fbpx

KAMI ADA UNTUK MEMBANTU ANDA

  1. Home
  2.  » 
  3. Artikel
  4.  » Benarkah Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kanker Kulit?

Benarkah Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kanker Kulit?

oleh | 18 Agustus 2022 | Artikel

Krisis iklim merupakan topik yang semakin hari terasa semakin kencang diperbincangkan. Hal ini seiring dengan dampak yang mulai dirasakan langsung salah satunya adalah terjadinya suhu panas berkepanjangan di hampir berbagai belahan dunia. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dan National Aeronautics and Space Administration (NASA) bahkan melaporkan bahwa dekade ini (2010-2020) menjadi yang terpanas sejak 140 tahun terakhir.

Dampak dari perubahan iklim yang terasa makin ekstrem ini ternyata tidak hanya merusak lingkungan, tapi juga membahayakan kesehatan kita lho, Healthy People. Salah satu bahaya kesehatan yang mengintai adalah meningkatnya risiko kanker kulit (melanoma).

Seperti diketahui, kanker kulit sendiri adalah penyakit yang muncul akibat terjadinya perubahan pada sel-sel penyusun kulit yang tumbuh tidak terkendali dan menjadi ganas. Salah satu faktor yang disebut meningkatkan risiko terkena kanker kulit adalah paparan radiasi UV berlebihan yang terkandung dalam sinar matahari.

Dann Mitchell, seorang peneliti dan profesor Ilmu Iklim dari Universiy of Bristol mengungkapkan bahwa perubahan iklim yang saat ini terjadi menyebabkan kita memperoleh paparan sinar matahari lebih banyak. Artinya lebih banyak paparan sinar UV juga.

Selain paparan sinar UV dari matahari, ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker kulit (melanoma), di antaranya adalah:

  • Memiliki banyak tahi lalat
  • Memiliki kulit pucat dan mudah terbakar sinar matahari
  • Orang dengan rambut pirang berisiko lebih tinggi
  • Mempunyai riwayat penyakit tertentu, seperti HIV yang menurunkan kekebalan tubuh
  • Pernah didiagnosa kanker
  • Memiliki keluarga dengan riwayat kanker melanoma

Terkait dengan krisis iklim yang saat ini berlangsung, kita semua berharap ada kebijakan dan kerjasama dari berbagai negara di dunia untuk menemukan solusinya. Tapi selain itu, kita juga dapat berbuat sesuatu untuk meminimalkan risiko terkena kanker melanoma di situasi sekarang. Salah satunya adalah memastikan diri untuk selalu menggunakan pelindung atau tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.

Membutuhkan informasi seputar kanker? Anda dapat mengunjungi Adi Husada Cancer Center (AHCC) Surabaya atau hubungi kami melalui WA: 0822-8888-6922. AHCC merupakan pusat layanan kanker terintegrasi swasta pertama di Indonesia Timur yang memiliki tenaga medis handal dan aneka peralatan medis berstandar internasional. Kami siap membantu dan melayani Anda.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *