fbpx
Kapan Harus ke Dokter Onkologi? Ini 4 Gejala Kanker yang Sering Diremehkan

Kapan Harus ke Dokter Onkologi? Ini 4 Gejala Kanker yang Sering Diremehkan

Apakah Anda tahu bahwa sebagian besar diagnosis kanker diketahui saat sudah masuk ke stadium 2? Itu adalah rata-rata yang dikeluarkan oleh prenuvo.com. Kemudian timbul pertanyaan, apakah gejala kanker ini memang tidak bisa diketahui sejak dini? Apakah tidak ada tindakan pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah tubuh agar tidak terkena kanker?

Dengan kemajuan teknologi, sebenarnya beberapa jenis kanker sudah mulai bisa terdeteksi sejak ini. Mungkin Anda sudah mengetahui bagaimana ciri-ciri sederhana bagaimana seorang wanita terkena kanker payudara. Di dalam artikel kali ini akan dibahas kapan sebenarnya Anda harus ke dokter onkologi dan bagaimana gejala-gejala kanker sederhana yang sangat sering diremehkan.

Benjolan atau pembengkakan di bagian tubuh mana pun

Gejala kanker pertama yang sering diremehkan adalah benjolan atau pembengkakan. Biasanya orang akan mulai aware ketika ada benjolan di tempat yang memang berbahaya, seperti benjolan pada testis untuk pria dan benjolan di payudara untuk wanita. Tetapi ketika ada benjolan di tangan dan ternyata tidak sakit, mereka malah abai dan menganggap remeh.

Padahal benjolan atau pembengkakan di bagian tubuh mana pun adalah gejala kanker pertama yang harus Anda waspadai. Anda wajib memeriksakan benjolan atau pembengkakan ketika sudah muncul lebih dari 3 minggu dan tidak ada tanda-tanda membaik ke dokter onkologi.

Suara serak atau batuk tidak kunjung sembuh

Batuk merupakan penyakit paling lazim di Indonesia. Dengan iklim yang tidak menentu, seseorang dengan mudah terkena batuk, pilek, hingga demam. Secara umum, batuk akan sembuh dalam jangka waktu seminggu dengan istirahat yang cukup. Hal yang paling berbahaya adalah ketika Anda mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh, apalagi ditambah suara menjadi serak.

Ada beberapa gejala kanker yang wajib Anda waspadai yang berhubungan dengan batuk dan suara serak. Pertama adalah kanker paru-paru, biasanya terjadi batuk disertai dada sakit. Lalu kanker tenggorokan yang dimulai dengan radang tenggorokan yang semakin parah. Segera periksa ke dokter jika batuk tidak sembuh lebih dari satu minggu ya.

Berat badan berkurang 

Jarang olahraga dan pola makan tidak berubah, tetapi berat badan tiba-tiba berkurang? Anda harus waspada karena itu bisa saja gejala kanker. Beberapa jenis kanker yang tidak terlihat dari luar seperti kanker hati, kanker darah, atau kanker ginjal bisa berdampak yang cukup berbahaya. Gejala awalnya adalah berat badan berkurang walaupun tidak ada perubahan pola makan.

Coba konsultasikan ke dokter dan sedikit ubah pola makan. Jika memungkinkan lakukan olahraga setidaknya seminggu 3 kali. Jika memang tidak ada perubahan dalam berat badan, coba konsultasi kepada dokter.

Terjadi nyeri yang tidak kunjung sembuh 

Gejala terakhir yang cukup berbahaya adalah nyeri yang tidak kunjung sembuh. Nyeri ini bisa terjadi karena masalah otot atau terjadi pembengkakan. Contoh nyeri yang wajar adalah ketika tangan Anda terbentur benda keras. Biasanya nyeri akan hilang dengan sendirinya kurang dari 1 minggu. Hal yang berbahaya adalah jika nyeri tiba-tiba datang sendiri dan tidak kunjung sembuh.

Sebenarnya gejala ini hampir sama dengan benjolan, tetapi bedanya adalah secara fisik nyeri tidak terlihat. Coba periksakan ke dokter umum untuk mengatasi masalah nyeri. Dari situ akan terlihat bagaimana diagnosis awal nyeri yang Anda alami.

Mulai mengubah pola makan dan sering berolahraga adalah hal utama untuk menghilangkan risiko terkena kanker. Jika memang ada gejala yang tidak beres seperti yang disebutkan di atas, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan ke dokter onkologi ya.

Mengenal Kanker Ginjal, dari Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

Mengenal Kanker Ginjal, dari Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

Publik beberapa waktu lalu dikagetkan berita mengenai penyanyi berbakat Indonesia, Vidi Aldiano yang terkena kanker ginjal. Setelah beberapa kali berobat ke Singapura, pada tanggal 13 Desember 2019 Vidi Aldiano melakukan operasi pengangkatan kanker ginjal. Walaupun Vidi Aldiano tidak menjelaskan bagaimana kondisi tubuh dan besarnya tahapan kanker ginjal yang dialami, kita tentu bisa belajar dari peristiwa Vidi Aldiano tersebut.

Di dalam artikel kali ini akan dicoba mengenalkan kanker ginjal, mulai dari gejala kanker ginjal, pengobatan yang bisa dilakukan, sampai bagaimana pencegahannya. Simak di sini ya.

Gejala kanker ginjal

Kanker ginjal tidak seperti kanker yang terlihat dari luar seperti kanker kulit atau kanker tenggorokan. Tetapi Anda bisa merasakan beberapa gejala yang aneh di dalam tubuh, antara lain:

  • Lemah, letih, lesuKondisi pertama gejala kanker ginjal adalah lemah, letih, dan lesu. Kondisi ini memang tidak langsung menunjukkan bahwa Anda sedang mengidap kanker ginjal, tetapi ini bisa menjadi sinyal awal untuk Anda agar waspada. Jika Anda tiba-tiba mengalami kelelahan, coba istirahat yang cukup dan mengonsumsi makanan sehat, setelah itu imbangi dengan olahraga. Jika tidak membaik, coba periksakan ke dokter terdekat.
  • Nyeri punggungNyeri punggung biasanya terjadi karena ada saraf di bagian punggung yang terjepit. Kanker ginjal yang sudah memasuki stadium II akan mulai menekan bagian punggung. Biasanya orang akan menganggap remeh dengan mengira nyeri punggung ini akibat dari kurang minum air putih atau terlalu banyak duduk. Jika nyeri punggung terus menerus terjadi, Anda bisa segera mengambil tindakan dengan menemui dokter.
  • Urine berwarna merah seperti darahJika Anda mengalami 2 kejadian di atas dan ditambah urine Anda ternyata berwarna merah, Anda harus waspada karena kemungkinan besar Anda terkena kanker ginjal. Urine yang berwarna merah seperti darah menandakan bahwa kanker ginjal sudah memasuki stadium II ke atas.

Baca Juga: Konsultasi Onkologi untuk Pasien Kanker, Bagaimana Prosedurnya?

Pengobatan 

Setelah Anda melakukan diagnosis tes darah, CT Scan, atau MRI untuk melihat kondisi kanker ginjal, Anda harus segera melakukan beberapa pengobatan. Ada 2 jenis pengobatan kanker ginjal, pertama adalah operasi dan tindakan non bedah. Untuk operasi biasanya dilakukan jika kesehatan pasien memungkinkan dan jenis kanker bisa diangkat.

Operasi kanker ginjal juga terbagi menjadi 2, pertama nephrectomy mengangkat ginjal secara keseluruhan yang terkena kanker. Kedua nephrectomy parsial yaitu menghapus tumor dalam bentuk yang kecil.

Kemudian tindakan non bedah dilakukan jika kanker ginjal didiagnosa dalam stadium dini. Biasanya tindakan non bedah dilakukan dengan cara pembekuan sel kanker atau pemanasan. Tindakan non bedah ini harus dilakukan beberapa kali untuk memastikan sel kanker benar-benar hilang.

Pencegahan

Sebenarnya secara spesifik tidak ada hal yang baru untuk pencegahan kanker. Pertama Anda harus mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Bangun lebih pagi, berolahraga, dan makan lebih banyak sayuran. Kemudian hentikan kebiasaan merokok dan minum minuman keras.

Sebagai tips tambahan, lakukan checkup setidaknya setahun 2 kali. Pilih dokter atau rumah sakit yang memberikan pelayanan maksimal.

Itulah beberapa penjelasan mengenai kanker ginjal. Pembelajaran dari kasus Vidi Aldiano ini bisa dilihat dari sisi positif agar kita semua bisa lebih aware dan tidak menganggap remeh tentang penyakit kanker. Semoga kita semua sehat ya.

Gejala dan Tanda-tanda Kanker, dari Hal Sangat Sederhana Sampai Paling Ketara

Gejala dan Tanda-tanda Kanker, dari Hal Sangat Sederhana Sampai Paling Ketara

Onkologi 101 – Kami akan menuliskan seri artikel mengenai Onkologi. Temukan artikel menarik dan update terbaru seputar onkologi.

Sebagian besar orang yang didiagnosis terkena penyakit kanker ini terlambat menyadari tanda-tanda atau gejala yang diderita. Menurut cancer.org, untuk mendeteksi kanker secara dini setidaknya bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu melihat tanda-tanda dan gejala. Ada perbedaan antara tanda-tanda dan gejala yang disebabkan oleh kanker.

Tanda-tanda penyakit kanker ini biasanya bisa dilihat oleh penderita, keluarga, orang lain, ataupun dokter itu sendiri. Misalnya ada benjolan atau pembengkakan, demam, pernapasan yang berat, dan lain sebagainya. Kemudian untuk gejala kanker adalah hal yang bisa dirasakan oleh penderita. Tetapi sayangnya, terkadang gejala kanker ini sangat sulit untuk terdeteksi.

Baca Juga: Apa Itu Kanker? Sejarah dan Perkembangan Kanker di Era Modern

Sekarang kami akan mencoba membahas beberapa gejala dan tanda-tanda penyakit kanker. Mulai dari hal yang sangat sederhana, sampai hal yang paling ketara.

 

Kapan sebenarnya kanker bisa terdeteksi lewat tanda-tanda atau gejala?

Kanker kulit atau melanoma sangat mudah dikenali, karena berada di bagian luar tubuh. Tetapi kanker hati, pankreas, atau kanker lain yang berada di dalam tubuh terkadang sulit dikenali. Nah munculnya kanker ini tergantung dari ganas atau tidaknya sel kanker, seberapa besar, sampai bagaimana efeknya pada organ tubuh lain.

Seperti dijelaskan di awal, melanoma ini sangat mudah terdeteksi karena mereka menginfeksi dan mengganggu saraf yang ada di kulit. Beda halnya dengan kanker pankreas, terkadang orang yang terkena kanker ini tidak akan mengetahui kalau dirinya terjangkit sampai kanker pankreas tersebut menjadi besar. Ketika sel kanker sudah mulai membesar, lalu mulai mengganggu aliran darah dan aliran saraf, maka tanda-tanda dan gejala kanker akan mulai terlihat.

 

Tanda-tanda dan gejala kanker yang paling sederhana

Walaupun begitu, ada beberapa gejala kanker yang paling sederhana dan mudah dikenali antara lain:

  • Demam

Pertama adalah demam. Hampir semua penyakit kanker akan diawali dengan demam atau kenaikan panas tubuh. Ketika sel kanker sudah mulai menyebar, biasanya saraf akan mengirim pesan ke otak dan pada akhirnya tubuh beradaptasi lalu mulai meningkatkan suhu tubuh. Salah satu jenis penyakit kanker yang disertai dengan demam adalah kanker darah, kanker hati, kanker paru, dan beberapa kanker yang terjadi di dalam tubuh.

  • Sakit yang tidak kunjung sembuh

Anda pernah mengalami sakit yang tidak sembuh sampai 1 minggu atau bahkan 1 bulan? Anda harus melakukan pemeriksaan ke dokter atau bahkan ke dokter spesialis. Mulai dari pusing yang tidak kunjung sembuh, itu adalah tanda awal terjadi tumor otak. Kemudian nyeri di bagian tulang padahal tidak terjadi kontak fisik, itu adalah tanda tumor tulang. Jadi jangan remehkan sakit yang tidak kunjung sembuh ya.

 

Tanda-tanda dan gejala yang hampir pasti didiagnosis kanker

Sekarang masuk ke dalam tanda-tanda dan gejala kanker yang paling ketara, antara lain:

  • Luka yang tidak kunjung sembuh

Ketika Anda mempunyai luka kemudian luka tersebut tidak kunjung sembuh, Anda harus waspada karena Anda bisa saja terkena kanker. Luka di kaki kemudian semakin membesar, bisa saja itu adalah gejala kanker kulit. Kemudian sariawan yang tidak sembuh juga bisa saja gejala dan tanda kanker mulut atau kanker tenggorokan.

  • Urine atau buang air besar yang berbeda dari biasanya

Jika buang air kecil Anda berbeda dari biasanya, seperti berwarna merah atau warna lain, itu bisa saja merupakan tanda awal terkena kanker ginjal. Lalu untuk buang air besar yang cair atau bahkan sulit buang air besar, itu bisa juga menjadi tanda ada permasalahan di dalam saluran pencernaan. Jadi alangkah baiknya Anda segera memeriksakan ke dokter.

Tanda-tanda atau gejala kanker ini memang agak sedikit tricky. Jika Anda sudah aware atau perhatian dengan perubahan yang terjadi di dalam tubuh Anda, tentu itu sangat membantu mencegah terkena kanker. Semoga artikel ini bisa menginspirasi.

Bagaimana Cara Mencegah Terjadinya Kanker?

Bagaimana Cara Mencegah Terjadinya Kanker?

Kanker sudah muncul sejak ribuan tahun yang lalu, walaupun begitu ilmuwan tidak berhenti untuk mengembangkan dan menemukan cara untuk mencegah serta mengobati kanker. sekarang setidaknya setiap tahunnya para peneliti dari Amerika Serikat dan Eropa selalu mengeluarkan obat dan cara pencegahan kanker terbaru.

Baca Juga: Apa Itu Kanker? Sejarah dan Perkembangan Kanker di Era Modern

Kemudian muncul pertanyaan apakah ketika banyaknya peneliti yang menemukan obat dan cara pencegahan kanker, kita tidak perlu khawatir lagi dengan penyakit kanker? jawabannya tentu tidak. Di zaman modern, pengaruh lingkungan serta pola makan bisa membuat sel kanker berkembang dengan cara yang berbeda-beda. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui bagaimana cara mencegah kanker yang benar. Apa saja cara yang bisa Anda lakukan?

Jangan merokok dan hindari asap rokok

Hampir semua orang di seluruh dunia, mulai dari remaja hingga dewasa tentu mengetahui bahwa merokok dan asap rokok adalah hal yang sangat berbahaya. Perokok mempunyai persentase sangat tinggi untuk terkena kanker paru-paru atau kanker tenggorokan. Tidak hanya itu, perokok pasif juga mempunyai persentase sama besarnya terkena kanker. Jadi mulai sekarang ubah pola hidup Anda, jangan merokok dan hindari asap rokok.

Makan makanan yang sehat

Mungkin terdengar sangat klise? Tetapi makanan adalah salah satu faktor utama Anda terkena kanker. Terlalu sering makan makanan yang mengandung lemak tak jenuh bisa membuat Anda terkena risiko penyakit kanker usus. Kemudian terlalu banyak mengonsumsi daging merah seperti daging sapi atau daging babi akan meningkatkan kemungkinan terkena kanker prostat. Mengombinasi dengan sayuran dan buah-buahan akan menurunkan semua kemungkinan tersebut.

Berolahraga

Tips selanjutnya untuk mencegah kanker adalah berolahraga. Kebanyakan orang berolahraga untuk menguruskan badan atau mengikut tren. Mereka tidak mengetahui bahwa ada banyak sekali manfaat ketika berolahraga, salah satunya mengurangi kemungkinan terkena kanker payudara untuk wanita dan menghambat tumbuhnya sel kanker di dalam tubuh.

Vitamin D

Sinar matahari pagi adalah sumber vitamin D alami yang wajib Anda dapatkan setiap harinya. Selain dari sinar matahari, Anda bisa mendapatkan dari kacang almond, kacang kedelai, dan makanan nabati. Lalu apa manfaat dari vitamin D? Kandungan vitamin D selain menguatkan tulang dan gigi, Anda bisa terhindar dari kanker usus, kanker prostat, dan kanker bagian dalam tubuh lainnya.

Salah satu hal penting dari pencegahan kanker adalah kebiasaan. Mengubah kebiasaan menjadi hal yang lebih baik akan membantu Anda menghambat dan mencegah tumbuhnya sel kanker di dalam tubuh. Semoga tips di atas bisa membuka pikiran Anda dan segera berubah menjadi kebiasaan yang lebih baik.

Cara Penyembuhan Kanker dari Masa ke Masa

Cara Penyembuhan Kanker dari Masa ke Masa

Kanker mempunyai sejarah yang sangat panjang dalam dunia medis atau kesehatan. Pada zaman kuno sebelum masehi, pengobatan kanker sudah menggunakan operasi pengangkatan tumor, terapi panas, hingga obat-obatan herbal. Dari situ sudah terlihat bahwa kanker membuat seluruh peneliti dan dokter berusaha sangat keras untuk mencegah serta menyembuhkan penyakit mematikan ini.

Di dalam artikel kali ini, akan dibahas bagaimana sejarah penyembuhan kanker dari masa ke masa. Anda akan melihat bagaimana perkembangan medis sangat cepat dan dalam hal ini yang paling diuntungkan adalah manusia modern. Cara penyembuhan kanker dari masa ke masa akan dibagi menjadi 3 bagian, tahun 1800an, 1900an, dan 2000an.

1800an, penemuan pertama 

Tahun 1800an bisa disebut sebagai penemuan pertama, karena di masa ini hampir semua penyembuhan kanker bermula dari sini. Pertama ditemukannya cryosurgery dan cryotherapy yaitu penyembuhan kanker dengan cara mendinginkan sel kanker. Walaupun sudah lama tidak terdengar, sekarang cryotherapy mulai diperhitungkan setelah beberapa negara secara konsisten mengembangkan prosedur ini.

Kemudian di tahun 1895, Wilhelm Rontgen menemukan X-Ray ternyata bisa membunuh bakteri. Lalu di tahun 1896, Emil Grubbe mulai mencoba sinar radiasi apakah bisa membunuh sel kanker. Hasilnya sangat luar biasa, radiasi tidak hanya mampu melihat seberapa besar sel kanker di dalam tubuh, tetapi juga bisa menyembuhkannya.

1900an, kemoterapi

Di saat para peneliti sedang hype masalah radiasi, penemuan besar lainnya datang saat terjadi perang dunia. Ketika terjadi kesalahan senjata kimia, para peneliti penasaran dengan mustard gas yang ternyata bisa mengubah sel darah dan sum-sum tulang. Dari situ ilmuwan di seluruh dunia mulai berlomba-lomba membuat obat dari bahan-bahan kimia. Aminopterin dan arsphenamine adalah salah satu obat kemoterapi pertama di dunia.

Momen penting lainnya adalah ketika Food and Drugs Administration (FDA) secara resmi mengeluarkan approval untuk obat kemoterapi di tahun 1990. Setelah itu hampir setiap tahun FDA mengeluarkan approval untuk obat kemoterapi, bahkan hingga di era modern.

2000an, teknologi

Di tahun 1800an, kita semua mengetahui bagaimana perkembangan penyembuhan kanker pertama kali. Lalu di tahun 1900an, penyembuhan kanker mulai bisa ditangani secara khusus. Obat untuk kemoterapi sekarang sudah bisa digunakan secara khusus sesuai dengan jenis dan besarnya kanker. Nah di tahun 2000an, penyembuhan kanker sangat erat hubungannya dengan teknologi.

Selain FDA masih mengeluarkan obat kemoterapi terbaru, ada lagi penyembuhan kanker yang ditemukan di tahun 2000an, yaitu terapi imun atau immunotherapy. Secara perkembangannya, sel kanker ini bisa menyamar menjadi sel sehat sehingga imun tubuh yang seharusnya bisa membunuh sel kanker, ternyata dibiarkan. Ini akan menjadi hal yang sangat membahayakan karena sel kanker bisa berkembang tanpa adanya perlawanan.

Nah dari sini adalah manfaat dari immunotherapy, yaitu membuat sistem imun di dalam tubuh menjadi normal kembali. Nantinya, immunotherapy secara tidak langsung akan membuat sel kanker menjadi terlihat dan bisa dilakukan penanganan lebih lanjut.

Itulah bagaimana proses penyembuhan kanker dari masa ke masa. Proses penemuan dari penyembuhan sel kanker ini tidak dilakukan dalam waktu 1-2 malam atau 1-2 tahun saja, tetapi beratus-ratus tahun lamanya. Dari sini kita diajak untuk menghargai bagaimana proses penyembuhan kanker dari hal yang paling sederhana, sampai di era modern seperti sekarang.