KAMI ADA UNTUK MEMBANTU ANDA

  1. Home
  2.  » 
  3. Artikel
  4.  » Apa Itu Kanker? Sejarah dan Perkembangan Kanker di Era Modern

Apa Itu Kanker? Sejarah dan Perkembangan Kanker di Era Modern

06 Desember 2019 | Artikel

Onkologi 101 – Kami akan menuliskan seri artikel mengenai Onkologi. Temukan artikel menarik dan update terbaru seputar onkologi.

Penyakit kanker memiliki sejarah yang panjang tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. Menurut data dari Globocan 2018, setidaknya 1 dari 5 laki-laki dan 1 dari 6 perempuan di seluruh dunia terserang kanker. Sedangkan menurut data dari Kementerian Kesehatan, di tahun 2013 hampir 350 ribu orang di Indonesia yang terkena penyakit kanker. Tentu jumlah tersebut masih terus meningkat setiap tahunnya.

Kanker bukan penyakit baru atau banyak yang menyebut sebagai penyakit musiman. Menurut sejarahnya kanker sudah ada sekitar 3000 SM. Setelah itu penyakit kanker selalu menjadi perhatian para dokter atau ilmuwan karena efek yang ditimbulkan sangat berbahaya. Bahkan di era modern seperti sekarang, para dokter serta ilmuwan tidak berhenti mengeluarkan karya ilmiah baru untuk melawan penyakit kanker.

Sejarah kanker 

Seperti disebutkan di atas, Edwin Smith, peneliti mumi Mesir menjelaskan pada tahun 3000 SM sudah ada upaya untuk pengangkatan tumor payudara. Bukti-bukti yang terlihat adalah ditemukannya alat kedokteran yang diperuntukkan mengangkat tumor di dalam tubuh. Sebenarnya penyakit “tumor payudara” ini belum memiliki nama resmi, walaupun sudah ada ratusan atau bahkan ribuan tahun.

Pada akhirnya Hippocrates, dokter Yunani Kuno mulai menyebut penyakit kanker dengan karkinos atau dalam bahasa Yunani berarti kepiting. Saat itu Hippocrates bersama dokter Yunani melihat bahwa bentuk tumor mirip dengan kaki kepiting. Kemudian ilmuwan Yunani lain, Celcus menyederhanakan karkinos menjadi cancer.

Pada abad ke-16 dan 17, perkembangan peralatan dokter semakin maju membuat kanker tidak hanya sekadar diangkat melalui operasi, tetapi diteliti mengapa bisa terjadinya kanker. Di Eropa, beberapa dokter dan profesor mengatakan bahwa cairan kimia dan produk susu tertentu bisa memancing munculnya kanker.

Kemudian di abad ke-19, dokter dan ilmuwan sudah mulai mengetahui bahwa menyembuhkan kanker atau tumor tidak hanya sekadar lewat jalan operasi, tetapi mereka harus mengetahui jenis kanker dan jenis penyebarannya.

Perkembangan dalam menangani penyakit kanker

Dalam sejarahnya, pengobatan kanker dimulai abad ke-18 saat mulai ditemukannya alat kedokteran. Pada saat itu hampir seluruh pengobatan kanker dilakukan melalui jalan operasi. Saat peralatan mulai higienis, operasi pengangkatan kanker ini mulai sukses dilakukan. Kemudian di abad ke-19, wajah pengobatan kanker berubah total setelah ditemukannya radiasi.

Melalui radiasi, para pasien kanker ini bisa lebih awal ditolong sebelum penyakit menyebar. Di tahun 1930an, Amerika Serikat sudah mulai menggalakkan pertolongan pertama pada kanker yaitu melakukan check-up untuk mencegah kematian karena kanker.

Di era modern seperti sekarang, seluruh rumah sakit di dunia sudah mempunyai program unggulan untuk mengatasi penyakit kanker. Di Amerika Serikat misalnya setiap tahun mereka mengeluarkan obat kanker baru yang kemudian didistribusikan di seluruh dunia.

Salah satu pengobatan kanker selain pembedahan atau operasi yang paling direkomendasikan adalah kemoterapi dan radioterapi. Kemoterapi adalah pemberian obat yang bertujuan untuk menghambat atau bahkan menghilangkan sel kanker di dalam tubuh. Lalu radioterapi adalah terapi radiasi yang digunakan untuk membunuh sel kanker.

Mempunyai sejarah yang panjang, menjadikan kanker sebagai salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Sekarang Anda sudah mengetahui bagaimana bahaya dan perkembangan perawatan kanker dari zaman dahulu sampai era modern. Semoga menambah wawasan serta pengetahuannya Anda.

0 Komentar

Trackbacks/Pingbacks

  1. Gejala dan Tanda-tanda Kanker, dari Hal Sangat Sederhana Sampai Paling Ketara - AHCC - […] Baca Juga: Apa Itu Kanker? Sejarah dan Perkembangan Kanker di Era Modern […]

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *