Kanker ginjal paling sering berasal dari renal cell carcinoma (RCC). Pada tahap awal, banyak orang tidak merasakan gejala, sehingga kanker ginjal kadang baru ditemukan saat pemeriksaan lain. Gejala yang patut diwaspadai termasuk kencing berdarah (hematuria), nyeri pinggang/punggung, benjolan di sisi perut/pinggang, penurunan berat badan, lemas, dan demam yang tidak jelas sebabnya. Penanganan sangat bergantung pada stadium: stadium awal umumnya ditangani dengan operasi (partial atau radical nephrectomy), sedangkan stadium lanjut bisa membutuhkan terapi target dan/atau imunoterapi, dengan radioterapi biasanya berperan untuk paliatif (mengurangi keluhan) pada situasi tertentu.
Apa itu kanker ginjal?
Kanker ginjal adalah pertumbuhan sel abnormal di jaringan ginjal. Jenis yang paling umum pada orang dewasa adalah renal cell carcinoma (RCC). Penanganan ditentukan oleh ukuran tumor, keterlibatan kelenjar getah bening, penyebaran (metastasis), serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.
Di rumah sakit, pasien sering datang dengan kalimat seperti: “Saya cuma merasa cepat capek” atau “pinggang saya nyeri seperti pegal biasa.” Memang bisa saja bukan kanker. Tapi kalau keluhannya menetap atau disertai tanda tertentu, evaluasi lebih lanjut itu langkah yang bijak.
Gejala apa saja yang perlu diwaspadai?
Apakah kanker ginjal bisa tanpa gejala?
Bisa. Kanker ginjal sering tidak menimbulkan gejala pada fase awal dan kadang ditemukan secara tidak sengaja saat USG/CT untuk keluhan lain.
Gejala yang paling sering dikeluhkan apa?
Beberapa gejala yang sering disebut dalam edukasi pasien meliputi:
- Kencing berdarah (hematuria), bisa tampak merah atau hanya terdeteksi di lab
- Nyeri pinggang/punggung yang tidak membaik
- Benjolan/masa di sisi perut atau pinggang (tidak selalu ada)
- Lemas, letih, lesu, penurunan berat badan, nafsu makan turun
- Demam yang tidak jelas sebabnya pada sebagian kasus
Hematuria dan nyeri pinggang adalah dua hal yang paling sering membuat dokter mempertimbangkan evaluasi ginjal lebih lanjut, terutama bila berulang atau tidak ada penyebab jelas.

Kapan harus segera periksa?
Periksa lebih cepat bila Anda mengalami:
- kencing berdarah, apalagi berulang
- nyeri pinggang menetap disertai penurunan berat badan/lemas
- hasil pemeriksaan menunjukkan massa ginjal
- gejala sistemik yang progresif (mis. makin lemah, anemia, demam tak jelas)
Dokter biasanya akan menentukan pemeriksaan lanjutan berdasarkan risiko dan temuan awal.
Tanyakan Saja pada HANA
Kalau Anda masih ragu apakah gejala Anda mengarah ke masalah ginjal dan kapan perlu periksa, Anda bisa gunakan Tanya H.A.N.A untuk anamnesis awal secara privat dan mendapatkan arahan langkah berikutnya.

HANA bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter.
Tes apa yang biasanya dipakai untuk memastikan diagnosis?
Di alur klinis, evaluasi biasanya bertahap, misalnya:
- Urinalisis (melihat darah/protein)
- Tes darah (fungsi ginjal, darah lengkap, dan lain-lain sesuai kebutuhan)
- USG sebagai skrining awal pada beberapa kasus
- CT scan/MRI untuk menilai massa ginjal dan penyebaran (sering jadi pemeriksaan kunci)
Biopsi tidak selalu dilakukan pada semua kasus, karena pada banyak tumor ginjal, pencitraan + rencana operasi sudah cukup untuk diagnosis dan tatalaksana. Namun pada kondisi tertentu (mis. rencana terapi non-bedah atau kasus yang meragukan), dokter bisa mempertimbangkan biopsi.
Vidi Aldiano dan Kanker Ginjal
Sebagian orang mulai mencari informasi kanker ginjal setelah mendengar kisah Vidi Aldiano, yang secara terbuka membagikan perjuangannya. Berdasarkan pernyataannya yang diberitakan media, Vidi didiagnosis kanker ginjal stadium 3 pada tahun 2019 dan sempat menjalani operasi pengangkatan ginjal di Singapura.
Dalam wawancara dan pembaruan yang ia bagikan, Vidi juga menyebut bahwa perjalanannya melibatkan pemantauan berkala dan penyesuaian terapi dari waktu ke waktu.
Kenapa bagian ini penting untuk pasien? Karena kisah Vidi mengingatkan satu hal yang sering terjadi di klinik: kanker ginjal bisa muncul pada orang yang tampak “baik-baik saja” dan kadang baru terdeteksi setelah pemeriksaan atau ketika gejala mulai mengganggu. Namun, setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda, jadi rencana terapi harus selalu mengikuti evaluasi dokter.
Bagaimana pengobatan kanker ginjal dilakukan?
Apakah operasi selalu diperlukan?
Untuk banyak kasus stadium awal, operasi adalah terapi utama. Pilihannya meliputi:
- Partial nephrectomy (mengangkat tumor saja, ginjal dipertahankan) pada pasien terpilih
- Radical nephrectomy (mengangkat ginjal dan jaringan sekitar sesuai indikasi)
Kalau tidak bisa operasi, apakah ada alternatif?
Pada kasus tertentu ketika operasi tidak memungkinkan, bisa dipertimbangkan:
- Ablasi (mis. cryoablation/thermal ablation) pada pasien terpilih
- Stereotactic body radiation therapy (SBRT) pada situasi tertentu
- Terapi paliatif untuk kontrol gejala (mis. nyeri/pendarahan)
Bagaimana bila kanker sudah stadium lanjut/metastasis?
Pada stadium lanjut, penanganan sering mengandalkan terapi sistemik, seperti:
- Imunoterapi (mis. immune checkpoint inhibitors)
- Terapi target (anti-angiogenic/targeted agents)
- Kombinasi imunoterapi + terapi target pada regimen tertentu
Dalam praktik rumah sakit, tujuan terapi stadium lanjut bisa berbeda-beda: mengontrol penyakit selama mungkin, mengurangi gejala, dan menjaga kualitas hidup, sambil mengelola efek samping terapi.
Tabel perbandingan singkat: pilihan terapi kanker ginjal
| Pendekatan | Kapan biasanya dipakai | Inti tujuan | Catatan penting |
|---|---|---|---|
| Operasi (partial/radical nephrectomy) | Umumnya stadium awal–menengah | Mengangkat tumor | Partial nephrectomy menjaga fungsi ginjal pada pasien terpilih |
| Ablasi (cryo/thermal) | Bila operasi tidak ideal, tumor terpilih | Menghancurkan tumor lokal | Tidak untuk semua kasus; dipilih berdasar ukuran/lokasi |
| Imunoterapi / Terapi target | Stadium lanjut/metastasis | Kontrol sistemik | Regimen dipilih berdasar risiko & kondisi pasien |
| Radioterapi/paliatif | Keluhan tertentu (nyeri, perdarahan) | Mengurangi gejala | Biasanya bukan terapi utama RCC, lebih sering paliatif |
Bagaimana cara mencegah kanker ginjal?
Tidak semua kanker ginjal bisa dicegah, tetapi beberapa langkah dapat menurunkan risiko dan membantu kesehatan ginjal secara umum:
- Berhenti merokok
- Menjaga tekanan darah tetap terkontrol
- Menjaga berat badan dan aktif bergerak
- Mengelola penyakit metabolik (mis. hipertensi) dengan rutin
- Mengurangi paparan zat berbahaya di lingkungan kerja (bila relevan)
Pencegahan juga mencakup kebiasaan sederhana: cukup minum, pola makan seimbang, dan memeriksakan diri jika ada keluhan seperti hematuria.
- NCI (National Cancer Institute) – Renal Cell Cancer Treatment (Patient Version)
- NCI (PDQ – Health Professional Version) – Renal Cell Cancer Treatment (ringkas opsi terapi & adjuvan pada risiko tinggi)
- Alodokter – Kanker Ginjal: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan (poin pencegahan gaya hidup, update 12 Jan 2026)
- Detik Health – ringkasan pernyataan Vidi soal diagnosis 2019, stadium 3, dan operasi
- KlikDokter – laporan awal publik tentang kanker ginjal kiri (2019)
- Tempo – konteks Vidi berjuang sejak 2019 (ringkasan edukasi)
- VOI – update kondisi dan pemeriksaan (2025)
Medical Disclaimer
Artikel ini untuk edukasi dan bukan pengganti konsultasi medis. Gejala seperti nyeri pinggang atau lemas bisa disebabkan banyak kondisi non-kanker. Namun bila ada tanda seperti kencing berdarah, keluhan menetap/berulang, atau hasil imaging menunjukkan massa ginjal, sebaiknya konsultasi langsung dengan dokter agar evaluasi dan rencana terapi tepat.
