logo-header

Stres Bisa Picu Kanker Serviks, Begini Penjelasan dari Dokter


Berdasarkan catatan Badan Kesehatan Dunia (WHO), kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker mematikan terbesar keempat di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri kasus kanker serviks menyerang sekitar 32.469 wanita, di mana 18.729 di antaranya meninggal dunia akibat penyakit tersebut. Fakta inilah yang kemudian mengharuskan Anda untuk mengetahui apa saja yang menjadi penyebab kanker serviks.

 

dr. Primandono Perbowo, SpOG (K) Onk, konsultan kanker kandungan rumah sakit Adi Husada Undaan Wetan, menyatakan bahwa kanker serviks adalah kanker yang mengenai bagian serviks uteri, yaitu sambungan vagina hingga menuju rahim. Sayangnya, gejala kanker serviks sulit diketahui sejak dini sehingga penyintas tidak mengalami keluhan. “Gejala kanker serviks sendiri tidak khas atau spesifik. Saat keluhan terjadi, misal keputihan atau terasa sakit saat berhubungan intim, maka kanker serviks sudah menuju ke stadium berikutnya,” jelasnya.

 

Melansir data yang dikeluarkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO),  sekitar 80% penyebab kanker serviks adalah Human Papillomavirus (HPV) yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Ketika virus ini masuk ke tubuh wanita, maka terbentuklah dua protein berbahaya, E6 dan E7 yang menghentikan gen pelindung tumor. Lebih lanjut, kedua protein tersebut juga memicu mutasi gen atau pertumbuhan sel dinding rahim yang tidak terkendali. Kondisi inilah yang kemudian menjadi penyebab kanker serviks pada tubuh wanita.

 

Sebagai langkah pencegahan, dr. Primandono Perbowo, SpOG (K) Onk menganjurkan Anda untuk selalu menjaga kebersihan organ intim, melakukan vaksin, dan mencegah stres yang berlebihan.  “Kanker merupakan kondisi pertumbuhan sel yang tidak terkendali. Stres atau banyaknya beban pikiran serta kondisi fisik yang terlalu kelelahan menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, risiko penyebaran virus HPV serta mutasi gen yang tidak terkendali penyebab kanker serviks pun meningkat,” pungkas dokter Primandono.

 

Anda bisa mencegah stres dengan rutin berolahraga, meditasi, atau melakukan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan. Disarankan pula untuk memperbaiki pola istirahat agar tubuh tidak mudah kelelahan. Semakin Anda merasa rileks dan bahagia, maka penyebab kanker serviks pun dapat dihindari semaksimal mungkin.

 

Menurut dokter yang juga merangkap sebagai Staff Pengajar Divisi Onkologi dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya itu, kanker serviks merupakan jenis kanker yang istimewa karena terdapat fase pra-kanker sehingga bisa dideteksi dengan pemeriksaan pap smear. “Pemeriksaan ini harus rutin dilakukan setidaknya satu tahun sekali untuk wanita yang sudah aktif berhubungan seksual. Bagi yang sudah menikah, yaitu tiga tahun setelah menikah. Vaksin serviks sebelum menikah penting untuk mencegah risiko kanker serviks hingga 90%,” lanjutnya.

 

Pap smear atau Papanikolaou test merupakan metode screening ginekologi yang digunakan untuk mendeteksi kemungkinan adanya infeksi virus HPV penyebab kanker serviks. Metode pap smear sendiri dilakukan dengan cara memasukkan speculum ke vagina untuk mengambil sample dari lendir serviks. Oleh karena itu, pap smear hanya bisa dilakukan di luar periode menstruasi serta sedang tidak menggunakan obat-obatan vaginal. Metode screening ginekologi ini bisa dilakukan di rumah sakit kanker oleh wanita dewasa hingga usia tujuh puluh tahun.

 

“Periksakan diri Anda dengan metode pap smear secara rutin agar kondisi leher rahim atau serviks selalu sehat dan terhindar dari kanker. Jaga kebersihan organ intim untuk mencegah penularan infeksi kanker atau penyakit seksual lainnya,” ungkap dokter Primandono mengakhiri penjelasannya.

OTHER NEWS & ARTICLES