Multiple myeloma adalah kanker darah yang berasal dari sel plasma, yaitu sel di sumsum tulang yang normalnya membuat antibodi untuk melawan infeksi. Diagnosis biasanya tidak ditegakkan hanya dari satu tes, melainkan dari gabungan 4 pemeriksaan utama: tes darah, tes urine, biopsi sumsum tulang, dan pencitraan seperti CT, MRI, atau PET/CT. Dokter juga menilai apakah sudah ada tanda kerusakan organ, misalnya anemia, gangguan ginjal, kadar kalsium tinggi, atau kerusakan tulang, karena hal ini ikut menentukan apakah pasien memerlukan terapi aktif dan jenis pengobatan yang paling tepat.
Apa itu multiple myeloma?
Multiple myeloma adalah kanker yang muncul saat sel plasma menjadi abnormal, menumpuk di sumsum tulang, dan memproduksi protein abnormal yang sering disebut M protein. Penumpukan ini bisa mengganggu pembentukan sel darah normal, merusak tulang, dan pada sebagian pasien juga membebani ginjal.
Di praktik rumah sakit, pasien sering datang dengan keluhan yang tampak “tidak spesifik”, seperti nyeri tulang yang menetap, cepat lelah, anemia, infeksi berulang, atau hasil tes darah yang terlihat tidak biasa. Karena gejalanya bisa samar, diagnosis multiple myeloma hampir selalu memerlukan evaluasi bertahap dan bukan sekadar satu pemeriksaan cepat.
Tanyakan Saja pada HANA – Solusi Cepat untuk Keluhan Anda
Merasa khawatir dengan keluhan seperti nyeri tulang, cepat lelah, hasil darah tidak normal, atau keluhan lain yang belum jelas penyebabnya?
Tanyakan saja pada HANA.
HANA adalah asisten digital dari Adi Husada Cancer Center (AHCC) yang membantu mendengarkan keluhan Anda secara privat, melakukan anamnesis awal, dan memberi panduan awal mengenai langkah medis yang sesuai.

Catatan: Hasil percakapan bersifat edukatif dan tidak menggantikan diagnosis dokter.
Mengapa multiple myeloma tidak cukup didiagnosis dengan satu tes?
Karena dokter perlu menjawab beberapa pertanyaan sekaligus:
apakah ada protein abnormal di darah atau urine, apakah sel plasma abnormal benar-benar banyak di sumsum tulang, apakah tulang sudah terdampak, dan apakah sudah ada kerusakan organ. Itulah sebabnya diagnosis multiple myeloma menggunakan kombinasi tes laboratorium, biopsi, dan pencitraan.
Apa saja 4 tes utama untuk mendiagnosis multiple myeloma?
1) Tes darah: apa yang dicari dokter?
Tes darah adalah salah satu pintu masuk paling penting. Pada multiple myeloma, dokter dapat memeriksa:
- CBC (Complete Blood Count) untuk melihat apakah ada anemia atau penurunan sel darah lain
- M protein atau protein monoklonal
- Serum free light chains, yaitu potongan antibodi abnormal yang bisa meningkat pada myeloma
- Beta-2 microglobulin dan pemeriksaan kimia darah lain untuk membantu menilai penyakit dan dampaknya pada tubuh
Secara sederhana, tes darah membantu dokter melihat dua hal: ada atau tidaknya jejak myeloma, dan seberapa besar penyakit itu mulai memengaruhi tubuh. Bila kadar sel darah merah rendah, pasien bisa merasa lemas. Bila fungsi ginjal terganggu atau kalsium tinggi, ini juga bisa menjadi petunjuk penting bahwa myeloma sudah aktif.
Apa itu serum free light chains?
Free light chains adalah bagian kecil dari antibodi. Pada multiple myeloma, sel plasma abnormal bisa memproduksi light chain secara berlebihan. Jika salah satu jenis meningkat sangat tinggi dibanding pasangannya, hasil ini dapat membantu menegakkan diagnosis aktif bersama data lain seperti biopsi dan pencitraan.
2) Tes urine: mengapa urine juga penting?
Pada multiple myeloma, sebagian protein abnormal dapat keluar lewat ginjal dan terdeteksi di urine. Karena itu, dokter sering meminta:
- urine rutin
- urine 24 jam, untuk mengukur jumlah protein myeloma yang dibuang tubuh dalam sehari
- pemeriksaan elektroforesis atau tes sejenis untuk mencari protein abnormal tersebut
Banyak pasien heran mengapa kanker darah perlu tes urine. Alasannya sederhana: protein abnormal dari myeloma bisa ikut “terfilter” oleh ginjal. Jadi, urine membantu dokter melihat apakah penyakit sudah memberi beban pada ginjal dan seberapa banyak protein abnormal yang terlibat.
3) Biopsi sumsum tulang: apakah ini tes yang paling menentukan?
Dalam banyak kasus, ya, ini adalah salah satu tes paling menentukan. Biopsi sumsum tulang dilakukan dengan mengambil sampel sumsum, biasanya dari tulang panggul, lalu diperiksa di laboratorium untuk melihat apakah ada peningkatan sel plasma abnormal. Diagnosis multiple myeloma aktif umumnya memerlukan tumor sel plasma yang terbukti lewat biopsi atau setidaknya 10% sel plasma di sumsum tulang, ditambah bukti kerusakan organ atau biomarker tertentu.
Di lingkungan rumah sakit, persiapan pasien biasanya meliputi penjelasan prosedur, pembersihan area tindakan, anestesi lokal untuk mengurangi nyeri, lalu pengambilan sampel. Banyak pasien takut duluan, tetapi prosedur ini biasanya singkat. Rasa tidak nyaman memang bisa ada, terutama saat aspirasi, tetapi tim medis biasanya sudah menjelaskan apa yang akan dirasakan dan bagaimana menguranginya. Ini juga menjadi momen penting karena dari sampel yang sama dokter dapat melakukan pemeriksaan lanjutan seperti sitogenetik, FISH, dan kadang flow cytometry untuk membantu klasifikasi penyakit dan perencanaan terapi.

Apa itu FISH dan sitogenetik?
- Sitogenetik adalah pemeriksaan kromosom sel untuk melihat ada tidaknya perubahan yang berhubungan dengan kanker.
- FISH (fluorescence in situ hybridization) adalah tes laboratorium yang mencari perubahan gen atau kromosom tertentu dengan penanda fluoresen.
Bagi pasien, maknanya begini: bukan hanya “apakah ini myeloma”, tetapi juga “seperti apa karakter myeloma ini”, karena hal tersebut bisa memengaruhi pilihan pengobatan dan pemantauan.
4) Tes pencitraan: kenapa CT, MRI, atau PET/CT diperlukan?
Pencitraan membantu dokter melihat apakah multiple myeloma sudah merusak tulang atau membentuk area penyakit yang tidak terlihat dari tes darah saja. Pemeriksaan yang digunakan bisa meliputi:
- CT scan
- MRI
- PET/CT
MRI sangat membantu untuk melihat sumsum tulang, tulang belakang, dan area yang tidak tampak pada foto rontgen biasa. PET/CT juga dapat menemukan lesi atau plasmacytoma yang tidak terlihat pada pemeriksaan konvensional. Pada diagnosis aktif, adanya “lubang” atau lesi tulang pada pencitraan menjadi salah satu tanda penting bahwa penyakit memang sudah menyebabkan kerusakan organ.
Tabel ringkas: 4 tes utama multiple myeloma
| Tes utama | Sampel / alat | Apa yang dicari | Mengapa penting |
|---|---|---|---|
| Tes darah | Darah | CBC, M protein, free light chains, kimia darah | Melihat petunjuk myeloma dan dampaknya pada tubuh |
| Tes urine | Urine rutin / 24 jam | Protein myeloma di urine | Menilai protein abnormal dan keterlibatan ginjal |
| Biopsi sumsum tulang | Sampel sumsum tulang | Jumlah dan sifat sel plasma abnormal | Kunci konfirmasi diagnosis |
| Imaging | CT, MRI, PET/CT | Lesi tulang, plasmacytoma, luas penyakit | Menilai kerusakan tulang dan sebaran penyakit |
Kapan multiple myeloma benar-benar disebut “aktif”?
Secara umum, dokter menegakkan multiple myeloma aktif bila ada bukti sel plasma abnormal di sumsum tulang atau tumor sel plasma, ditambah salah satu tanda kerusakan organ atau biomarker yang kuat. Tanda yang sering dijelaskan ke pasien meliputi:
- kalsium tinggi
- fungsi ginjal memburuk
- anemia
- kerusakan tulang pada imaging
serta pada sebagian kasus, rasio free light chain yang sangat timpang atau sel plasma di sumsum tulang sangat tinggi.
Ini penting karena tidak semua gangguan sel plasma langsung diobati dengan cara yang sama. Ada kondisi seperti MGUS atau smoldering myeloma yang belum memenuhi kriteria myeloma aktif. Pada keadaan seperti ini, pendekatannya bisa berbeda, termasuk observasi ketat terlebih dahulu.
Kalau sudah didiagnosis, apa pengobatannya?
Pengobatan multiple myeloma saat ini bisa melibatkan kombinasi beberapa pendekatan, tergantung usia, kondisi umum, fungsi organ, karakter penyakit, dan apakah pasien cocok untuk transplantasi. Secara umum, terapi yang digunakan meliputi:
- obat sistemik seperti terapi target, imunoterapi, dan kemoterapi
- high-dose chemotherapy dengan stem cell transplant pada pasien yang sesuai
- radioterapi pada situasi tertentu
- supportive care untuk nyeri tulang, anemia, infeksi, dan komplikasi lain
Dalam praktik klinis, pasien biasanya ditangani oleh tim multidisiplin, misalnya dokter hematologi-onkologi, spesialis transplantasi, radioterapi, perawat kanker, ahli gizi, dan tenaga pendukung lain. Tujuannya bukan hanya menekan penyakit, tetapi juga menjaga kualitas hidup pasien selama pengobatan.
Apakah multiple myeloma selalu diobati dengan kemoterapi?
Tidak selalu. Saat ini terapi multiple myeloma tidak identik hanya dengan “kemo” klasik. Banyak rejimen modern juga memakai targeted therapy dan immunotherapy. Pada sebagian pasien, transplantasi sel punca juga menjadi bagian dari strategi terapi. Kemoterapi tetap digunakan, tetapi sering menjadi bagian dari kombinasi, bukan satu-satunya pilihan.
Tabel perbandingan pengobatan multiple myeloma
| Jenis terapi | Cara kerja sederhana | Kapan dipertimbangkan |
|---|---|---|
| Terapi target | Menyerang jalur tertentu pada sel kanker | Sering menjadi bagian terapi utama |
| Imunoterapi | Membantu sistem imun mengenali atau melawan sel myeloma | Digunakan pada banyak rejimen modern |
| Kemoterapi | Menghambat atau membunuh sel kanker yang aktif membelah | Masih dipakai dalam kombinasi tertentu |
| Stem cell transplant | Kemoterapi dosis tinggi diikuti pengembalian sel punca | Untuk pasien yang memenuhi syarat |
| Radioterapi | Mengobati area tertentu, misalnya lesi tulang yang nyeri | Biasanya untuk kontrol lokal / gejala |
Apakah pengobatan yang tepat harus dimulai dari diagnosis yang tepat?
Ya. Pada multiple myeloma, keputusan terapi sangat bergantung pada hasil pemeriksaan awal. Dokter perlu tahu apakah ini myeloma aktif atau belum, apakah ada lesi tulang, bagaimana fungsi ginjal, berapa banyak sel plasma abnormal di sumsum tulang, dan apakah ada faktor biologis tertentu dari hasil sitogenetik atau FISH. Diagnosis yang lengkap membuat terapi menjadi lebih terarah dan lebih aman.
Kapan sebaiknya pasien segera diperiksa?
Segera konsultasikan bila ada keluhan seperti:
- nyeri tulang yang menetap, terutama punggung atau tulang rusuk
- cepat lelah atau anemia tanpa sebab jelas
- infeksi berulang
- hasil darah menunjukkan protein tinggi atau fungsi ginjal terganggu
- penurunan kondisi umum yang tidak biasa
Keluhan-keluhan ini tidak selalu berarti multiple myeloma, tetapi cukup penting untuk diperiksa lebih lanjut, terutama bila berlangsung terus atau memburuk.
- National Cancer Institute. Plasma Cell Neoplasms (Including Multiple Myeloma) Treatment (PDQ) – Patient Version.
- American Cancer Society. Tests for Multiple Myeloma.
- American Cancer Society. Multiple Myeloma Treatment.
- Leukemia & Lymphoma Society. Diagnosis of Multiple Myeloma.
- NCCN Guidelines for Patients. Multiple Myeloma.
Medical Disclaimer
Artikel ini disusun untuk edukasi kesehatan dan bukan pengganti konsultasi langsung dengan dokter. Diagnosis multiple myeloma harus ditegakkan melalui pemeriksaan medis yang menyeluruh. Jika Anda atau keluarga mengalami keluhan yang mengarah ke gangguan darah atau kanker, konsultasikan segera dengan dokter agar mendapatkan evaluasi dan rencana terapi yang sesuai.