logo-header

Penyebab dan Gejala Kanker Otak yang Perlu Diwaspadai


Penyakit kanker hingga saat ini menjadi salah satu penyebab kematian terbesar seseorang. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2016 yang dikutip oleh Katadata, Indonesia masuk daftar lima besar negara dalam hal kematian yang disebabkan oleh kanker di ASEAN. Termasuk di dalamnya adalah gejala kanker otak. Lalu, apa saja penyebab dan gejala kanker otak yang perlu diwaspadai? Berikut ulasannya.

 

Penyebab kanker otak

Gejala kanker otak disebabkan oleh beberapa hal. Untuk itu, agar Anda terhindar dari penyakit ini, sebaiknya Anda ketahui dulu penyebab utamanya. Pada dasarnya, kanker otak disebabkan karena perubahan sel maupun karakteristik normalnya. Jika sudah tumbuh, sel ini biasanya tidak terkendali. Meskipun penyebab pastinya belum bisa dipastikan, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang terkena gejala kanker otak. Beberapa di antaranya adalah:

 

  • Adanya radiasi pada bagian kepala yang dikarenakan seperti radioterapi maupun CT scan. Bila seseorang sering mendapatkan paparan radiasi ini, maka ia lebih berisiko terkena kanker otak, khususnya glioma.
  • Penyebab gejala kanker selanjutnya menurut onkologi juga bisa terjadi karena penyakit genetik. Contohnya saja pada sindrom Gorlin, sindrom Turner, Uberous Slerosis, atau Neurofibromatosis pada tipe 1-2.
  • Selain itu, apabila Anda memiliki riwayat kanker dalam keluarga, maka kemungkinan keluarga lainnya dapat mengalami penyakit serupa seperti gejala kanker otak.
  • Penderita HIV/AIDS juga dapat terkena gejala kanker otak. Hal ini dikarenakan HIV/AIDS dapat menurunkan sistem imunitas tubuh sehingga risiko terkena kanker termasuk gejala kanker otak semakin besar.
  • Beberapa kebiasaan buruk pun jika dibiarkan dapat menjadi salah satu penyebab gejala kanker otak. Semisalnya saja kebiasaan merokok dan hidup di daerah dengan tingkat polusi maupun pencemaran lingkungan tinggi.
  • Begitu juga dengan obesitas, di mana kondisi berat badan dengan indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 30 bisa meningkatkan risiko kanker otak.

 

Selain faktor di atas, penyebab lainnya dari gejala kanker otak bisa disebabkan oleh perubahan DNA. Terutama perubahan DNA yang dapat menghidupkan onkogen atau mematikan gen tumor. Perubahan gen bisa jadi disebabkan karena faktor keturunan yang sudah dijelaskan di atas.

 

Gejala Kanker Otak

Adanya tumor pada bagian otak dapat menyebabkan gangguan pada tulang tengkorak Anda, yakni berupa tekanan di dalam tengkorak tersebut. Dalam istilah medis terutama onkologi, tekanan ini biasa disebut dengan tekanan intrakranial. Penyebabnya adalah pertumbuhan tumor yang membengkak di area otak. Bisa juga karena adanya penyumbatan aliran cairan cerebrospinal. Peningkatan-peningkatan ini dapat menyebabkan beberapa gejala yang umum terjadi.

 

Semisalnya saja seperti sakit kepala, adanya rasa mual, muntah, masalah keseimbangan dalam sistem tubuh, hingga pengelihatan yang kabur. Dampak lainnya adalah adanya perubahan kepribadian maupun perilaku. Seseorang yang mengalami penyakit kanker otak ini biasanya akan kejang pada saat tertentu.

 

Hampir sebagian besar orang yang mengalami kanker otak akan mengalami kejang. Seberapa parah kejang ini tergantung di mana kondisi tumor itu berada. Beberapa orang terkadang merasa mengantuk hingga koma. Sementara itu, bila Anda merasakan sakit kepala yang cenderung semakin parah dari waktu ke waktu, ini bisa saja menjadi gejala kanker otak.

 

Bagaimana, kini Anda sudah tahu seperti apagejala kanker otak yang dapat mengancam keselamatan jiwa? Namun, Anda tak perlu khawatir sebab ini dapat dicegah dengan selalu menjaga pola hidup sehat dan selalu berkonsultasi dengan dokter ketika terjadi masalah tertentu, terutama dokter onkologi dengan pelayanan dan rekam jejak terbaik.

OTHER NEWS & ARTICLES