fbpx

KAMI ADA UNTUK MEMBANTU ANDA

  1. Home
  2.  » 
  3. Artikel
  4.  » Mengenal Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk Deteksi Kanker

Mengenal Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk Deteksi Kanker

03 Desember 2019 | Artikel

Bagi Anda yang suka menonton pertandingan olahraga, mungkin Anda familiar dengan sebutan Magnetic Resonance Imaging atau biasa disingkat MRI. Hampir semua atlet profesional di Amerika Serikat dan Eropa, untuk memastikan cedera serius atau tidak pasti akan dilakukan MRI. Fungsi dari MRI adalah melihat struktur dan organ tubuh dengan bantuan medan magnet serta gelombang radio.

Jadi bisa dikatakan, MRI adalah diagnose bantuan ketika tes lain seperti rontgen, CT Scan, atau USG tidak bisa membantu melihat suatu bagian tubuh dengan sempurna. Lalu apakah MRI bisa dilakukan untuk mendeteksi kanker? Simak penjelasannya di bawah ini.

Kapan Anda membutuhkan MRI?

Pertanyaan pertama adalah kapan seorang pasien membutuhkan MRI? Hampir semua struktur dan organ di dalam tubuh yang tidak normal atau abnormal bisa dilihat dengan bantuan MRI. Misalnya ada masalah pada otak atau tulang belakang. MRI akan dilakukan ketika dokter ingin melihat apakah diagnosis penyakit seperti kanker, tumor, cedera otak, ataupun kelainan pada tulang belakang. Tidak hanya itu, MRI bisa melihat seluruh pembuluh darah yang ada di dalam tubuh. Jadi kelainan yang ada pada jantung dan pembuluh darah yang mengakibatkan gagal jantung bisa dilihat dengan menggunakan MRI.

Lalu MRI juga bisa membantu dokter untuk mendiagnosa bagian tulang dan sendi. Seperti dijelaskan di awal, para atlet akan melakukan MRI jika mengalami masalah yang serius pada otot atau tulang. Kemudian untuk kanker. MRI bisa melihat kanker pada tulang dan jaringan saraf yang tidak normal.

Terakhir adalah MRI bisa digunakan untuk membantu dokter mendiagnosa kanker payudara. Ada beberapa jenis kanker payudara ini tidak bisa dilihat dengan cara meraba atau CT Scan. Diagnosis yang sempurna untuk mengetahui sel kanker payudara akan membantu langkah penanganan dokter selanjutnya.

Proses dan risiko MRI 

Bentuk alat dari MRI sangat berbeda dengan CT Scan dan rontgen, alat MRI ini berbentuk seperti tabung dan seluruh tubuh Anda akan masuk untuk diambil gambar. Proses yang dibutuhkan untuk MRI ini sekitar 15 sampai 90 menit, tergantung organ tubuh mana yang akan diambil gambarnya.

Nah ada beberapa perbedaan antara MRI dan alat diagnosis lainnya. Untuk MRI sendiri, pada kasus-kasus tertentu pasien akan diberikan cairan pewarna khusus di dalam pembuluh darah, biasanya cairan akan disuntikkan atau diberi infus. Gunanya adalah membantu proses pengambilan gambar agar menjadi lebih jelas. Biasanya ini digunakan untuk melakukan pengecekan pembuluh darah

Lalu untuk risiko dari MRI sendiri sangat sedikit. Tidak seperti CT Scan dan rontgen yang dibantu oleh sinar radiasi, maka MRI ini menggunakan teknologi magnet dan gelombang radio. Jadi MRI bisa dilakukan dalam jangka waktu yang berdekatan. Bahkan ibu hamil bisa melakukan MRI karena tidak ada gelombang radiasi.

Efek samping yang ditimbulkan adalah MRI bisa berbahaya untuk orang yang mengalami masalah pendengaran karena alat MRI mengeluarkan suara. Lalu untuk orang yang mempunyai plat pada tulang, juga tidak bisa melakukan MRI.

Itulah beberapa hal yang bisa Anda ketahui mengenai MRI untuk mendeteksi kanker. Tidak semua pasien kanker harus menjalani prosedur MRI. Untuk kanker luar, dokter onkologi bisa dengan mudah mendeteksi dan melakukan diagnosis. Tetapi untuk kanker bagian dalam, biasanya ada prosedur MRI yang harus dilakukan. Semoga membantu dan menginspirasi.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *