fbpx
Buat Pasien Lebih Nyaman, AHCC Hadirkan Fasilitas Ruang Kemoterapi VIP

Buat Pasien Lebih Nyaman, AHCC Hadirkan Fasilitas Ruang Kemoterapi VIP

Sebagai pusat penanganan kanker terintegrasi di Indonesia Timur yang memiliki misi untuk memberikan pengalaman dan pengobatan yang terbaik bagi pasien dalam perjalanan mereka untuk berjuang melawan kanker, di tahun ke-5 Adi Husada Cancer Center (AHCC) menghadirkan fasilitas ruang kemoterapi VIP. Penambahan fasilitas kemoterapi VIP ini ditujukan ke pasien kemoterapi yang ingin mendapatkan pelayanan kemoterapi yang nyaman dengan privasi yang terjaga.

Fasilitas kemoterapi VIP ini melengkapi fasilitas kemoterapi yang sudah ada sebelumnya di AHCC seperti Sofa kemoterapi dan Private Room yang dilengkapi dengan tempat tidur single bed untuk pasien yang ingin berbaring selama proses kemoterapi. “Kami berkomitmen untuk selalu memberikan layanan prima untuk pasien. Ruang Kemoterapi VIP ini kami hadirkan untuk pasien yang membutuhkan layanan personal dan kenyamanan ekstra.” Ungkap Emmy Ariani, General Manager AHCC.

Diperkenalkan pada 11 Mei 2022, ruang Kemoterapi VIP dilengkapi beberapa fasilitas pendukung seperti smart TV, mini bar, sofa single untuk pendamping pasien, dan ranjang pasien elektrik yang memudahkan pasien untuk mengatur sendiri posisi yang nyaman sesuai keinginan pasien. “Experience dan kenyamanan pasien menjadi fokus utama kami dalam mengembangkan fasilitas terbaru kami. Khususnya untuk pasien yang sebelumnya pernah berobat ke luar negeri tentunya memiliki pengalaman yang beragam mengenai fasilitas maupun layanan yang mereka dapatkan di sana. Experience inilah yang kini bisa didapatkan di AHCC.” Ujar dr. Silvia Haniwijaya Tjokro, M.Kes, Center Manager AHCC.

Adi Husada Cancer Center yang bekerjasama dengan jaringan Integrated Onology Centre (IOC) Asia di 6 Negara akan terus meningkatkan standar pelayanan dan fasilitas pengobatan kanker ke arah yang lebih baik. Memberikan pengalaman pengobatan layaknya di luar negeri yang dekat dengan rumah Anda.

Pengumuman Pemenang Lomba Blog AHCC 2021

Pengumuman Pemenang Lomba Blog AHCC 2021

Usai sudah gelaran Lomba Blog dengan tema “SADARI Ancaman Kanker Payudara” yang diselenggarakan oleh Adi Husada Cancer Center dalam rangka peringatan bulan kesadaran kanker payudara di Bulan Oktober yang lalu. Tim Juri telah melakukan penilaian dan penjurian ke semua postingan yang diikutsertakan dalam lomba blog ini. Dan berikut ini daftar pemenang lomba blog AHCC tersebut.

–  JUARA 1 – Berhak atas Hadiah Uang Tunai Rp 3.500.000,-
Rizka Afriandita Edmanda – Langkah Mudah Periksa Payudara Sendiri untuk Deteksi Kanker Payudara Sejak Dini

–  JUARA 2 – Berhak atas Hadiah Uang Tunai Rp 2.500.000,-
Vivi Yunika – Cegah Kanker Payudara Sedari Dini dengan SADARI, Jalani Hari dengan Berseri

– JUARA 3 – Berhak atas Hadiah Uang Tunai Rp 1.500.000,-
Novarty Eka Putriana – Tetap SADARI! Ibu Menyusui dan Pernah Menyusui Masih Berpotensi Terkena Kanker Payudara

– JUARA FAVORIT – Berhak atas Hadiah Uang Tunai Rp 500.000,-
Jihan Mawaddah – Nyalakan Harapan Lewat Gerakan SADARI Kanker Payudara

–  5 TULISAN PILIHAN JURI – Berhak atas Hadiah Uang Tunai masing-masing Rp 200.000,-
1. Hans Hayon – Kanker Payudara dan Masa Depan (Perempuan) Indonesia
2. Alto Refa Chandra – Ancaman Kanker Payudara Pada Laki-laki Adalah Nyata, Faktanya Dialami Sendiri Oleh Ayahku
3. Nimas Kesumo Zuhdiyah – Kanker Payudara : Ibu Muda, Pria, Hingga Nenek Usia Renta
4. Mya Wuryandari – Ibu Menyusui Juga Bisa Terkena Kanker Payudara
5. Anis Lotus – Jangan Sampai Terlambat! Kenali Sejak Dini Kanker Payudara

Semua nama pemenang terpilih di atas telah dinilai selayakanya dan sesuai dengan ketentuan oleh dewan juri. Keputusan pemenang ini mutlak dan dapat dipertanggungjawabkan.

Demikian pengumuman pemenang lomba blog AHCC “SADARI Ancaman Kanker Payudara.” Terima kasih untuk semua peserta yang telah ikut dalam lomba blog ini. Terima kasih pula pada dewan juri yang telah memilih tulisan blog yang berkualitas ini. Sampai jumpa di lomba blog dari AHCC selanjutnya.

Healthy Cooking Class: Menjaga Gizi Penyintas Kanker Saat Pandemi

Healthy Cooking Class: Menjaga Gizi Penyintas Kanker Saat Pandemi

Pasien kanker memiliki risiko tinggi terhadap persebaran virus Covid-19. Sebagai orang yang memiliki kekebalan tubuh yang menurun, pasien kanker perlu lebih berhati-hati terhadap paparan yang dapat membuatnya terinfeksi virus Covid-19. Berjuang melawan kanker di masa pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi pasien kanker.

Saat ini wabah pandemi Covid-19 sedang berlangsung. Oleh karena itu pasien dengan riwayat kanker perlu lebih waspada. Pasien kanker memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah karena penyakit dan pengobatan kanker yang sedang dijalaninya. Karena itu dihimbau bagi pasien kanker untuk menjaga kebugaran dan meningkatkan imunitasnya.

Demi mencapai hal tersebut, mengubah pola makan merupakan salah satu dari beberapa faktor yang mempengaruhi sistem imun. Meski begitu, perlu diingat bahwa tidak ada makanan yang menjadi obat ajaib untuk mengobati kanker. Pola makan perbanyak asupan buah, sayur dan biji-bijian, kurangi asupan lemak hingga kurang dari 30 persen kalori.  Minimalkan asupan makanan yang diawetkan, diasinkan, dan diasapi. Raih dan pertahankan berat badan yang sehat merupakan cara meningkatkan system imun.

Bukan rahasia lagi buah dan sayur memiliki banyak manfaat kesehatan bagi tubuh. Melansir dari Live Strong, buah dan sayur memiliki fitokimia antioksidan yang bersifat anti-kanker. Fotokimia sendiri adalah senyawa alami yang ditemukan pada tumbuhan dan memiliki manfaat kesehatan. Sayur yang kaya akan fitokimia contohnya brokoli, kembang kol, kubis, kecambah brussel, dan kale. Buah yang memiliki kandungan antioksidan tinggi, antara lain: Bluberi, Strawberry, Plum, Jeruk, Anggur, Ceri, dan Mangga.

Biji-bijian utuh adalah makanan yang belum diolah yang kaya akan karbohidrat kompleks, serat, vitamin, mineral, dan fitokimia. Asupan serat yang tinggi seperti biji-bijian utuh memiliki manfaat positif dengan mengubah tindakan hormonal kanker.

“Sesuai dengan campaign 2021 yang di galakkan oleh AHCC yaitu “Stand Strong 4 Ever” dimana agar pasien kanker tetap kuat dalam menjalani setiap tahapan pengobatan membutuhkan dukungan semangat dari orang sekitar. Selain dukungan secara psikologi pasien kanker juga membutuhkan dukungan fisik yang prima, hal ini dapat diperoleh dari menjaga asupan gizi selama proses pengobatan.” jelas Mei Munawaroh selaku Senior Patient Advisor AHCC.

Dalam rangka  menyemarakkan peringatan Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day) tahun 2021 ini, Serta sejalan dengan perlunya informasi asupan gizi yang baik untuk pasien kanker di masa pandemic Covid 19, Adi Husada Cancer Center (AHCC) menyelenggarakan kegiatan Healthy Cooking  bertema “Menjaga Gizi Penyintas Kanker Saat Pandemi”. Dalam acara ini akan diberikan tips dan triks membuat makanan sehat dalam sekejap  bersama dr. Yoseph Adi Kristian, Sp.Onk. Rad dan Ahli Gizi Elda Puspa, S.St untuk menambah pengetahuan tentang makanan sehat dan asupan gizi yang dibutuhkan  bagi  pasien kanker.

Acara “Healthy Cooking” ini dilaksanakan hari Rabu, 10 Februari 2021 mulai pukul 15.00 WIB  dan disiarkan secara live di Facebok @Adi Husada Cancer Center. Acara ini diperuntukkan untuk pasien, penyintas serta caregiver kanker pada khususnya, dan masyarakat luas pada umumnya.

Tiga Cara Meminimalisir Risiko Kanker

Tiga Cara Meminimalisir Risiko Kanker

Beberapa cara menghindari risiko kanker memang masih menjadi perdebatan, ini karena studi tentang kanker, pencegahan, dan penangannya masih terus dikembangkan. Meski demikian, secara umum diakui gaya hidup yang Anda lakukan sehari-hari memengaruhi besar kecilnya risiko kanker. Karenanya, mulailah menerapkan tiga cara berikut.

1. Jauhi Tembakau

Mengonsumsi tembakau dalam bentuk apapun akan meningkatkan risiko terserang kanker. Rokok misalnya, menjadi salah satu penyebab kanker paru-paru, mulut, tenggorokan, laring, pankreas, kandung kemih, serviks, dan juga hati. Tak hanya pengguna tembakau aktif, mereka yang terdampak dari penggunaan tembakau seperti menghirup asap rokok, juga berisiko terkena kanker paru-paru. Jadi, berhenti menggunakan tembakau adalah salah satu keputusan sehat yang bisa Anda ambil.

2. Makan dan Berdiet Sehat

Meski memilah dan memilih tidak menjamin Anda terhindar dari kanker, tapi cara ini adalah langkah terbaik untuk menghindarinya. Sebagai panduan lakukan beberapa hal berikut:

  • Perbanyak konsumsi buah dan sayur
  • Kurangi konsumsi alkohol karena minuman ini berpotensi menyebabkan kanker payudara, kolon, paru-paru, hati, dan liver.
  • Batasi konsumsi makanan siap saji karena makanan yang telah diproses dengan banyak kandungan pengawet serta bahan kimia lainnya akan berpengaruh pada munculnya beberapa jenis kanker.

3. Berat Badan Ideal

Menjaga agar berat badan ideal akan membantu Anda menghindari beberapa jenis kanker, seperti: kanker payudara, prostat, paru-paru, kolon, dan hati. Untuk membantu mengontrol berat tubuh Anda, mulailah mengisi hari-hari dengan lebih aktif bergerak dan berolahraga. Setidaknya ajak tubuh Anda aktif melakukan aerobik selama 75 – 150 menit per minggu.

Mengenal Kanker Ginjal, dari Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

Mengenal Kanker Ginjal, dari Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

Publik beberapa waktu lalu dikagetkan berita mengenai penyanyi berbakat Indonesia, Vidi Aldiano yang terkena kanker ginjal. Setelah beberapa kali berobat ke Singapura, pada tanggal 13 Desember 2019 Vidi Aldiano melakukan operasi pengangkatan kanker ginjal. Walaupun Vidi Aldiano tidak menjelaskan bagaimana kondisi tubuh dan besarnya tahapan kanker ginjal yang dialami, kita tentu bisa belajar dari peristiwa Vidi Aldiano tersebut.

Di dalam artikel kali ini akan dicoba mengenalkan kanker ginjal, mulai dari gejala kanker ginjal, pengobatan yang bisa dilakukan, sampai bagaimana pencegahannya. Simak di sini ya.

Gejala kanker ginjal

Kanker ginjal tidak seperti kanker yang terlihat dari luar seperti kanker kulit atau kanker tenggorokan. Tetapi Anda bisa merasakan beberapa gejala yang aneh di dalam tubuh, antara lain:

  • Lemah, letih, lesuKondisi pertama gejala kanker ginjal adalah lemah, letih, dan lesu. Kondisi ini memang tidak langsung menunjukkan bahwa Anda sedang mengidap kanker ginjal, tetapi ini bisa menjadi sinyal awal untuk Anda agar waspada. Jika Anda tiba-tiba mengalami kelelahan, coba istirahat yang cukup dan mengonsumsi makanan sehat, setelah itu imbangi dengan olahraga. Jika tidak membaik, coba periksakan ke dokter terdekat.
  • Nyeri punggungNyeri punggung biasanya terjadi karena ada saraf di bagian punggung yang terjepit. Kanker ginjal yang sudah memasuki stadium II akan mulai menekan bagian punggung. Biasanya orang akan menganggap remeh dengan mengira nyeri punggung ini akibat dari kurang minum air putih atau terlalu banyak duduk. Jika nyeri punggung terus menerus terjadi, Anda bisa segera mengambil tindakan dengan menemui dokter.
  • Urine berwarna merah seperti darahJika Anda mengalami 2 kejadian di atas dan ditambah urine Anda ternyata berwarna merah, Anda harus waspada karena kemungkinan besar Anda terkena kanker ginjal. Urine yang berwarna merah seperti darah menandakan bahwa kanker ginjal sudah memasuki stadium II ke atas.

Baca Juga: Konsultasi Onkologi untuk Pasien Kanker, Bagaimana Prosedurnya?

Pengobatan 

Setelah Anda melakukan diagnosis tes darah, CT Scan, atau MRI untuk melihat kondisi kanker ginjal, Anda harus segera melakukan beberapa pengobatan. Ada 2 jenis pengobatan kanker ginjal, pertama adalah operasi dan tindakan non bedah. Untuk operasi biasanya dilakukan jika kesehatan pasien memungkinkan dan jenis kanker bisa diangkat.

Operasi kanker ginjal juga terbagi menjadi 2, pertama nephrectomy mengangkat ginjal secara keseluruhan yang terkena kanker. Kedua nephrectomy parsial yaitu menghapus tumor dalam bentuk yang kecil.

Kemudian tindakan non bedah dilakukan jika kanker ginjal didiagnosa dalam stadium dini. Biasanya tindakan non bedah dilakukan dengan cara pembekuan sel kanker atau pemanasan. Tindakan non bedah ini harus dilakukan beberapa kali untuk memastikan sel kanker benar-benar hilang.

Pencegahan

Sebenarnya secara spesifik tidak ada hal yang baru untuk pencegahan kanker. Pertama Anda harus mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Bangun lebih pagi, berolahraga, dan makan lebih banyak sayuran. Kemudian hentikan kebiasaan merokok dan minum minuman keras.

Sebagai tips tambahan, lakukan checkup setidaknya setahun 2 kali. Pilih dokter atau rumah sakit yang memberikan pelayanan maksimal.

Itulah beberapa penjelasan mengenai kanker ginjal. Pembelajaran dari kasus Vidi Aldiano ini bisa dilihat dari sisi positif agar kita semua bisa lebih aware dan tidak menganggap remeh tentang penyakit kanker. Semoga kita semua sehat ya.

Penyakit Apa Saja yang Bisa Terdeteksi Melalui Tes Hematologi?

Penyakit Apa Saja yang Bisa Terdeteksi Melalui Tes Hematologi?

Untuk mengetahui kondisi darah dalam tubuh, Anda bisa melakukan tes hematologi lengkap. Pemeriksaan tes hematologi dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi maupun penyakit yang dapat menyerang sel darah seseorang. Apa saja penyakit yang dapat terdeteksi melalui tes hematologi tersebut? Anda bisa simak ulasannya berikut ini!

Hal yang diperiksa dalam tes hematologi

Dalam tes hematologi, beberapa hal yang diperiksa oleh dokter dan dapat digunakan sebagai hasi pengukuran meliputi berbagai komponen darah. Berikut beberapa komponen darah tersebut yang perlu untuk Anda ketahui:

  • Sel Darah Putih

Peranan sel darah putih dalam tubuh seseorang adalah untuk memerangi adanya infeksi. Begitu pula dalam proses alergi maupun peradangan. Pada tes hemotologi secara lengkap, dokter bisa mengevaluasi jumlah dan menghitung jenis sel darah putih yang ada dalam tubuh seseorang.

  • Sel Darah Merah

Sementara itu, sel darah merah memiliki fungsi sebagai pembawa oksigen pada seluruh tubuh. Adapun beberapa komponen sel darah merah yang diperiksa dalam tes hematologi antara lain adalah hemoglobin atau protein yang menyalurkan oksigen ke sel darah merah. Kemudian ada hematokrit, yaitu persentase jumlah sel darah merah dalam volume darah atau berkaitan dengan tinggi rendahnya hematokrit.

Baca Juga: Hal yang Harus Anda Ketahui Tentang Hematologi dan Hematolog

Komponen sel darah merah lainnya yang diperiksa adalah Mean Corpuscular Volume (MCV). Pemeriksaan ini lebih berkaitan pada perhitungan ukuran rata-rata sel dalam darah merah. Lalu, dokter akan memeriksa Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration (MCHC), perhitungan berapa padatnya molekul hemoglobin di dalam sel darah merah. Terakhir dalam tes hematologi, dokter akan memeriksa Red Cell Distribution Width (RDW) atau perhitungan dalam melihat ukuran sel darah merah.

  • Platelet

Dalam dunia medis, platelet disebut juga dengan trombosit, yakni sel darah berperan pada proses pembekuan darah. Dokter akan menilai berapa jumlahnya, ukuran rata-rata, hingga keseragaman ukurannya di dalam darah. Jumlah sel darah merah dapat mengidentifikasi penyakit tertentu. Contohnya, sel darah merah yang rendah bisa menjadi pertanda tubuh dalam kondisi anemia.

Penyakit yang bisa terdeteksi

Tes hematologi juga dianggap mampu untuk mendeteksi jenis-jenis penyakit tertentu yang berkaitan dengan sel darah. Beberapa di antaranya adalah infeksi darah, leukimia, hingga anemia. Berikut ulasan ringkas mengenai beberapa penyakit tersebut.

  • Infeksi Darah

Infeksi darah di dunia medis sering disebut dengan sepsis. Penyebabnya adalah terjadinya senyawa kimia yang dilepas oleh tubuh ke dalam darah, yang memicu adanya peradangan di seluruh tubuh.  Sepsis dapat mengurangi aliran darah ke anggota tubuh maupun organ internal dan menghilangkan nutrisi maupun oksigen. Risiko yang bisa lebih parah dari infeksi ini adalah dapat menyebabkan infeksi tulang atau osteomielitis.

  • Leukimia

Leukimia adalah penyakit yang kerap dideteksi oleh para dokter dalam tes hematologi. Leukimia merupakan kanker yang menyerang sel darah putih. Sel darah putih inilah yang melindungi tubuh dari penyakit. Normalnya, sel darah putih dapat berkembang dengan teratur ketika tubuh membutuhkannya dalam mengatasi infeksi. Namun, saat terjadi leukimia, sumsum tulang belakang memproduksi sel darah putih yang tidak normal sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik. Bila tidak tertangani dengan serius, penyakit ini dapat berbahaya bagi kesehatan, bahkan dapat mengakibatkan kematian.

  • Anemia

Penyakit berikutnya yang bisa terdeteksi dari tes hematologi adalah anemia. Penyakit ini terjadi ketika kondisi tubuh kekurangan sel darah yang mengandung hemoglobin. Ketika mengalami penyakit ini, penderita akan merasa letih, lelah, dan tidak bisa berktivitas dengan baik. Untuk pencegahan, anemia dapat diobati melalui konsumsi suplemen secara rutin.

Itu dia beberapa penyakit yang dapat terdeteksi melalui tes hematologi. Oleh karena itulah, tetap jaga kondisi kesehatan tubuh dengan berolahraga mengkonsumsi makanan sehat dan menjaga pola hidup sehat secara teratur.