Multiple myeloma sering kali dapat diobati dengan sangat efektif, dan banyak pasien dapat mencapai remisi (tanda penyakit menurun sangat jauh atau tidak terdeteksi pada pemeriksaan standar). Namun, pada banyak kasus, myeloma masih dianggap “sulit disembuhkan total” karena sel kanker bisa tersisa dalam jumlah sangat kecil dan berpotensi aktif kembali (relaps). Karena itu, tujuan terapi biasanya mencakup: mencapai remisi sedalam mungkin, mempertahankan remisi selama mungkin (maintenance), mencegah komplikasi seperti kerusakan tulang atau ginjal, dan menjaga kualitas hidup.
Apa maksud “sembuh” pada multiple myeloma?
Dalam percakapan klinis, “sembuh” bisa berarti beberapa hal, dan ini sering membuat pasien dan keluarga bingung.
- Remisi: tanda penyakit menurun sangat jauh. Bisa partial (sebagian) atau complete/complete response (sangat baik). Remisi bukan berarti “pasti hilang selamanya”.
- MRD-negative (Minimal Residual Disease negatif): pemeriksaan sangat sensitif tidak menemukan sel myeloma pada tingkat tertentu. Ini kabar baik, tetapi tetap perlu dipahami sebagai “risiko lebih rendah”, bukan jaminan absolut.
- Cure / cured: istilah ini masih hati-hati dipakai di myeloma. Ada diskusi ilmiah tentang “definisi cure” berbasis MRD-negatif dan bebas terapi dalam jangka waktu tertentu, tetapi ini masih berkembang sebagai konsep dan belum berarti semua pasien akan mencapai kondisi itu.
Di rumah sakit, banyak pasien bertanya, “Dok, ini bisa sembuh total atau tidak?” Biasanya jawaban paling jujur dan menenangkan adalah: banyak pasien bisa hidup lama dengan kontrol penyakit yang baik, dan strategi terapi sekarang makin maju, tetapi kita tetap memantau karena myeloma bisa kambuh pada sebagian pasien.
💬 Sedang bingung dengan hasil pemeriksaan, rencana terapi, atau keluhan seperti nyeri tulang, cepat lelah, anemia, dan gangguan ginjal?
Tanyakan saja pada HANA.
HANA adalah asisten digital dari Adi Husada Cancer Center (AHCC) yang membantu mendengarkan keluhan Anda secara privat, melakukan anamnesis awal, dan memberi panduan awal tentang langkah medis yang tepat.

Catatan: Hasil percakapan bersifat edukatif dan tidak menggantikan diagnosis dokter.
Kenapa multiple myeloma sering dianggap “treatable, tapi sulit curative”?
Multiple myeloma berasal dari sel plasma di sumsum tulang. Terapi modern dapat menekan sel myeloma sangat dalam, tetapi:
- sel myeloma bisa “bersembunyi” di sumsum tulang dalam jumlah sangat kecil
- sebagian sel bisa menjadi lebih kebal terhadap terapi seiring waktu
- penyakit bisa kembali aktif setelah periode remisi (relaps)
Itulah sebabnya follow-up jangka panjang penting, bahkan saat pasien merasa sudah membaik.
Apa tujuan pengobatan multiple myeloma?
Tujuan terapi bisa berbeda untuk tiap pasien, tetapi biasanya mencakup:
- Mencapai remisi sedalam mungkin (mengurangi sel myeloma sebanyak mungkin)
- Memperpanjang durasi remisi dengan terapi lanjutan/maintenance bila cocok
- Mencegah dan menangani komplikasi: nyeri/kerusakan tulang, anemia, infeksi, gangguan ginjal, kalsium tinggi
- Menjaga kualitas hidup: aktivitas harian, tidur, nafsu makan, kesehatan mental
Kerangka seperti ini juga sejalan dengan panduan pasien NCCN yang menekankan pemilihan terapi berdasarkan kondisi pasien dan perjalanan penyakit.
Apakah semua pasien mendapat terapi yang sama?
Tidak. Rencana terapi sangat dipersonalisasi. Di klinik, dokter biasanya mempertimbangkan:
- usia biologis dan kondisi fisik
- fungsi ginjal
- kondisi tulang (ada tidaknya lesi atau fraktur)
- profil risiko penyakit (misalnya dari FISH/sitogenetik)
- apakah pasien eligible untuk transplantasi sel punca (autologous stem cell transplant)
“Remisi” itu seperti apa? Apakah berarti kanker hilang?
Remisi berarti tanda penyakit menurun atau tidak terdeteksi pada pemeriksaan tertentu. Pada banyak pasien myeloma, remisi bisa berlangsung lama, tetapi tetap ada kemungkinan penyakit aktif kembali.
Di rumah sakit, kami biasanya menjelaskan begini:
Remisi adalah kondisi “terkontrol sangat baik”, bukan janji bahwa penyakit tidak akan kembali. Karena itu pasien tetap perlu kontrol berkala.
Apa itu terapi “maintenance” dan kenapa sering dibutuhkan?
Maintenance therapy adalah terapi dosis lebih ringan atau obat tertentu yang diberikan setelah respons baik tercapai, dengan tujuan menahan penyakit agar tidak cepat kambuh. Tidak semua pasien harus maintenance, tetapi ini sering menjadi bagian penting pada strategi jangka panjang.
Kalau myeloma kambuh, apakah masih ada harapan?
Ya. Myeloma bisa kambuh, tetapi sekarang tersedia banyak pilihan terapi untuk relapsed/refractory myeloma (kambuh atau tidak respons). Kuncinya adalah penilaian ulang: terapi sebelumnya, respons, efek samping, kondisi organ, dan opsi lini berikutnya.
Tabel ringkas: “Sembuh” vs “Remisi” vs “Kontrol jangka panjang”
| Istilah | Makna sederhana | Apa artinya untuk pasien |
|---|---|---|
| Sembuh (cure) | Tidak ada bukti penyakit dan tidak kembali dalam jangka sangat panjang | Pada myeloma, istilah ini masih hati-hati; riset sedang bergerak ke arah definisi yang lebih jelas |
| Remisi | Penyakit menurun drastis / tidak terdeteksi pada tes standar | Kabar baik, tetapi tetap perlu kontrol rutin |
| MRD-negatif | Tes sangat sensitif tidak menemukan sel myeloma pada batas tertentu | Biasanya terkait hasil yang lebih baik, tapi tetap bukan “jaminan absolut” |
| Kontrol jangka panjang | Penyakit dijaga stabil/terkendali dengan terapi dan monitoring | Banyak pasien hidup bertahun-tahun dengan kualitas hidup yang baik |
Apa saja pengobatan utama multiple myeloma?
Secara garis besar, terapi dapat mencakup kombinasi:
- obat sistemik (berbagai kelas obat, termasuk targeted dan imunoterapi, kadang kemoterapi)
- kortikosteroid sebagai bagian regimen
- transplantasi sel punca autologous pada pasien yang memenuhi syarat
- radioterapi untuk kontrol nyeri/lesi lokal tertentu
- supportive care: terapi tulang, manajemen anemia, pencegahan infeksi, dukungan gizi dan nyeri
Pertanyaan yang sering ditanyakan pasien
Apakah transplantasi sumsum tulang berarti “pasti sembuh”?
Tidak selalu. Pada myeloma, transplantasi sel punca autologous biasanya bertujuan memperdalam respons dan memperpanjang remisi, bukan jaminan sembuh total.
Apakah saya akan menjalani pengobatan seumur hidup?
Tidak selalu “seumur hidup”, tetapi banyak pasien menjalani fase-fase: terapi awal, evaluasi respons, mungkin transplantasi, kemudian maintenance dan kontrol berkala. Pada sebagian pasien, terapi bisa berhenti sementara ketika stabil, lalu dimulai lagi bila ada tanda progresi.
Apa yang biasanya dipantau dokter setelah terapi?
Umumnya meliputi pemeriksaan darah/urine untuk protein myeloma, kondisi ginjal, darah lengkap, dan bila perlu pencitraan. Jadwal kontrol disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
- National Cancer Institute (NCI) – Multiple Myeloma Treatment (PDQ) Patient Version: https://www.cancer.gov/types/myeloma/patient/myeloma-treatment-pdq
- American Cancer Society – Living as a Multiple Myeloma Survivor (follow-up, remission, monitoring): https://www.cancer.org/cancer/types/multiple-myeloma/after-treatment/follow-up.html
- NCCN Guidelines for Patients – Multiple Myeloma (berbasis NCCN guideline versi 2025/2026): https://www.nccn.org/patients/guidelines/content/PDF/myeloma-patient.pdf
- Mayo Clinic – Multiple Myeloma diagnosis & treatment (termasuk transplant dan maintenance): https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/multiple-myeloma/diagnosis-treatment/drc-20353383
- MMRF – Proposed definition of cure in myeloma (diskusi konsep “cure”): https://themmrf.org/mmrf-blogs/proposed-definition-cure-multiple-myeloma/
- JNCCN – Multiple Myeloma treatment updates & relapsed/refractory sequencing: https://jnccn.org/view/journals/jnccn/21/12/article-p1281.xml
Medical Disclaimer
Artikel ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dokter. Multiple myeloma memiliki variasi besar antar-pasien; keputusan terapi harus berdasarkan pemeriksaan menyeluruh, kondisi organ, dan diskusi langsung dengan tim onkologi/hematologi.