fbpx

KAMI ADA UNTUK MEMBANTU ANDA

  1. Home
  2.  » 
  3. Artikel
  4.  » Kebiasaan Makan Dan Minum Yang Panas Sebabkan Kanker Esofagus? Cari Tahu Faktanya, Yuk!

Kebiasaan Makan Dan Minum Yang Panas Sebabkan Kanker Esofagus? Cari Tahu Faktanya, Yuk!

oleh | 17 Agustus 2022 | Artikel

Apakah Anda termasuk salah satu orang yang suka konsumsi makanan dan minuman panas? Apalagi kalau cuaca sedang dingin-dinginnya, mengonsumsi yang panas-panas memang rasanya jadi lebih nikmat ya. Tapi, mulai saat ini, kami sarankan bagi Anda untuk mengurangi kebiasaan itu ya, Healthy People.

Pasalnya, suhu yang terlalu panas ditengarai dapat memicu meningkatnya risiko tumbuhnya sel kanker. Berdasarkan studi yang diterbitkan dalam International Journal of Cancer pada tahun 2019 lalu di Iran, menjelaskan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman yang sangat panas dapat meningkatkan risiko terkena kanker esofagus hingga sebesar 90 persen.

Studi ini menguatkan temuan WHO sebelumnya pada tahun 2016 yang juga mengatakan bahwa makanan dan minuman dengan suhu 60 derajat Celcius atau lebih mengandung karsinogen yang meningkatkan risiko kanker esofagus.

Kanker esofagus sendiri terjadi ketika muncul pertumbuhan sel yang tidak wajar pada area esofagus (kerongkongan). Hingga saat ini penyebab pastinya kanker esofagus masih belum bisa diketahui, namun ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan potensi terkena kanker ini selain kebiasaan konsumsi makanan dan minuman dalam suhu panas yaitu:

  • Kebiasaan merokok
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Ada kelainan di esofagus seperti Barret’s esophagus
  • Obesitas
  • Kekurangan serat
  • Pernah melakukan radioterapi khususnya di bagian leher

Berkaitan dengan konsumsi makanan dan minuman panas, berikut ada beberapa tips agar Anda tetap dapat menikmatinya dengan aman dan meminimalisir risiko kanker esofagus:

  1. Diamkan dulu sekitar 5-10 menit hingga letupan didih atau kepulan asap dari makanan/minuman berkurang.
  2. Usahakan Anda baru mengonsumsinya ketika suhunya sudah di bawah 60 derajat. Anda dapat memanfaatkan termometer khusus masak untuk mengecek suhu pada makanan/minuman itu.
  3. Untuk minuman, Anda bisa juga memindahkannya ke wadah yang lebih lebar (seperti lepek/alas cangkir) agar suhunya turun lebih cepat.

Membutuhkan informasi seputar kanker? Anda dapat mengunjungi Adi Husada Cancer Center (AHCC) Surabaya atau hubungi kami melalui WA: 0822-8888-9300. AHCC merupakan pusat layanan kanker terintegrasi swasta pertama di Indonesia Timur yang memiliki tenaga medis handal dan aneka peralatan medis berstandar internasional. Kami siap membantu dan melayani Anda.

Photo by Erik Witsoe on Unsplash

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.