fbpx

KAMI ADA UNTUK MEMBANTU ANDA

  1. Home
  2.  » 
  3. Artikel
  4.  » Saatnya Berubah! Hindari 7 Makanan Ini untuk Kurangi Risiko Penyakit

Saatnya Berubah! Hindari 7 Makanan Ini untuk Kurangi Risiko Penyakit

01 Juni 2022 | Artikel

Memiliki hidup yang sehat dan berkualitas adalah impian semua orang. Namun sayangnya, tidak semua orang mau menjalani pola hidup sehatnya.

Salah satu contohnya dalam hal memilih makanan. Banyak yang mengetahui kalau pilihan makanan yang dikonsumsi sangat memengaruhi kesehatan, tapi tidak sedikit juga yang masih suka sembarangan dalam mengonsumsi makanan.

Nah, kalau kamu ingin mulai mendapatkan hidup yang lebih sehat, sebaiknya juga mulai hindari tujuh jenis makanan ini.

Gorengan

Semua jenis makanan yang digoreng merupakan salah satu musuh utama kesehatan dan sebaiknya sebisa mungkin dihindari.

Alasannya karena makanan jenis ini banyak mengandung asam lemak jenuh, asam lemak trans, hingga kolesterol yang memicu berbagai penyakit mulai, jantung koroner, hipertensi, sampai stroke.

Gorengan juga umumnya rendah akan serat. Jadi tidak benar-benar membantu mengurangi lapar dan justru membuat kita ingin makan lebih banyak lagi. Hal ini akan meningkatkan asupan kalori harian melebihi yang dibutuhkan tubuh.  Jika konsumsi ini terjadi secara rutin, risikonya adalah berat badan akan terus bertambah bahkan bisa sampai obesitas.

Roti putih

Apakah kamu termasuk salah satu orang yang beranggapan bahwa roti bisa dikonsumsi untuk menggantikan nasi saat diet?

Mulai sekarang, hapus pikiran itu. Karena sebenarnya roti putih justru kurang mengandung gizi dan bahkan cenderung tidak sehat untuk konsumsi rutin lho!

Ini karena pada proses penggilingan tepung terigu yang menjadi bahan baku roti putih justru membuang kulit ari dari biji gandum. Proses ini yang mengurangi kadar gizi dari roti putih.

Selain kadar gizi yang rendah, angka indeks glikemik pada roti putih juga tergolong tinggi yaitu mencapai 75. Indeks glikemik merupakan indikator seberapa cepat karbohidrat diproses menjadi glukosa dalam tubuh. Ini berarti roti putih mampu meningkatkan kadar gula darah dalam waktu singkat.

Daging olahan

Beberapa makanan yang termasuk daging olahan seperti sosis, nugget, atau bacon adalah satu lagi jenis makanan yang sebaiknya dihindari.

Bahkan WHO mengklasifikasikan daging olahan merupakan karsinogen kelompok 1. Artinya jenis makanan ini mengandun zat-zat aktif yang dapat memicu munculnya kanker.

Selain itu, pada salah satu riset yang diterbitkan dalam jurnal Circulation menyimpulkan bahwa konsumsi daging olahan secara rutin dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga diabetes mellitus.

Junk Food

Alasan makanan ini disebut junk (sampah) adalah karena kandungan vitamin, mineral, dan seratnya sangat rendah bahkan cenderung tidak ada. Di sisi lain, kaya akan lemak dan tinggi kalori.

Proses pengolahan junk food juga meningkatkan kadar senyawa polycyclic aromatic hydrocarbons dalam tubuh yang bersifat karsinogenik atau pemicu kanker.

Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa junk food meningkatkan risiko kanker usus besar.

Minuman kemasan

Kandungan gula yang tinggi pada minuman kemasan cukup untuk jadi alasan menghindarinya.

Pasalnya kandungan gula ini dapat mengganggu kemampuan sel-sel tubuh, khususnya saat harus merespon hormon pengatur gula darah (insulin).

Ketika kondisi ini terjadi terus menerus dapat menyebabkan resistensi insulin, yang berakibat tingginya kadar gula dalam darah.

Hal ini dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit seperti, diabetes tipe 2, bahkan penyakit jantung di masa depan.

Mie Instan

Merupakan makanan favorit sejuta umat, sayangnya fakta ini tidak mengurangi bahaya yang ditimbulkannya bagi kesehatan.

Potensi bahaya dari makanan ini berasal dari kandungan garam yang ada pada bumbunya. Kandungan garam yang tinggi seperti diketahui dapat memicu timbulnya hipertensi.

Pada kondisi konsumsi mi instan yang berlebihan juga dapat memicu berbagai penyakit serius di masa mendatang seperti stroke, serangan jantung, hingga kanker perut.

Yoghurt rendah lemak

Meskipun tampak seperti makanan sehat, beberapa produk yoghurt yang beredar di pasaran perlu diwaspadai karena kandungannya.

Tidak sedikit yoghurt rendah lemak yang mengganti kandungan lemak susu di dalamya dengan gula agar produk tetap enak untuk dikonsumsi.

Tambahan gula inilah yang berpotensi meningkatkan risiko obesitas hingga munculnya diabetes.

Nah, itu tadi daftar tujuh jenis makanan yang sebaiknya mulai dihindari untuk mengurangi risiko penyakit di masa mendatang. Kalau belum bisa dihindari sepenuhnya, mulai dengan menghindarinya secara bertahap juga akan tetap besar manfaatnya lho!

Perlu informasi seputar kanker dan pengobatannya, kunjungi Adi Husada Cancer Center (AHCC) atau hubungi kami melalui WA: 0822-8888-6922. AHCC merupakan pusat layanan kanker terintegrasi swasta pertama di Indonesia Timur yang memiliki tenaga medis handal dan aneka peralatan medis berstandar internasional. Kami siap membantu dan melayani Anda.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.