fbpx

KAMI ADA UNTUK MEMBANTU ANDA

  1. Home
  2.  » 
  3. Artikel
  4.  » Kenapa Kanker Bisa Muncul Kembali Walaupun Sudah Divonis Sembuh?

Kenapa Kanker Bisa Muncul Kembali Walaupun Sudah Divonis Sembuh?

16 September 2020 | Artikel

Awal tahun kemarin dunia entertainment berduka, artis senior Ria Irawan meninggal dunia akibat kanker. Seperti diketahui, Ria Irawan sempat menjalani operasi pengangkatan rahim akibat terkena kanker dinding rahim. Setelah operasi, kanker Ria Irawan ternyata sudah menyebar ke kelenjar getah bening bagian panggul. Akhirnya Ria Irawan harus menjalani kemoterapi dan dinyatakan sembuh di tahun 2014.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mencegah Kanker Ketika Sudah Masuk Usia 50 Tahun?

Sayangnya, kanker yang dialami Ria Irawan kambuh atau kembali datang. Kanker sudah menyebar ke paru-paru hingga ke otak. Muncul banyak pertanyaan, mengapa kanker yang sudah dinyatakan sembuh tetapi bisa datang kembali? Apakah ada yang salah dengan diagnose atau ada alasan lain?

Remisi atau survival rate

Ternyata di dalam dunia medis penanganan kanker, tidak ada istilah sembuh atau bahkan sembul total tetapi melainkan remisi atau survival rate. Misalnya dalam kasus Ria Irawan setelah kemoterapi, seharusnya Ria Irawan bisa disebut remisi atau tidak ada lagi sel kanker di dalam tubuh. Walaupun tidak ada lagi sel kanker yang ada di dalam tubuh, pasien bukan tidak ada kemungkinan datang kembali. Oleh karena itu pasien kanker harus sering melakukan kontrol, setidaknya 3 atau 6 bulan sekali.

Kemudian apa itu survival rate atau rata-rata bertahan hidup? Ini adalah kemungkinan rata-rata pasien kanker untuk bisa hidup. Misalnya kanker usus besar stadium 1 survival rate bisa mencapai 5 tahun lebih, itu berarti pasien bisa bertahan hidup selama 5 tahun ke depan atau lebih. Kembali lagi ke poin pertama, walaupun pasien sudah menjalani pengobatan dan melewati survival rate, pasien tetap harus kontrol ke dokter onkologi untuk mengantisipasi munculnya kanker kembali.

Sel kanker bisa tertinggal atau rusak sementara

dr. Made Putra Sedana, Sp.PD-KHOM mengatakan bahwa pasien yang sudah melewati survival rate tidak ada jaminan bahwa kanker tidak akan muncul lagi. Dia menjelaskan bahwa di dalam tubuh manusia terdapat triliunan sel dan semunya bisa berubah menjadi kanker walaupun setelah menjalani kemoterapi atau radio terapi.

Setelah operasi pengangkatan tumor misalnya, dokter akan melakukan biopsi untuk melihat apakah ada sel kanker yang tertinggal. Jika memang ada, dokter akan melakukan kemoterapi atau radioterapi untuk memastikan tidak ada sel kanker yang tertinggal. Tetapi terkadang ada sel kanker yang sudah rusak dan tidak terdeteksi. Dengan pola makan dan pola hidup yang tidak baik, sel kanker yang sudah rusak tadi bisa menyebar dan membunuh sel sehat.

Selain faktor tersebut di atas, ada lagi faktor genital yang bisa mengakibatkan sel kanker tidak bisa hilang 100%. Biasanya ini terjadi pada pasien kemoterapi yang sudah mengalami kanker stadium lanjut.

Dalam kasus meninggalnya Ria Irawan karena penyakit kanker, bisa menjadi catatan bagi kita bahwa kanker bisa datang kembali walaupun kita sudah menjalani beberapa pengobatan. Lalu apa yang harus kita lakukan? Kontrol adalah syarat utama, lakukan apa yang dianjurkan oleh dokter onkologi. Kemudian jaga selalu pola hidup dan pola makan, karena ini bisa menjadi faktor utama kanker bisa kembali.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.