat.

 

Tanda-tanda dan gejala kanker yang paling sederhana

Walaupun begitu, ada beberapa gejala kanker yang paling sederhana dan mudah dikenali antara lain:

  • Demam

Pertama adalah demam. Hampir semua penyakit kanker akan diawali dengan demam atau kenaikan panas tubuh. Ketika sel kanker sudah mulai menyebar, biasanya saraf akan mengirim pesan ke otak dan pada akhirnya tubuh beradaptasi lalu mulai meningkatkan suhu tubuh. Salah satu jenis penyakit kanker yang disertai dengan demam adalah kanker darah, kanker hati, kanker paru, dan beberapa kanker yang terjadi di dalam tubuh.

  • Sakit yang tidak kunjung sembuh

Anda pernah mengalami sakit yang tidak sembuh sampai 1 minggu atau bahkan 1 bulan? Anda harus melakukan pemeriksaan ke dokter atau bahkan ke dokter spesialis. Mulai dari pusing yang tidak kunjung sembuh, itu adalah tanda awal terjadi tumor otak. Kemudian nyeri di bagian tulang padahal tidak terjadi kontak fisik, itu adalah tanda tumor tulang. Jadi jangan remehkan sakit yang tidak kunjung sembuh ya.

 

Tanda-tanda dan gejala yang hampir pasti didiagnosis kanker

Sekarang masuk ke dalam tanda-tanda dan gejala kanker yang paling ketara, antara lain:

  • Luka yang tidak kunjung sembuh

Ketika Anda mempunyai luka kemudian luka tersebut tidak kunjung sembuh, Anda harus waspada karena Anda bisa saja terkena kanker. Luka di kaki kemudian semakin membesar, bisa saja itu adalah gejala kanker kulit. Kemudian sariawan yang tidak sembuh juga bisa saja gejala dan tanda kanker mulut atau kanker tenggorokan.

  • Urine atau buang air besar yang berbeda dari biasanya

Jika buang air kecil Anda berbeda dari biasanya, seperti berwarna merah atau warna lain, itu bisa saja merupakan tanda awal terkena kanker ginjal. Lalu untuk buang air besar yang cair atau bahkan sulit buang air besar, itu bisa juga menjadi tanda ada permasalahan di dalam saluran pencernaan. Jadi alangkah baiknya Anda segera memeriksakan ke dokter.

Tanda-tanda atau gejala kanker ini memang agak sedikit tricky. Jika Anda sudah aware atau perhatian dengan perubahan yang terjadi di dalam tubuh Anda, tentu itu sangat membantu mencegah terkena kanker. Semoga artikel ini bisa menginspirasi.

Bagaimana Cara Mencegah Terjadinya Kanker?

Bagaimana Cara Mencegah Terjadinya Kanker?

Kanker sudah muncul sejak ribuan tahun yang lalu, walaupun begitu ilmuwan tidak berhenti untuk mengembangkan dan menemukan cara untuk mencegah serta mengobati kanker. sekarang setidaknya setiap tahunnya para peneliti dari Amerika Serikat dan Eropa selalu mengeluarkan obat dan cara pencegahan kanker terbaru.

Baca Juga: Apa Itu Kanker? Sejarah dan Perkembangan Kanker di Era Modern

Kemudian muncul pertanyaan apakah ketika banyaknya peneliti yang menemukan obat dan cara pencegahan kanker, kita tidak perlu khawatir lagi dengan penyakit kanker? jawabannya tentu tidak. Di zaman modern, pengaruh lingkungan serta pola makan bisa membuat sel kanker berkembang dengan cara yang berbeda-beda. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui bagaimana cara mencegah kanker yang benar. Apa saja cara yang bisa Anda lakukan?

Jangan merokok dan hindari asap rokok

Hampir semua orang di seluruh dunia, mulai dari remaja hingga dewasa tentu mengetahui bahwa merokok dan asap rokok adalah hal yang sangat berbahaya. Perokok mempunyai persentase sangat tinggi untuk terkena kanker paru-paru atau kanker tenggorokan. Tidak hanya itu, perokok pasif juga mempunyai persentase sama besarnya terkena kanker. Jadi mulai sekarang ubah pola hidup Anda, jangan merokok dan hindari asap rokok.

Makan makanan yang sehat

Mungkin terdengar sangat klise? Tetapi makanan adalah salah satu faktor utama Anda terkena kanker. Terlalu sering makan makanan yang mengandung lemak tak jenuh bisa membuat Anda terkena risiko penyakit kanker usus. Kemudian terlalu banyak mengonsumsi daging merah seperti daging sapi atau daging babi akan meningkatkan kemungkinan terkena kanker prostat. Mengombinasi dengan sayuran dan buah-buahan akan menurunkan semua kemungkinan tersebut.

Berolahraga

Tips selanjutnya untuk mencegah kanker adalah berolahraga. Kebanyakan orang berolahraga untuk menguruskan badan atau mengikut tren. Mereka tidak mengetahui bahwa ada banyak sekali manfaat ketika berolahraga, salah satunya mengurangi kemungkinan terkena kanker payudara untuk wanita dan menghambat tumbuhnya sel kanker di dalam tubuh.

Vitamin D

Sinar matahari pagi adalah sumber vitamin D alami yang wajib Anda dapatkan setiap harinya. Selain dari sinar matahari, Anda bisa mendapatkan dari kacang almond, kacang kedelai, dan makanan nabati. Lalu apa manfaat dari vitamin D? Kandungan vitamin D selain menguatkan tulang dan gigi, Anda bisa terhindar dari kanker usus, kanker prostat, dan kanker bagian dalam tubuh lainnya.

Salah satu hal penting dari pencegahan kanker adalah kebiasaan. Mengubah kebiasaan menjadi hal yang lebih baik akan membantu Anda menghambat dan mencegah tumbuhnya sel kanker di dalam tubuh. Semoga tips di atas bisa membuka pikiran Anda dan segera berubah menjadi kebiasaan yang lebih baik.

Cara Penyembuhan Kanker dari Masa ke Masa

Cara Penyembuhan Kanker dari Masa ke Masa

Kanker mempunyai sejarah yang sangat panjang dalam dunia medis atau kesehatan. Pada zaman kuno sebelum masehi, pengobatan kanker sudah menggunakan operasi pengangkatan tumor, terapi panas, hingga obat-obatan herbal. Dari situ sudah terlihat bahwa kanker membuat seluruh peneliti dan dokter berusaha sangat keras untuk mencegah serta menyembuhkan penyakit mematikan ini.

Di dalam artikel kali ini, akan dibahas bagaimana sejarah penyembuhan kanker dari masa ke masa. Anda akan melihat bagaimana perkembangan medis sangat cepat dan dalam hal ini yang paling diuntungkan adalah manusia modern. Cara penyembuhan kanker dari masa ke masa akan dibagi menjadi 3 bagian, tahun 1800an, 1900an, dan 2000an.

1800an, penemuan pertama 

Tahun 1800an bisa disebut sebagai penemuan pertama, karena di masa ini hampir semua penyembuhan kanker bermula dari sini. Pertama ditemukannya cryosurgery dan cryotherapy yaitu penyembuhan kanker dengan cara mendinginkan sel kanker. Walaupun sudah lama tidak terdengar, sekarang cryotherapy mulai diperhitungkan setelah beberapa negara secara konsisten mengembangkan prosedur ini.

Kemudian di tahun 1895, Wilhelm Rontgen menemukan X-Ray ternyata bisa membunuh bakteri. Lalu di tahun 1896, Emil Grubbe mulai mencoba sinar radiasi apakah bisa membunuh sel kanker. Hasilnya sangat luar biasa, radiasi tidak hanya mampu melihat seberapa besar sel kanker di dalam tubuh, tetapi juga bisa menyembuhkannya.

1900an, kemoterapi

Di saat para peneliti sedang hype masalah radiasi, penemuan besar lainnya datang saat terjadi perang dunia. Ketika terjadi kesalahan senjata kimia, para peneliti penasaran dengan mustard gas yang ternyata bisa mengubah sel darah dan sum-sum tulang. Dari situ ilmuwan di seluruh dunia mulai berlomba-lomba membuat obat dari bahan-bahan kimia. Aminopterin dan arsphenamine adalah salah satu obat kemoterapi pertama di dunia.

Momen penting lainnya adalah ketika Food and Drugs Administration (FDA) secara resmi mengeluarkan approval untuk obat kemoterapi di tahun 1990. Setelah itu hampir setiap tahun FDA mengeluarkan approval untuk obat kemoterapi, bahkan hingga di era modern.

2000an, teknologi

Di tahun 1800an, kita semua mengetahui bagaimana perkembangan penyembuhan kanker pertama kali. Lalu di tahun 1900an, penyembuhan kanker mulai bisa ditangani secara khusus. Obat untuk kemoterapi sekarang sudah bisa digunakan secara khusus sesuai dengan jenis dan besarnya kanker. Nah di tahun 2000an, penyembuhan kanker sangat erat hubungannya dengan teknologi.

Selain FDA masih mengeluarkan obat kemoterapi terbaru, ada lagi penyembuhan kanker yang ditemukan di tahun 2000an, yaitu terapi imun atau immunotherapy. Secara perkembangannya, sel kanker ini bisa menyamar menjadi sel sehat sehingga imun tubuh yang seharusnya bisa membunuh sel kanker, ternyata dibiarkan. Ini akan menjadi hal yang sangat membahayakan karena sel kanker bisa berkembang tanpa adanya perlawanan.

Nah dari sini adalah manfaat dari immunotherapy, yaitu membuat sistem imun di dalam tubuh menjadi normal kembali. Nantinya, immunotherapy secara tidak langsung akan membuat sel kanker menjadi terlihat dan bisa dilakukan penanganan lebih lanjut.

Itulah bagaimana proses penyembuhan kanker dari masa ke masa. Proses penemuan dari penyembuhan sel kanker ini tidak dilakukan dalam waktu 1-2 malam atau 1-2 tahun saja, tetapi beratus-ratus tahun lamanya. Dari sini kita diajak untuk menghargai bagaimana proses penyembuhan kanker dari hal yang paling sederhana, sampai di era modern seperti sekarang.