fbpx

KAMI ADA UNTUK MEMBANTU ANDA

  1. Home
  2.  » 
  3. Artikel
  4.  » Apa Itu Pemeriksaan Pap Smear dan Bagaimana Prosedurnya?

Apa Itu Pemeriksaan Pap Smear dan Bagaimana Prosedurnya?

oleh | 26 Januari 2022 | Artikel

Pap smear adalah cara yang dilakukan untuk mendeteksi adanya kanker serviks maupun sel-sel abnormal (sel prakanker) di leher rahim (serviks) yang berpotensi berkembang menjadi kanker.

Kanker serviks adalah penyakit yang perlu diwaspadai karena merupakan jenis kanker dengan jumlah penderita terbanyak nomor dua di Indonesia. Kanker serviks memang berpotensi menyebabkan kematian, tapi jika terdeteksi dan mendapatkan perawatan secara dini akan memiliki potensi lebih besar untuk disembuhkan.

Pap Smear adalah prosedur pengambilan sampel jaringan leher rahim (serviks) untuk memeriksa kondisi sel di laboratorium. Dengan pemeriksaan ini, dokter dapat mendeteksi ada/tidaknya kelainan pada sel/jaringan serviks yang berpotensi berkembang menjadi kanker serviks.

Prosedur & Manfaat Pap Smear

Pap smear dilakukan dengan mengambil sampel sel di serviks. Setelah itu, sel diperiksa di laboratorium untuk mengetahui apakah di dalam sampel tersebut terdapat
sel prakanker atau sel kanker.

Dengan melakukan pap smear secara rutin, kondisi serviks dapat terpantau dan jika ditemukan sel yang berpotensi menjadi kanker serviks, dapat terdeteksi secara dini dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Kapan Harus Melakukan Pap Smear?

Pap smear dianjurkan dilakukan setiap 3 tahun sekali untuk wanita usia 21 tahun ke atas. Bagi wanita yang berusia 30-65 tahun, pap smear dapat dilakukan tiap 5 tahun sekali, namun juga perlu dikombinasikan dengan pemeriksaan HPV.

Perempuan yang memiliki potensi tinggi terkena kanker serviks juga dianjurkan untuk melakukan pap smear secara berkala. Perempuan yang termasuk dalam golongan ini antara lain:

  • Menderita HIV
  • Merokok
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah atau menggunakan kortikosteroid dalam jangka panjang
  • Terpapar atau menggunakan obat dietilstilbestrol (DES)
  • Mendapatkan hasil abnormal pada pap smear sebelumnya

Sebelum melakukan pap smear dianjurkan untuk memperhatikan kondisi berikut:

  • Tidak melakukan pap smear saat sedang menstruasi, dan dapat melakukannya 5 hari setelah menstruasi berakhir.
  • Tidak dianjurkan dilakukan saat usia kehamilan 25 minggu ke atas karena bisa menimbulkan nyeri yang hebat saat pemeriksaan.
  • Pap smear dapat dilakukan minimal 12 minggu setelah melahirkan.

Pap smear tidak perlu dilakukan pada:

  • Perempuan yang telah menjalani operasi pengangkatan seluruh rahim dan serviks (histerektomi total). Dengan catatan, prosedur histerektomi total tidak dilakukan atas indikasi adanya kanker atau lesi prakanker.
  • Perempuan usia 65 tahun ke atas dengan hasil pap smear sebelumnya normal.

Sebagai persiapan, 2 hari sebelum melakukan pap smear, disarankan untuk tidak melakukan hal berikut:

  • ¬†Berhubungan seks
  • Membersihkan bagian dalam vagina (douching) dengan cairan apapun
  • Memasukkan apapun ke dalam vagina, termasuk tampon, krim vagina, atau obat-obatan untuk vagina

Prosedur Pap Smear

Proses pap smear berlangsung selama 10-20 menit dan dilakukan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Posisi pasien dalam pemeriksaan pap smear mirip dengan proses persalinan normal. Tahapan yang dilakukan dokter dalam pap smear antara lain:

  • Pasien diminta berbaring di meja periksa serta menaruh kedua kaki di tempat yang telah disediakan atau dalam posisi lebar
  • Dokter memeriksa vagina bagian luar
  • Dokter membuka vagina dan memasukkan alat seperti cocor bebek dengan perlahan.
  • Dokter mengambil sampel sel dari dalam vagina menggunakan spatula atau sikat halus.
  • Sampel dimasukkan ke alat periksa seperti tabung/gelas kaca untuk dibawa ke laboratorium.
  • Spekulum dilepas dan pasien dapat menunggu hasil pemeriksaan.

Meski saat prosedur dilakukan pasien dapat merasa sedikit tidak nyaman, pap smear adalah metode pemeriksaan yang aman bagi perempuan untuk mendeteksi kanker serviks. Secara umum tidak ada efek samping yang dirasakan setelah melakukan pap smear, namun pada beberapa kasus pasien dapat mengalami pendarahan ringan.

Jika Anda memerlukan informasi lebih lanjut mengenai pemeriksaan dan perawatan lengkap terkait kanker serviks, Anda dapat mengunjungi Adi Husada Cancer Center (AHCC), Surabaya. AHCC merupakan pusat layanan kanker terintegrasi swasta pertama di Indonesia Timur yang memiliki berbagai peralatan medis dan layanan berstandar internasional. AHCC juga tergabung dalam IOC Asia (Integrated Oncology Centre) dan selalu memberikan pelayanan terbaik berkualitas internasional untuk semua pasien. Informasi lebih lanjut silahkan hubungi WA: 0822-8888-9300.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *