logo-header

Panduan Tes skrining Kanker Berdasarkan Usia


Tes skrining merupakan pemeriksaan yang dapat Anda lakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan. Tes skrining tidak hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang mengidap suatu penyakit tertentu, misalnya kanker, namun ditujukan untuk siapa saja yang peduli terhadap kesehatannya.

 

Tes skrining umumnya dilakukan sebagai pemeriksaan dini untuk mendeteksi apakah ada kanker yang mungkin saja tumbuh di dalam tubuh Anda, mengingat beragam jenis kanker tidak dapat terdeteksi jika masih pada stadium-stadium awal. Kanker, apapun jenisnya, akan memunculkan gejala dan biasanya baru ketahuan setelah setidaknya berada pada stadium tiga ke atas.

 

Oleh karena itu, adanya tes skrining mampu membantu Anda mendeteksi kanker sedini mungkin sebelum sel tersebut menyebar dan semuanya menjadi terlambat. Simak panduan dari AHCC untuk tes skrining kanker berdasarkan usia berikut ini.

 

Usia 21-29 tahun

Tes skrining untuk laki-laki usia 21-29 tahun biasanya berupa pengujian kanker usus besar. Skrinning ini dilakukan untuk mengetahui apakah Anda berisiko terkena kanker usus besar karena riwayat keluarga, kelainan genetik, atau faktor lainnya.

 

Untuk perempuan, tes skrining yang dilakukan meliputi tes kanker payudara, kanker serviks, dan kanker usus besar. Wanita usia 21 tahun ke atas juga sudah mulai diwajibkan untuk tes pap smear setiap tiga tahun sekali untuk mengetahui kemungkinan adanya risiko kanker serviks.

 

Usia 30-39 tahun

Tes skrining untuk laki-laki usia 30-39 tahun masih hanya seputar kemungkinan adanya faktor risiko kanker usus besar sebagai akibat dari adanya kelainan genetik, faktor keturunan, maupun faktor eksternal lainnya.

 

Sedangkan untuk perempuan pada usia yang sama, tes kanker payudara wajib dilakukan untuk mengetahui adanya faktor risiko, terlebih jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan penyakit yang sama. Tes kanker serviks melalui pemeriksaan pap smear juga tetap harus rutin dilakukan tiap tiga tahun sekali untuk wanita yang sudah menikah dan lima tahun sekali untuk wanita yang belum menikah. Tes kanker usus besar juga dilakukan untuk wanita usia ini.

 

Usia 40-49 tahun

Memasuki usia ini, laki-laki dengan faktor risiko kanker usus besar wajib melakukan tes skrining kanker usus besar. Ini untuk melihat apakah di tubuh Anda ada kemungkinan tumbuhnya sel kanker. Sedangkan untuk laki-laki yang tidak punya faktor risiko, tes skrining hanya berfungsi untuk mengetahui apakah ada kemungkinan Anda terjangkit kanker usus besar. Pria yang berusia 40 hingga 45 tahun juga wajib melakukan tes skrining untuk kanker prostat. Terlebih jika ada riwayat keluarga kanker prostat di usia 65 tahun ke bawah.

 

Untuk wanita usia 40-49 tahun, tes skrining masih dilakukan untuk pengujian apakah adanya kemungkinan Anda terkena kanker payudara, kanker serviks, dan kanker usus besar. Untuk deteksi kanker payudara di umur 40 tahun lebih disarankan untuk melakukan skrining kanker payudara dengan tes Mammografi.

 

Usia 50-64 tahun

Laki-laki maupun wanita yang sudah memasuki usia 50-64 tahun memiliki tanggung jawab yang lebih tinggi untuk melakukan tes skrining. Laki-laki wajib tes kanker usus besar, tes kanker prostat, dan kanker paru. Wanita wajib tes untuk kanker payudara, kanker serviks, kanker usus besar, dan kanker paru.

 

Tes untuk kanker paru dilakukan untuk mengetahui kondisi paru Anda, terlebih jika Anda memiliki kebiasaan merokok selama tahun-tahun sebelumnya. Melalui tes skrining, Anda bisa tahu kondisi paru-paru Anda dan berkonsultasi pada dokter, langkah apa yang harus dilakukan ke depannya untuk tetap hidup sehat.

 

Usia 65 tahun ke atas

Wanita dan laki-laki yang berada di usia 65 tahun ke atas wajib melakukan tes skrining yang sama pada usia sebelumnya. Jika Anda sudah rutin melakukan tes skrining di usia-usia sebelumnya, maka sebaiknya tetap lanjutkan kebiasaan tersebut. Namun, jika Anda belum pernah melakukan tes skrining sebelumnya dan saat ini sudah memasuki usia 65 tahun ke atas, sekarang adalah waktu yang tepat untuk melakukannya.

 

Semakin Anda bertambah usia, semakin menurun pula kemampuan organ tubuh untuk menopang kehidupan. Jika Anda tidak menerapkan gaya serta pola hidup sehat, bukan tidak mungkin penyakit akan lebih cepat datang. Jangan perburuk kondisi tersebut dengan malas melakukan tes skrining. Konsultasilah pada dokter dan ketahui langkah apa yang sebaiknya dilakukan untuk membuat Anda setidaknya bisa hidup sampai umur yang diinginkan.

OTHER NEWS & ARTICLES