fbpx

KAMI ADA UNTUK MEMBANTU ANDA

  1. Home
  2.  » 
  3. Artikel
  4.  » Mengenal Kanker Limfoma yang Diidap Ari Lasso

Mengenal Kanker Limfoma yang Diidap Ari Lasso

06 Januari 2022 | Artikel

Musisi ternama tanah air, Ari Lasso mengungkapkan dirinya mengidap diffuse large B-cell lymphoma (DLBCL). DLBCL merupakan penyakit kanker langka, namun masih dapat disembuhkan. Hal ini menghebohkan masyarakat karena selama ini Ari Lasso tidak menunjukkan tanda apapun.

Kanker memang bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia, profesi, status dan gender. Oleh karena itu penting untuk tetap teredukasi dan mengenali gejala-gejala awal dari kanker agar dapat mendapatkan penanganan sedini mungkin. Lalu, seperti apa kanker yang diidap oleh Ari Lasso? Mari baca artikel ini hingga akhir.

Apa itu DLBCL?

Limfoma sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu Hodgkin dan non-Hodgkin. DLBCL yang diderita Ari Lasso termasuk dalam limfoma non-Hodgkin, yang merupakan jenis paling umum. DLBCL merupakan salah satu jenis kanker darah yang paling agresif sehingga jika tidak mendapatkan pengobatan segera, dapat mengakibatkan kematian.

DLBCL dapat menyerang organ sistem limfatik seperti sumsum tulang, timus, limpa, dan kelenjar getah bening.

Gejala umum yang dapat dirasakan penderita DLBCL antara lain:

  • Berkeringat di malam hari
  • Tidak berselera makan
  • Merasa kelelahan
  • Demam
  • Berat badan menurun drastis
  • Rasa Gatal

Gejala lainnya yang dapat timbul berdasarkan lokasi timbulnya DLBCL adalah:

  • Sesak nafas
  • Batuk
  • Sakit perut
  • Diare
  • Adanya darah pada tinja

Lokasi munculnya kanker DLBCL sebagian besar dimulai pada kelenjar getah bening. Tapi, pada sebagian kecil kasus, kanker ini juga dapat berkembang di luar kelenjar getah bening, seperti pada:

  • Tulang
  • Otak atau sumsum tulang belakang (disebut sistem saraf pusat, atau SSP)
  • Gastrointestinal (GI)
  • Sistem sinus
  • Testis
  • Tiroid
  • Kulit Dilansir

Perawatan Kanker DLBCL (Diffuse large B-cell lymphoma)

Pada umumnya, perawatan kanker DLBCL pada setiap orang dapat bervariasi tergantung pada usia, sub tipe kanker dan stadium, tempat penyebaran, dan kondisi
kesehatan pasien secara umum.

Perawatan yang umum digunakan untuk mengobati kanker ini disebut R-CHOP. Yaitu kombinasi obat dan pil IV yang diberikan dalam siklus tertentu (umumnya setiap 3
minggu). Namun semakin serius kondisi pasien, siklus yang dibutuhkan juga akan semakin banyak.

Kemoterapi juga dibutuhkan untuk perawatan kanker ini. Obat kemoterapi yang umum digunakan antara lain: Siklofosfamid, idroksi Daunorubicin (Doksorubisin), Vincristine
(Oncovin), dan Prednison.

Pasien juga kemungkinan akan diminta untuk melakukan perawatan dengan radiasi selama beberapa minggu. Perawatan ini akan menggunakan sinar-X untuk menghancurkan sel kanker yang bersarang dalam tubuh.

Mungkinkah Kanker DLBCL Muncul Kembali Setelah Sembuh?

Pada banyak kasus, para pasien kanker DLBCL tidak mengalami tumbuhnya kembali kanker setelah menjalani perawatan. Namun, ada pula beberapa pasien yang mengalami kembalinya kanker. Hal ini dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari usia, kondisi kesehatan umum, stadium kanker, serta letak kanker.

Jika kanker ditemukan muncul kembali, dokter akan menyarankan pengobatan dengan penggabungan kemoterapi dosis tinggi dengan transplantasi sel induk. Perawatan ini disebut juga dengan “transplantasi sel induk autologus”. Selama menjalani proses ini, pasien dapat mengalami beberapa efek samping seperti sakit tenggorokan, mual, dan samping dari proses pengobatan tersebut.

Perawatan lain yang juga dapat dilakukan oleh pasien kanker DLBCL adalah terapi gen atau terapi CAR-T. Terapi ini dapat digunakan pada pasien usia dewasa yang mengidap limfoma sel B tingkat tinggi, limfoma sel B besar mediastinum primer, dan kanker DLBCL yang timbul dari limfoma folikular.

Perawatan ini dilakukan dengan melakukan rekayasa genetik di laboratorium agar sel tersebut dapat melawan sel kanker dalam tubuh. Umumnya selama perawatan pengidap kanker DLBCL akan merasa baik-baik saja dan akan pulih dalam waktu beberapa bulan.

Jika Anda ingin melakukan pemeriksaan maupun perawatan lengkap terkait kanker, Anda dapat mengunjungi Adi Husada Cancer Center (AHCC), Surabaya. AHCC merupakan pusat layanan kanker terintegrasi swasta pertama di Indonesia Timur yang memiliki berbagai peralatan medis dan layanan berstandar internasional. AHCC juga tergabung dalam IOC Asia (Integrated Oncology Centre) dan selalu memberikan pelayanan terbaik berkualitas internasional untuk semua pasien. Informasi lebih lanjut silahkan hubungi WA: 0822-8888-9300.

Credit foto: Republika

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.