fbpx

KAMI ADA UNTUK MEMBANTU ANDA

  1. Home
  2.  » 
  3. Artikel
  4.  » Benarkah Mewarnai Rambut Tingkatkan Risiko Kanker?

Benarkah Mewarnai Rambut Tingkatkan Risiko Kanker?

oleh | 15 Februari 2023 | Artikel

Ada banyak cara dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri. Bagi sebagian orang, mewarnai rambut adalah salah satunya. Namun ada juga yang meyakini bahwa aktivitas ini berdampak buruk pada kesehatan pemilik rambut. Tidak hanya tentang kondisi kesehatan rambutnya, bahkan isu kanker pun muncul pada perdebatan ini. Bagaimana fakta sebenarnya? Benarkah aktivitas mewarnai rambut dapat meningkatkan risiko kanker? Simak penjelasannya di artikel ini.

Hubungan Pewarna Rambut dan Kanker

Isu pewarna rambut dan potensinya dalam meningkatkan risiko kanker sendiri sebenarnya bukan hal yang baru. Medio tahun 1980-1982, mayoritas pewarna rambut bahkan sampai diminta untuk melakukan formulasi ulang karena ditemukan kandungan bahan kimia yang bersifat karsinogenik pada hewan di dalamnya.

Seiring perkembangan jaman dan teknologi, bahan penyusun pewarna rambut pun diformulasikan agar lebih aman digunakan. Dikutip dari klikdokter.com, pada tahun 2010, The International Agency of Research on Cancer (IARC) milik WHO menyimpulkan bahwa tidak ditemukan cukup bukti untuk menyebut penggunaan pewarna rambut dapat meningkatkan risiko kanker secara langsung.

Lebih lanjut IARC juga menyebut bahwa aktivitas mewarnai rambut belum bisa dikategorikan sebagai karsinogenik pada manusia. The National Toxicology Program (NTP) juga mendukung pernyataan ini dan menyebut bahwa para ahli belum berhasil menemukan keterkaitan langsung antara pewarna rambut dan risiko kanker.

Meskipun begitu, NTP juga tidak menyangkal bahwa masih ada beberapa bahan kimia yang terkandung dalam pewarna rambut diklasifikasikan sebagai bahan yang karsinogenik bagi manusia. Jadi pada dasarnya risikonya masih ada. Beberapa faktor pada aktivitas mewarnai rambut berikut juga memengaruhi risikonya.

  • Tipe pewarna rambut
    Untuk diketahui, di pasaran saat ini ada 3 kategori pewarna rambut, permanen, semi-permanen, dan temporer. Tipe permanen diyakini lebih berisiko meningkatkan kanker dibandingkan dua tipe lainnya.
  • Frekuensi
    Ini berhubungan dengan seberapa sering Anda terpapar bahan kimia dari pewarna rambut. Semakin sering, tingkat risikonya juga semakin tinggi. Inilah alasan kenapa profesi penata rambut disebut berisiko tinggi terkena kanker oleh IARC.
  • Jenis Warna
    Warna-warna gelap, seperti hitam dan cokelat, memiliki kandungan bahan kimia lebih banyak dibandingkan pewarna dengan warna cerah. Artinya tingkat risiko yang dimiliki juga semakin tinggi.

Tips Mewarnai Rambut Lebih Aman

Jika Anda termasuk orang yang menyukai aktivitas mewarnai rambut, berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisir risiko kanker akibat pewarna.

  1. Lakukan uji tempel sebelum mewarnai rambut
    Ini dilakukan untuk mengetahui apakah bahan pewarna rambut yang akan digunakan tidak menimbulkan efek samping atau reaksi alergi pada kulit Anda.
  2. Pakai sarung tangan saat mewarnai rambut
    Sebaiknya dilakukan untuk meminimalisir kontak langsung dengan pewarna rambut. Selain itu, menggunakan masker juga direkomendasikan agar zat kimia dari pewarna tersebut tidak terhirup langsung oleh Anda.
  3. Bilas pewarna rambut hingga bersih
    Ini untuk menghindari adanya sisa-sisa zat kimia dari pewarna rambut menempel di kulit kepala.
  4. Jangan mencampur dua atau lebih produk pewarna rambut
    Sangat tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan kerusakan rambut dan iritasi pada kulit kepala.
  5. Selalu perhatikan aturan pemakaian
    Setiap produsen pewarna rambut pasti menyertakan aturan pemakaian pada kemasannya. Perhatikan dan gunakan sesuai instruksi yang diberikan untuk meminimalisir risiko.
  6. Gunakan pewarna rambut alami
    Beralih ke pewarna rambut berbahan natural, seperti henna, dapat meminimalisir risiko kanker akibat zat kimia yang terkandung dalam pewarna rambut.

Ingin mengetahui lebih banyak tentang kanker? Atau membutuhkan informasi pemeriksaan kanker, Anda dapat mengunjungi Adi Husada Cancer Center (AHCC) Surabaya, pusat penanganan kanker terintegrasi pertama di Indonesia timur. Dengan tenaga medis yang andal dan profesional, serta ditunjang peralatan dan fasilitas berstandar internasional, AHCC siap mendampingi Anda melalui setiap tahapan pengobatan dengan pendekatan yang mengutamakan keamanan dan kenyamanan pasien. Anda dapat menghubungi kami melalui kontak whatsapp di 0851-7422-6922 atau melalui email ke info@ahcc.co.id

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *