fbpx
Apakah Semua Jenis Kanker Perlu Dilakukan Pembedahan?

Apakah Semua Jenis Kanker Perlu Dilakukan Pembedahan?

Bagi sebagian besar penderita yang baru saja mengetahui bahwa dirinya terkena kanker, tentu hal pertama yang paling ditakutkan adalah operasi. Khususnya perempuan yang terkena kanker payudara, ketika mendengar kata operasi hal yang dibayangkan adalah pengangkatan payudara sehingga menimbulkan efek kurang percaya diri. Permasalahannya, apakah semua jenis kanker ini perlu dilakukan pembedahan atau operasi?

Baca Juga: Apa Itu Kemoterapi? Kapan Anda Harus Melakukan Kemoterapi?

Hampir sebagian besar jenis kanker memerlukan tindakan pembedahan untuk mengangkat dan membersihkan sel kanker. Tetapi ternyata ada beberapa hal yang membuat penderita tidak memerlukan operasi atau bahkan tidak boleh melakukan operasi. Apa saja jenis kanker atau kapan tindakan pembedahan ini harus dilakukan?

Diagnosis kanker

Sebelum masuk ke dalam inti permasalahan, Anda harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana besarnya potensi kanker, jenis kanker, sampai lokasinya. Semua hal tersebut bisa dilihat dari diagnosis kanker dengan cara yang beragam. Mulai dari CT Scan, USG, mamografi, MRI, rontgen, sampai biopsi. Setelah melalui prosedur tersebut, baru muncul diagnosis bagaimana cara menyembuhkan kanker, apakah harus segera dioperasi atau bahkan tidak perlu operasi.

Beberapa jenis kanker yang tidak memerlukan pembedahan atau operasi

Ternyata tidak semua jenis kanker harus melalui proses operasi, semua tergantung jenis kanker, tingkat stadium, sampai lokasi. Contohnya adalah kanker limfoma atau kelenjar getah bening. Seperti dilansir dari cnnindonesia.com, konsultan hematologi-onkologi medik Andhika Rachman menjelaskan bahwa kanker limfoma tidak akan sembuh jika melalui proses pembedahan atau operasi.

Jikalau harus melalui operasi, itu ketika kanker limfoma menyerang organ tubuh lain yang menghalangi metabolisme tubuh. Misalnya kanker limfoma sudah menyerang paru-paru atau usus, itu harus segera dioperasi. Kemudian penyembuhan kanker limfoma yang tepat adalah dengan kemoterapi atau radioterapi secara teratur.

Selain kanker limfoma, ada juga kanker payudara yang masih berada di stadium 0 ataupun 1. Di stadium ini, kanker payudara masih bersifat jinak dan belum menyebar ke seluruh jaringan payudara. Jadi untuk Anda yang tidak ingin melakukan prosedur operasi saat terkena kanker payudara, mulai sekarang ubah pola hidup sehat dan lakukan SADARI.

Jenis kanker yang harus melalui proses pembedahan atau operasi

Selain beberapa jenis kanker di atas, ada juga kanker yang harus melalui proses pembedahan atau operasi. Misalnya kanker payudara stadium 3 atau 4 yang sel jaringan tumornya tidak berada terlalu dalam atau menempel pada organ tubuh vital. Kemudian ada juga kanker tulang yang harus segera dilakukan operasi agar tidak menyebar dan memperburuk keadaan. Walaupun begitu, kanker tulang ataupun kanker payudara bisa tidak melalui proses operasi secara langsung, tetapi melalui kemoterapi atau radioterapi.

Sekarang Anda sudah mengetahui bahwa sebenarnya titik utama dari boleh tidaknya tindakan operasi ini ada pada diagnosis dokter. Jika ternyata diagnosis dokter mengatakan Anda harus segera melakukan operasi dalam waktu dekat. Begitu juga sebaliknya, ada kanker yang memang tidak membutuhkan operasi jadi cukup melakukan kemoterapi atau radioterapi. Seperti dijelaskan sebelumnya, bahwa semakin awal Anda mengetahui gejala atau tanda-tanda kanker itu akan semakin baik dan bisa disembuhkan tanpa melalui prosedur pembedahan atau operasi.

Mamografi, Cara Mendeteksi Kanker Payudara Paling Efektif

Mamografi, Cara Mendeteksi Kanker Payudara Paling Efektif

Tahun 2018 data dari data Global Cancer Observatory bagian dari World Health Organization menyebutkan setidaknya 16,7% kasus kanker di Indonesia adalah kanker payudara. Kemudian Kementerian Kesehatan juga mengatakan bahwa 42,1 orang dari 100 ribu penduduk di Indonesia terkena kanker payudara. Itulah mengapa Anda sangat sering melihat tips bagaimana cara mendeteksi dini kanker payudara sampai cara mencegahnya.

Untuk mendukung gerakan tersebut, kami akan mencoba sedikit membahas tetangan mamografi. Ini adalah satu dari beberapa cara mendeteksi kanker payudara paling efektif. Penasaran apa itu mamografi, apakah bisa melakukan mamografi walaupun tidak mengidap kanker? Atau kapan sebenarnya Anda harus menggunakan mamografi?

Sejarah mamografi

Mamografi pertama kali digunakan setelah x-rays ditemukan oleh Wilhelm Rontgen di tahun 1895. Perbedaan mamografi dengan rontgen ataupun radioterapi adalah penggunaan dosis sinar-x yang sangat rendah. Di tahun 1958, paper tentang mamografi pertama diluncurkan dan diikuti peluncuran buku 1964 dengan judul Mammography. Di tahun 60an, mamografi berhasil mendeteksi 250an pasien kanker payudara tanpa menggunakan biopsi. Penemuan mamografi ini sangat bersejarah karena bisa menekan angka kematian diakibatkan kanker payudara.

Jenis mamografi

Ada dua jenis mamografi, yaitu screening mammography dan diagnostic mammography.

  • Mamografi skrining

Mamografi skrining ini dilakukan untuk mendeteksi kelainan yang ada payudara, walaupun pasien tidak merasakan tanda atau gejala apapun. Mamografi skrining sangat dianjurkan kepada wanita yang berusia di atas 40 tahun ataupun terkena risiko kanker payudara.

  • Mamografi diagnostik

Selanjutnya ada mamografi diagnostik yang dilakukan untuk mengidentifikasi adanya perubahan terhadap payudara akibat keluhan nyeri, benjolan atau perubahan warna kulit. Biasanya mamografi diagnostik ini akan dilakukan lebih dari satu kali setelah melakukan mamografi skrining.

Manfaat mamografi

Mamografi sangat penting untuk wanita yang berusia 40 tahun ke atas, karena bisa membantu mendeteksi kanker payudara lebih dini. Seperti diketahui wanita berusia 40 tahun ke atas lebih rentan terkena kanker payudara, oleh karena itu dokter menganjurkan selain mendeteksi secara mandiri, wanita berusia 40 tahun ke atas bisa melakukan mamografi setidaknya setahun sekali.

Selain mendeteksi secara dini kanker payudara, mamografi mempunyai manfaat lain yaitu mengetahui perubahan yang terjadi pada payudara. Misalnya ketika Anda curiga dengan perubahan bentuk putting, Anda bisa melakukan tes mamografi. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir lagi dengan segala perubahan di sekitar payudara Anda.

Cara kerja mamografi 

Sebelum melakukan mamografi, Anda diminta untuk tidak memberikan parfum, deodoran, atau produk apapun ke tubuh Anda karena akan mengganggu proses mamografi. Pada saat melakukan proses mamografi, payudara Anda akan ditempelkan ke sebuah alat yang sudah terdapat sinar radiasi. Dalam beberapa kasus, pasien akan merasa tidak nyaman akibat proses mamografi ini.

Setelah melalui proses mamografi, hasilnya bisa langsung Anda lihat kurang dari 24 jam. Dari situ akan terlihat apakah ada perubahan yang terjadi pada payudara, mulai dari lokasi tumor sampai jenis stadium. Sekarang Anda sudah mengetahui apa itu fungsi mamografi dan kapan sebaiknya Anda melakukan mamografi. Semoga Anda diberi kesehatan.